Perempuan Golkar Warnai Pimpinan AKD, Hetifah: Saatnya Membuat Kebijakan Lebih Inklusif

JAKARTA - Fraksi Partai Golkar telah menyampaikan Penetapan Susunan Keanggotaan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) kepada Pimpinan DPR RI, sebagaimana yang diminta dalam sidang paripurna yang diadakan pada hari Selasa (22/10/2019) lalu.

Dalam daftar nama yang diajukan, terdapat beberapa nama perempuan yang ditugaskan untuk menjadi pimpinan AKD. Diantara nama-nama tersebut terdapat Meutya Hafidz sebagai Ketua Komisi I, dan Hetifah Sjaifudian sebagai Wakil Ketua Komisi X.

Menanggapi hal ini, Hetifah Sjaifudian mengatakan bahwa penunjukan perempuan sebagai pimpinan AKD sangatlah baik.

“Ini membuktikan bahwa kader-kader perempuan Partai Golkar merupakan kader-kader yang kompeten," ujarnya.

Selain sebagai pimpinan, anggota DPR perempuan dari Partai Golkar juga tersebar di 10 komisi dan 5 badan yang ada di DPR RI. Kelima badan tersebut adalah Badan Musyawarah, Badan Urusan Rumah Tangga, Badan Kerjasama Antarparlemen, Badan Legislasi, dan Badan Anggaran.

Menurut Hetifah yang juga merupakan Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), persebaran perempuan di tiap-tiap komisi dan badan sangatlah penting. Hal ini untuk menjamin bahwa suara perempuan terwakilkan didalam tiap-tiap proses pengambilan kebijakan.

“Kebijakan yang dibuat berdasarkan perspektif perempuan bisa jadi sangat berbeda dengan kebijakan yang dibuat oleh laki-laki," ujarnya.

Hal ini menurutnya diakibatkan oleh cara pandang perempuan yang berbeda dalam melihat masalah, dan kepedulian terhadap perempuan yang lebih besar dalam aspek-aspek tertentu.

Beberapa perempuan Golkar tersebut ditempatkan di komisi yang dahulu dianggap tidak lazim bagi perempuan, seperti di Komisi I yang membawahi bidang Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, serta Komunikasi dan Informatika. Nama-nama tersebut juga tersebar di beberapa badan yang dianggap strategis, seperti Badan Legislasi (7 orang), dan Badan Anggaran (2 orang).

“Ini saatnya kita manfaatkan kepercayaan yang sudah diberikan ini untuk membuat kebijakan-kebijakan yang lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat," tambahnya.

*) sumber : tribunnews

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Asalamualaikum bu Atifah, saya pak Anwar guru Sman 1 Pulo Aceh termasuk sekolah terpencil. membaca pertemuan perdana dgn Mendikbud, saya apresiasi yaitu poin 3 dan 5 : investasi dan inovasi serta penciptaan lapangan kerja dan saya memiliki program tsb. bagai mana bu saya di pertemukan dengan Bapak Mentri dan sebelumnya saya ucapkan terimakasih.

  2. Bunda Hetifah yang saya hormat. Saya Suhendar adalah lulusan pendidikan Kejuruan sejak STM, S1, dan sampai dengan saat ini sedang S3 di UNY Yogayakarta (S3) Program Studi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Selain sebagai Dosen di Jurusan Pendidikan dan Teknik Elektro Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Saya sebagai Asesor Akreditasi BAN S/M dan juga Asesor LSP-P3 AINAKI (Asosiasi Industri Animasi dan Kerasi Indonesia). Terutama sejak menjadi Asesor SMK sejak tahun 2016, sedikit banyakanya saya mengetahui dan mengerti problematkika pendidikan Kejuruan di Indonesia yang tidak mengalami perubahan siginifikan, terutama meningkatktnya keterserapan lulusannya oleh Industri. Saya telah membaca Talking Points Pak Mendikbud dalam Rapat Kerja Perdana DPR dengan Kemendikbud di Ruang Rapat Komisi X DPR RI, Rabu, 6 November 2019. Beberapa hal penting dan saya sangat setuju daiantaranya adalah "Peran kami sebagai kementerian adalah untuk mengempower industri untuk berpartisipasi dalam pendidikan yang pada akhirnya dampaknya untuk mereka juga, terutama SMK dan Politeknik." Hal itulah yang belum tampak dan ditindaklanjuti sebagaimana yang diinginkan Inpres No 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK. Keimginan Industri untuk mendrong secara Riil Pengembangan Pendidikan Kejuruan di Indonesia masih bersifat setengah-setengah. Riset saya saat ini terkait dengan Skills Passport untuk Pendidikan Kejuruan di Indonesia. Semoga masa depan pendidikan Kejuruan di Indonesia semakin baik dan terus berkesinambungan. Salam Ta'jim untuk Ibu dari Suhendar suhendar@untirta.ac.id

  3. Selamat atas pelatikan sebagai anggota MPR/DPR RI periode 2019-2024. Tetap perjuangkan aspirasi dari Kaltim.

Lihat semua aspirasi