Proklamasi Kemerdekaan RI dan Semangat Membangun SDM Indonesia yang Unggul

Untuk memulai tulisan ini, saya ingin bertanya tentang makna kemerdekaan itu sendiri? Jadi apakah kita sudah merdeka?

Indonesia memang sudah merdeka dari penjajahan. Selama 74 tahun, Indonesia memiliki kedaulatan untuk menentukan jalannya sendiri. Namun tidak bisa dipungkiri, sampai saat ini masih banyak rakyat Indonesia yang masih belum merdeka seutuhnya.

Banyak dari saudara-saudara kita yang masih hidup di bawah garis kemiskinan, sehingga belum bisa merasakan dan menikmati hasil dari kemerdekaan.

Saya tidak ingin membicarakan tentang bagaimana program pemerintah mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Karena saya yakin, pemerintah sudah melakukan upaya terbaiknya untuk membuat masyarakat Indonesia sejahtera.

Yang ingin saya sampaikan adalah bagaimana membuat manusia Indonesia berkualitas dan unggul, sehingga mereka mampu keluar dari jerat kemiskinan yang selama ini membelenggu dengan upaya mereka sendiri.

SDM unggul juga sesuai dengan tema peringatan Kemerdekaan RI ke-74. SDM Unggul Indonesia Maju menjadi tema yang dipilih untuk menggambarkan bagaimana visi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Apalagi menurut saya, pembangunan manusia adalah inti dari kemerdekaan itu sendiri. Sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas, tidak hanya akan membawa Indonesia maju, namun juga merdeka baik secara jasmani dan rohani.

Pilihan ini sangat strategis dan tepat untuk menjawab tantangan Indonesia kedepan. Sebab, Indonesia saat ini sudah masuk Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), sedang mengalami berbagai perubahan, disrupsi ekonomi. Hal itu menuntut sumber daya manusia yang terampil, unggul, dan memiliki daya saing tinggi.

Saya teringat dengan isi salah satu pidato Presiden Joko Widodo dalam Sidang Tahunan MPR-RI pada tanggal 16 Agustus 2018. Menurut Joko Widodo, “Membangun manusia Indonesia adalah investasi kita untuk menghadapi masa depan dan melapangkan jalan menuju Indonesia maju. Kita siapkan manusia Indonesia menjadi manusia unggul sejak dalam kandungan sampai tumbuh mandiri, juga meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarganya”.   

Namun, membangun manusia yang unggul bukan perkara mudah. Sebab untuk menjadi manusia yang berkualitas, seseorang harus memiliki kepribadian yang utuh (integrated personality), kepribadian yang sehat (healthy personality), kepribadian yang normal (normal personality), kepribadian yang produktif (productive personality), dan etos kerja yang tinggi.

Ini menjadi tantangan. Sebab, menilik data Bank Dunia, Indeks Sumber Daya Manusia atau Human Capital Index (HCI) 2018 yang menunjukkan kualitas SDM Indonesia hanya berada di peringkat 87 dari 157 negara. Di tahun yang sama Business World memaparkan peringkat daya saing SDM Indonesia berada di ranking 45 dari 63 negara. Data itu menunjukkan bahwa upaya bangsa ini untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia masih jauh panggang dari api.

Pemerintah boleh bangga karena Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia terus menunjukkan peningkatan. Badan Pusat Statistik (BPS) menghitung IPM Indonesia tahun 2018 naik 0,82% dari 70,81 menjadi 71,39 di tahun 2018. Hanya saja, peningkatan IPM tersebut belum mampu membuat SDM Indonesia memiliki daya saing tinggi di kancah dunia. Itulah sebabnya perlu upaya lebih keras membangun manusia Indonesia yang unggul dan berkualitas.

Sebenarnya komitmen pemerintah untuk penguatan SDM melalui politik anggaran cukup kuat. Hal itu terlihat dari terus naiknya alokasi anggaran terkait pembangunan manusia, seperti pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.

Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, anggaran untuk pendidikan sebesar Rp 444,1 triliun dan anggaran kesehatan sebesar Rp 111 triliun. Jumlah itu naik pada APBN 2019 menjadi Rp 492,5 triliun untuk anggaran pendidikan dan Rp123,1 triliun anggaran kesehatan.

Dengan anggaran sebesar itu, seharusnya upaya pemerintah membangun manusia Indonesia berkualitas akan lebih baik. Untuk itu diperlukan sinergi kebijakan antar pemangku kepentingan pada sektor terkait dan lintas sektor guna menyatukan sumber daya dan potensi yang ada bagi percepatan pembangunan SDM Indonesia.

Manusia berkualitas dan unggul adalah kunci Indonesia maju. Pembangunan sumber daya manusia menjadi faktor kunci memenangkan persaingan global. Apalagi penguatan SDM memiliki korelasi yang erat dalam peningkatan produktivitas kerja. SDM yang unggul diperlukan untuk memenangkan persaingan ditengah perubahan-perubahan yang berlangsung cepat dalam dunia bisnis, ekonomi politik, dan budaya.

Nah, salah satu cara membangun SDM Indonesia unggul, berkualitas, kreatif dan inovatif adalah dengan meningkatkan akses dan mutu pendidikan bagi putra-putri Indonesia. Pendidikan bermutu tidak hanya diperlukan untuk tingkat tinggi, namun harus dimulai dari pendidikan tingkat paling rendah yaitu taman kanak-kanak.

Revitalisasi sistem pendidikan vokasi juga perlu dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi. Selain itu, peningkatan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) perlu dilakukan untuk mengakselerasi pembangunan SDM Indonesia yang unggul dan mampu bersaing global. Apalagi ini masuk Revolusi Industri 4.0.

Kompetensi dan kreativitas lulusan juga menjadi fokus pengembangan SDM. Lulusan perguruan tinggi terutama politeknik dan pendidikan vokasi tidak hanya dibekali ijazah, namun sertifikat kompetensi dan semangat kewirausahaan.

Penguatan peran agama dalam kehidupan sosial bermasyarakat juga perlu dilakukan untuk menjadikan manusia Indonesia berkualitas dengan kepribadian yang utuh, sehat, produktif, dan memiliki etos kerja yang tinggi. Dengan begitu maka jati diri dan kepribadian bangsa (character building) akan semakin kokoh.

Kita tentunya berharap dengan potensi dan komitmen yang tinggi terhadap pengembangan sumber daya manusia dapat diterjemahkan secara konkret oleh kementerian dan lembaga pemerintah melalui program dan kebijakannya. Sehingga Visi Indonesia 2045, yaitu Berdaulat, Maju, Adil dan Makmur, bisa tercapai.

Merdeka!

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Asalamualaikum bu Atifah, saya pak Anwar guru Sman 1 Pulo Aceh termasuk sekolah terpencil. membaca pertemuan perdana dgn Mendikbud, saya apresiasi yaitu poin 3 dan 5 : investasi dan inovasi serta penciptaan lapangan kerja dan saya memiliki program tsb. bagai mana bu saya di pertemukan dengan Bapak Mentri dan sebelumnya saya ucapkan terimakasih.

  2. Bunda Hetifah yang saya hormat. Saya Suhendar adalah lulusan pendidikan Kejuruan sejak STM, S1, dan sampai dengan saat ini sedang S3 di UNY Yogayakarta (S3) Program Studi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Selain sebagai Dosen di Jurusan Pendidikan dan Teknik Elektro Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Saya sebagai Asesor Akreditasi BAN S/M dan juga Asesor LSP-P3 AINAKI (Asosiasi Industri Animasi dan Kerasi Indonesia). Terutama sejak menjadi Asesor SMK sejak tahun 2016, sedikit banyakanya saya mengetahui dan mengerti problematkika pendidikan Kejuruan di Indonesia yang tidak mengalami perubahan siginifikan, terutama meningkatktnya keterserapan lulusannya oleh Industri. Saya telah membaca Talking Points Pak Mendikbud dalam Rapat Kerja Perdana DPR dengan Kemendikbud di Ruang Rapat Komisi X DPR RI, Rabu, 6 November 2019. Beberapa hal penting dan saya sangat setuju daiantaranya adalah "Peran kami sebagai kementerian adalah untuk mengempower industri untuk berpartisipasi dalam pendidikan yang pada akhirnya dampaknya untuk mereka juga, terutama SMK dan Politeknik." Hal itulah yang belum tampak dan ditindaklanjuti sebagaimana yang diinginkan Inpres No 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK. Keimginan Industri untuk mendrong secara Riil Pengembangan Pendidikan Kejuruan di Indonesia masih bersifat setengah-setengah. Riset saya saat ini terkait dengan Skills Passport untuk Pendidikan Kejuruan di Indonesia. Semoga masa depan pendidikan Kejuruan di Indonesia semakin baik dan terus berkesinambungan. Salam Ta'jim untuk Ibu dari Suhendar suhendar@untirta.ac.id

  3. Selamat atas pelatikan sebagai anggota MPR/DPR RI periode 2019-2024. Tetap perjuangkan aspirasi dari Kaltim.

Lihat semua aspirasi