Suara Bumi Etam
Mahasiswa Adalah Agen Perubahan
Kaltim Post, Kamis, 28 Oktober 2010
SANGATTA - Lima ratus tiga puluh mahasiswa dan mahasiswi, Sekolah Tinggi Islam Sangatta (STAIS) Kutim mengikuti studium general (kuliah umum) IV, Selasa (26/10). Kegiatan tersebut menghadirkan Rektor Universitas Islam Negeri Malang Prof Dr Imam Suprayogo.
Selama ini Imam Suprayoga dikenal sebagai pembaharu untuk Universitas Negeri Malang. Karena dengan program pengembangan pendidikan islam, UIN yang biasanya dipandang sebelah mata mampu digerakkan sebagai kampus modern yang sesuai perkembangan zaman.
Acara studium general IV tersebut dihadiri oleh Ketua STAIS Prof Dr H Siti Muriah, Ketua Yayasan STAIS Alex Rohmanu dan Asisten III Pemkab Kutim H Edward Azran. Dengan mengusung tema "Tawaran Baru Kajian Islam Untuk Masa Depan", Imam Suprayogo tampak antusias sekali menyampaikan buah pikiran dan kajiannya. Namun semua itu dipaparkan secara gamblang.
"Konsep tentang pendidikan Islam akan selalu berkembang seiring perjalanan waktu dan berkembangnya kebutuhan umat. Maka sebuah lembaga pendidikan Islam akan dapat diterima dan berkembang dengan baik serta mampu memberikan andil dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara jika lembaga tersebut mampu menyediakan kebutuhan umat dan menghadirkan sebuah masa depan pendidikan Islam yang menjanjikan," terangnya.
Rektor UIN Malang menjelaskan, kebutuhan umat akan pendidikan Islam, perlu ada dinamisasi dan reorientasi lembaga pendidikan Islam secara terus menerus. “Begitu pula yang harus dilakukan oleh civitas akademika dan seluruh pihak yang terkait dengan pendidikan Islam jika menginginkan peran lembaga pendidikan Islam yang lebih besar dalam mengubah peradaban umat. Serta pendidikan berfungsi sebagai barometer kemajuan sebuah bangsa, termasuk di dalamnya pendidikan Islam,” katanya.
Pria kelahiran Gemaharjo Watulimo Trenggalek ini berharap, kedepan pembangunan SDM di Kutim berkembang pesat. Namun tentunya harus berdasarkan akhlak mulia serta kekuatan besar guna pencitraan keislaman. sebagai bentuk/ tawaran menghadapi segala persoalan-persoalan, yang melanda negeri ini.
“Sehingga kedepan lulusan STAIS dapat mampu mengharumkan nama kampusnya, dan menjadi agen perubahan. Baik itu untuk daerah maupun juga untuk negara republik Indonesia,” tambah Imam. (*/dea)

assalamualaikum ibu dewan, saya ingin mendapatkan bantuan pip, jessica lady pringgacela siswi smkn 4 balikpapan, orang tua berpenghasilan 3,5 jt perbulan, dan rumah kontrak
Kepada yth Bunda ,Mohon bantuannya Bunda , sudah lama saya mengamdi ke partai GOLKAR saya belum pernah saya di bantu ,,, kumohon kepala Bunda , bisa memperhatin dan merespon nya kepada saya dan saya punya Kartu GOLKAR bersama istri ku pada zaman tidak enak .
Asalamualaikum Ibu dewan yg terhormat,,,, kenapa program PIP untuk anak SMP di kukar tidak ada ada lagi,, khususnya SMPN O3 loa janan, desa tani bakti