Suara Bumi Etam
Model Cilik Peragakan Batik Kaltim
M WIKAN H
Sepuluh Bocah Perempuan Memamerkan Busana Batik Khas Kaltim
Kamis, 25 Maret 2010 | 21:02 WITA (source : Kaltimpost.co.id)
SEPULUH orang bocah perempuan memamerkan busana batik khas Kaltim yang dipadukan dalam kain modern di Taman Budaya Kaltim, Kamis (25/3). Mereka melenggak-lenggok di catwalk sembari memperagakan busana hasil rancangan desainer lokal. Model-model cilik ini sedang mengikuti lomba fashion yang digelar Generasi Muda (Gema) Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Kaltim.
Lomba peragaan busana batik ini terbagi dalam 4 kategori, yakni kategori A (0-5 tahun), B (6-12 tahun), C (13-25 tahun) serta dewasa (26-55 tahun). Karin, peserta kategori A, meniti catwalk sembari memegang ujung gaunnya. Ia mengenakan sepatu bot setinggi lututnya. Tubuh mungilnya dibalut busana ketat dengan bahu terbuka. Busana itu dirancang dengan menambahkan motif batik Kaltim.
Karin sangat luwes berjalan di catwalk, bahkan ia sempat beberapa kali bolak-balik di catwalk. Peserta lomba fashion tidak diperkenankan mengenakan kebaya nasional atau modern. "Lewat kegiatan ini, kami ingin mempromosikan kekayaan warisan luhur daerah Kaltim, berupa batik corak Kaltim," kata Suardi Amin, Ketua Gema MKGR Kaltim dalam sambutannya, Kamis (25/3).
Lomba peragaan busana batik ini disesuaikan dengan tingkat umur. Khusus kategori A dan B, peserta tidak diperkenankan menggunakan sanggul dan sepatu hak tinggi. "Kami berharap batik Kaltim ini bisa dipatenkan sehingga tidak diakui negara lain," kata Suardi.
Acara kemarin dihadiri pula Hetifah dari perwakilan DPP MKGR. Ia mengatakan melalui kegiatan lomba fashion batik Kaltim ini diharapkan kekayaan budaya lokal bisa terangkat. Sebelumnya, kegiatan yang berlangsung selama 5 hari ini juga diisi Lomba Karaoke.
Pembagian hadiah bagi para pemenang lomba bakal digelar bersamaan pelantikan pengurus ormas MKGR beserta jajarannya di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (29/3) pukul 15.00. Lomba ini bakal memperebutkan total uang senilai Rp 30 juta dan tropi Ketua Umum DPP Ormas MKGR, Priyo Budi Santoso. "Beliau juga dikenal sebagai Wakil Ketua DPR RI dari fraksi Golkar," ucap Suardi. (top)

Beasiswa
Saya tumbuh di lingkungan yang membuat saya sadar, pendidikan bukan hadiah, tapi jalan. Karena itu saya tidak mau berhenti di tengah. Kalau diberi beasiswa, saya akan pakai waktu dan tenaga untuk belajar sungguh-sungguh. Bukan hanya untuk nilai, tapi supaya nanti saya bisa balik dan ngasih manfaat ke orang-orang yang dulu dukung saya. Saya percaya, ilmu yang baik itu ilmu yang dibagikan. Dan saya ingin jadi salah satu orang yang membuktikannya.
*Aspirasi Saya* Saya ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi agar dapat meningkatkan ilmu dan keterampilan. Dengan beasiswa ini, saya berharap bisa belajar dengan tenang tanpa memikirkan kendala biaya. Setelah lulus, saya ingin menggunakan ilmu yang saya dapat untuk bekerja dan membantu keluarga serta masyarakat di lingkungan saya. Saya akan berusaha belajar sebaik mungkin dan menjaga nama baik penerima beasiswa. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan.