Sudah Bangkitkah Indonesia?

Sudah Bangkitkah Indonesia? Rifa Nadia Nurfuadah - Okezone Jum'at, 21 Mei 2010 - 10:40 wib JAKARTA - Hari Kebangkitan Nasional dijadikan momentum Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) Jakarta ngariung membicarakan isu kebangkitan nasional. Acara yang diselenggarakan di Kafe Warung Daun, Jakarta, ini mencoba menjawab pertanyaan, kebangkitan nasional siapa yang bangkit; elit atau rakyat? Salah seorang pembicara, Ali Assegaf, mengatakan, kebangkitan nasional di Indonesia kehilangan ruhnya sebab pemerintah tidak punya inspirasi terhadap nilai-nilai Pancasila sehingga rakyat kehilangan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia. Berbeda dengan Ali, anggota komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyatakan, Indonesia sudah bangkit, hanya saja koordinasi kebangkitan ini tidak baik. Ibarat tubuh, antara satu organ dengan organ lain tidak berkoordinasi satu sama lain. Jadi alih-alih bergerak ke arah yang sama, kita justru tersungkur. Indonesia, tambah Hetifah, telah kehilangan kepemimpinan sehingga birokrasi yang mendorong kebangkitan tidak terarah. "Kebangkitan nasional lebih banyak diinisiasi oleh elit, sementara pemimpin kita sendiri kini seperti kehilangan arah," imbuh Hetifa. Acara diskusi ini melibatkan alumni ITB di Jakarta yang berasal dari berbagai angkatan dan kini bekerja di berbagai bidang seperti pengusaha, pebisnis, politikus, hingga aktivis lingkungan. Setidaknya ada tiga kesimpulan yang dihasilkan diskusi ini. Pertama, adanya kesadaran bahwa ada masalah yang sedang kita hadapi. Untuk maju, Indonesia haruslah mengetahui posisinya. "Dulu kita sama-sama berjuang merebut kemerdekaan karena kita tahu posisi kita sebagai bangsa yang terjajah. Sekarang bagaimana mau bangkit sementara kita tidak tahu sedang berada di mana?" jelas Khalid. Kedua, kebangkitan nasional hendaknya dilakukan secara menyeluruh sebagai satu kesatuan aksi. Jangan hanya sporadis di tiap-tiap bidang. Ketiga, Indonesia kekurangan sumber daya intelektual yang mau bekerja tanpa dibayangi kepentingan pribadi atau golongan. Sumber daya intelektual diperlukan untuk membuat konsep kebangkitan pembangunan secara jelas dan terarah. "Hasil diskusi ini nantinya akan menjadi peta kebangkitan nasional. Setidaknya bisa menyatukan visi bagi alumni ITB untuk membuat program-program yang bertujuan memajukan bangsa sesuai semangat kebangkitan nasional," tutup Khalid. (rhs) Source : http://kampus.okezone.com/read/2010/05/21/373/334952/sudah-bangkitkah-indonesia

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. assalamualaikum ibu dewan, saya ingin mendapatkan bantuan pip, jessica lady pringgacela siswi smkn 4 balikpapan, orang tua berpenghasilan 3,5 jt perbulan, dan rumah kontrak

  2. Kepada yth Bunda ,Mohon bantuannya Bunda , sudah lama saya mengamdi ke partai GOLKAR saya belum pernah saya di bantu ,,, kumohon kepala Bunda , bisa memperhatin dan merespon nya kepada saya dan saya punya Kartu GOLKAR bersama istri ku pada zaman tidak enak .

  3. Asalamualaikum Ibu dewan yg terhormat,,,, kenapa program PIP untuk anak SMP di kukar tidak ada ada lagi,, khususnya SMPN O3 loa janan, desa tani bakti

Lihat semua aspirasi