Perebutan Kursi Gubernur Belum Final

Tunggu Survei Internal, Golkar Cari Calon Pemimpin Ideal PROKAL.COBALIKPAPAN - Sempat dipimpin secara bergantian oleh tiga pelaksana tugas (plt), kursi DPD Golkar Kaltim akhirnya resmi diduduki Rita Widyasari. Kemarin (9/10), dia dilantik oleh Ketua Umum Golkar Setya Novanto di Pantai Manggar, Balikpapan. Kesolidan tim yang dibentuk Rita diuji hingga 2020 mendatang. Saat menyampaikan sambutan di depan petinggi Partai Golkar, putri mendiang mantan Bupati Kukar Syaukani HR itu mengatakan, apa terjadi sebelumnya telah menjadi tontonan di masyarakat. Mulai masyarakat awam, politikus, pengamat, dan berbagai kalangan, mulai dari level bawah hingga atas menyaksikan dengan seksama perjalanan demokrasi Partai Golkar. Sekaligus memerhatikan gerak-gerik partai. “Kondisi ini menjadi sinyal bahwa Golkar menjadi kekuatan politik utama di Kaltim. Yang di setiap keputusannya dinantikan publik. Menjadi tolok ukur percaturan politik di Kaltim,” kata Rita. Bupati Kukar dua periode itu menuturkan, perjalanan politik yang dilalui Golkar bak pelari estafet. Kepengurusan sempat dipimpin secara bergantian sebanyak tiga kali oleh tiga plt. Dimulai dari Mahyudin, Ahmad Hidayat Mus hingga Andi Sofyan Hasdam. “Banyak pelajaran yang bisa diambil,” ucapnya. Mulai pentingnya menaati aturan, ketegasan, berpolitik santun, sabar dan berdedikasi total pada partai. Kata dia, apa yang terjadi di Golkar sebelumnya bukan pada perebutan kekuasaan. Melainkan hal itu lumrah terjadi dalam berpolitik. Ciri dan karakter politik modern. “Itu bukti kalau ada kehidupan,” ujarnya. Kepada lawan politik di pemilihan kursi DPD Golkar Kaltim Said Amin, Rita juga memberikan apresiasi. Sebagai senior di partai berlambang pohon beringin itu, Said memiliki sejarah panjang di Golkar Kaltim. “Salam hormat buat beliau,” katanya. Menurutnya, Said Amin hadir saat Golkar sedang berjuang setelah dihajar badai “tsunami” reformasi. “Tapi, kami juga menghargai panggilan seorang kader yang ingin membesarkan partai. Golkar sudah mendarah daging bagi saya,” terangnya. Baginya, Said Amin telah memberi pelajaran bagaimana gigih berkompetisi. Pantang menyerah dalam setiap pertarungan. “Semoga ini menjadi modal kami menjalani hari esok Partai Golkar. Hari ini (kemarin) tidak ada lagi debat apakah Rita atau Said Amin. Semua melebur menjadi satu. Berkarya untuk Kaltim,” imbuhnya. Terlepas apakah di luar struktur, perempuan berjilbab itu mengungkapkan, setiap kader punya kewajiban yang sama. Yaitu membesarkan partai. Dikatakan Rita, ada paradigma bahwa perebutan kursi ketua DPD Golkar Kaltim untuk memuluskan jalan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018. “Perlu dicatat baik-baik, pendapat itu sangat dangkal dan gagap paham,” katanya. Sebagai kader yang dilahirkan dan dibesarkan dari Golkar, sudah sewajarnya dia berkompetisi. Sekaligus menjawab keinginan mendiang ayahnya agar membesarkan partai. “Golkar tidak terlupakan dan tak terpisahkan dari hidup saya,” tuturnya. Kalau jalan sebagai ketua DPD Golkar Kaltim menjadi jalan sebagai gubernur pada 2018 mendatang, Rita menyebut maka itu sudah jalannya. Sejauh ini, ucapnya, perjalanan merebut kursi gubernur Kaltim belum final. Salah satunya menunggu hasil survei. Hal tersebut dibenarkan Ketua Umum Golkar Setya Novanto. Mantan ketua DPR RI itu mengatakan, meski Rita menjadi ketua DPD Golkar Kaltim bukan dia satu-satunya kader yang didukung. “Kita tunggu, kita lihat. Makanya Bu Rita akan konsolidasi. Sehingga elektabilitas naik,” ujarnya. Menurutnya, figur yang layak dan ideal memimpin Kaltim, harus memiliki kompetensi mumpuni. Mulai dari kemampuan manajerial sumber daya manusia dan sumber daya alam. “Diperlukan pemimpin yang punya visi memakmurkan rakyat mengingat sumber daya alam yang sangat tinggi. Kaltim sangat strategis. Tumpuan Indonesia,” sebutnya. Bagaimana tanggapan Rita? Hingga kemarin, dia masih merahasiakan rencana besar dalam Pilgub Kaltim. “Tunggu survei ya,” katanya. Menyinggung formasi kepengurusan yang dianggap gemuk, mencapai 134 orang, dia menyebut rimbunnya pengurus karena ada titipan. “Ada titipan dan sebagainya. Tapi, meski gemuk tetap elastis,” kata. Apakah titipan itu adalah kader dari lawan politik terdahulu? Rita hanya tersenyum. Sementara itu, anggota DPR RI Golkar dapil Kaltim-Kaltara Hetifah Sjaifudian mengatakan, komposisi 134 pengurus sudah ideal. Sebanyak 65 persen diisi kader muda dan perempuan. Sementara 35 persen dihuni nama-nama lama yang senior. Dengan formasi yang baru ini, Hetifah menjanjikan akan ada perubahan besar. Khususnya dalam gaya berkampanye. “Pemuda dan pemilih pemula akan dilibatkan. Mereka punya peranan penting ke depan,” kata wakil Sekjen DPP Golkar. Dia menyebut, tantangan Golkar Kaltim adalah menggelar musyawarah daerah tingkat kabupaten/kota di Kaltim. Kemudian, menyiapkan konsolidasi jelang Pilgub Kaltim, pemilihan presiden, dan pemilihan legislatif. *) sumber : http://kaltim.prokal.co/read/news/280518-perebutan-kursi-gubernur-belum-final/2

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. saya berharap program Beasiswa Ibu Hetifah dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga semakin banyak pelajar yang terbantu untuk melanjutkan pendidikan. Program ini bukan hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus berusaha menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan bermanfaat bagi masyarakat

  2. ini sngat membantu bagi siswa untuk mendapatkan fasilitas atau peralatan sklh

Lihat semua aspirasi