Susahnya Warga Pedalaman Berobat

Tempuh Perjalanan Jauh ke RS dan tak Punya Rumah Singgah TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Warga di pedalaman Kabupaten Nunukan di wilayah calon daerah otonomi baru Kabupaten Bumi Dayak Perbatasan (Kabudaya), mengadukan nasibnya yang kesulitan tempat tinggal saat harus menemani kerabat yang berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Malinau. Mereka mengadukan hal itu kepada anggota Komisi II DPR RI Hetifah Sjaifudian MPP. Meskipun lebih dekat dibandingkan harus berobat ke RSUD Nunukan, masyarakat setempat juga masih mengalami masalah. Rumah singgah yang biasanya mereka tumpangi saat menunggu keluarga yang sakit, sejak awal 2016 justru dibongkar Pemerintah Kabupaten Malinau. Pembongkaran itu terkait dengan renovasi bangunan yang nantinya hanya diperuntukkan bagi warga di Kabupaten Malinau. “Sehingga masyarakat Kabudaya tidak ada lagi tempat masak dan menunggu keluarga yang sakit,” ujar Wakil Ketua Dewan Adat Dayak Agabag, Robet S Pdk. Terhadap masalah itu, Hetifah berjanji akan menindaklanjutinya kepada pihak terkait. “Saya akan sampaikan kepada Kementerian Sosial untuk bisa memprogramkan rumah singgah tersebut,” ujarnya, Jumat (11/11/2016). Politisi Partai Golkar ini mengaku memahami kondisi yang dihadapi warga di Kecamatan Lumbis Ogong, Kecamatan Lumbis, Kecamatan Sembakung, Kecamatan Sembakung Atulai, Kecamatan Sebuku dan Kecamatan Tulin Onsoi itu. Jarak RSUD Nunukan yang begitu jauh, membuat Malinau menjadi pilihan terdekat untuk berobat. “Untuk itu diharapkan pemda setempat juga segera merespon hal ini.  Menyampaikan kepada provinsi dan Kementerian Sosial. Tidak boleh kita tutup mata dengan keadaan masyarakat kita di perbatasan,” ujarnya. Secara geografis letak ibukota Kabupaten Nunukan yang begitu jauh membuat warga harus menempuh hingga dua hari perjalanan menunju ke RSUD Nunukan. “Kalau berobat ke RSUD Nunukan ongkos yang dibutuhkan untuk perjalanan sekitar Rp 8 juta. Belum lagi biaya menunggu keluarga yang sakit karena tidak ada tempat menginap,” ujar Robet. Mengingat jarak, waktu dan biaya dimaksud, warga lebih memilih berobat ke RSUD Malinau. Dari perbatasan Kabupaten Nunukan di Mansalong, Kecamatan Lumbis menuju ke RSUD Malinau hanya ditempuh selama 45 menit. “Sehingga 99,9 persen warga Kabudaya memilih berobat di RSUD Malinau,” ujarnya. Namun karena tidak lagi tersedia rumah singgah, keluarga pasien harus mencari tempat seadanya seperti di trotoar pinggir jalan untuk memasak. “Kami seperti pemulung, padahal daerah kami kaya penopang APBD Nunukan hingga 70 persen,” ujarnya. *) sumber : Tribun Kaltim.    

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. nama anak saya masuk data PIP di tahun 2024 TPI terlambat menyelesaikan administrasi, di cek lagi masih ada nama anak saya di statusnya rekening belum di validasi tapi pihak sekolah tidak mau tau karena nama anak saya tidak masuk di SK pencairan, mohon pencerahannya

Lihat semua aspirasi