Samarinda (21/4), Memeringati Rangkaian Kegiatan Hari Bumi Internasional, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP menghadiri Aksi “Samarinda Rawat Bumi”yang diikuti oleh belasan gerakan komunitas akar rumput dan puluan relawan/ donatur pohon yang tergabung dalam platform lindungihutan.com untuk wilayah Samarinda. Dalam kegiatan ini berhasil ditanam seribu (1000) bibit pohon yang dikumpulkan melalui donasi para relawan/ komunitas dan donatur. Kegiatan ini dilaksanakan di Hulu Sungai Karang Mumus, Samarinda.
Menurut Penanggungjawab kegiatan, Misman, ketua GMSS (gerakan memungut sehelai sampah) Sungai Karang Mumus Samarinda menyatakan bahwa kegiatan ini dipilih di Sungai Karang Mumus karena memiliki Daerah Aliran Sungai yang paling kritis. Banyak persoalan lingkungan seperti sampah, pengendapan sungai dan banjir jika hujan deras.
“Kegiatan ini kami pilih dan kami prioritaskan disini karena seringkali disini kita melihat persoalan lingkungan yang ujungnya merugikan kita, misal banjir atau timbulan sampah. Kebetulan, di sekitar wilayah ini lahan cukup luas.” Ucap Misman
Selain itu Misman menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang silaturrahmi antar komunitas dan gerakan akar rumput yang memiliki visi dan misi lingkungan dengan sekolah sungai yang ia rintis pada tahun lalu. Harapannya sekolah sungai karang mumus dapat menjadi wahana edukasi dan gerakan sosial sadar lingkungan yang menyasar pada generasi muda mudi di Kalimantan Timur.
Senada dengan Misman, Hetifah Sjaifudian, Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa penting sekali keterlibatan semua pihak, termasuk perempuan dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.
“Jika perempuan yang lalu, Kartini memerjuangkan kesetaraan perempuan diantara laki-laki. Maka sudah saatnya, kita yang hidup di era yang sudah merdeka ini, bersyukur dan memerjuangkan kemerdekaan ini dengan berpartisipasi dalam pembangunan. Perempuan itu masa depan peradaban. Perempuan berkaitan erat dengan persoalan lingkungan, baik di dalam keluarga dan masyarakat”jawab Hetifah.
Ia juga menambahkan bahwa perempuan dapat mengambil bagian sejak dalam keluarga, melalui gerakan kecil yang mengedukasi anak-anak seperti memilah-milih sampah dan pembuatan composting rumah tangga. Selain itu, perempuan juga berpotensi menggerakan perekonomian melalui pengemasan ulang produk-produk sampah.
“Prinsipnya, 3R (Reduce- Reuse- Recycle). Semua itu, perempuan berpotensi menjadi penggerak. Ibu-ibu, dan gadis-gadis di rumah bisa mengurangi sampah, memilah sampah, dan mendaur ulang sampah. Kita harus andil bagian jadi penggerak lingkungan. Kalau bukan kita, siapa lagi?” demikian, tutur Hetifah
Kegiatan ini diakhiri dengan aksi penanaman seribu bibit pohon di sekitar DAS Sungai Karang Mumus yang dilakukan oleh beberapa puluh relawan dan donatur di sekitar Kalimantan Timur.

saya berharap program Beasiswa Ibu Hetifah dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga semakin banyak pelajar yang terbantu untuk melanjutkan pendidikan. Program ini bukan hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus berusaha menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan bermanfaat bagi masyarakat
ini sngat membantu bagi siswa untuk mendapatkan fasilitas atau peralatan sklh
pendapat saya ini bisa menjadi bantuan yg sngat berguna