Bukti Masyarakat Haus Bacaan Bermutu

Penyelanggaran Pesta Buku Islam 2010 yang baru saja berakhir kemarin (14/7), memuaskan berbagai pihak. Bagi masyarakat, event yang diselenggarakan lantai dasar Gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kalimantan Timur (Kaltim) ini sangat menarik. Sebab, selain event ini pertama kali digelar, banyak sekali penerbit yang memberikan potongan harga alias penjualan buku murah. Menurut Endik Koeswoyo dari Izza Organizer –event organizer Pesta Buku Islam 2010 ini-, pameran ini melibatkan lebih dari seratus penerbit. Judul buku yang dipamerkan sangat variatif dengan jumlah mencapai 9 ribu judul-terbitan lama dan baru, dimana semuanya tentu saja buku tentang Islam. Tiap penerbit setidaknya membawa 100 hingga 250 judul buku. Penerbit yang memberikan potongan harga diserbu pengunjung. Maklumlah, harga-harga buku diskon yang ditawarkan cukup besar. Ada yang membandrol diskon 20 persen untuk judul tertentu. Bahkan ada yang berani memberikan diskon sampai 30 persen. Inilah yang menurut panitia Pesta Buku Islam ini membubukan transaksi sekitar Rp 128 juta per hari. Melihat kondisi tersebut, anggota DPR RI Komisi X Hetifah Sjafudian, MPP sangat gembira. Menurutnya, antusiasme pengunjung di event ini merupakan bukti nyata, bahwa masyarakat haus akan bahan bacaan bermutu. Mengenai diskon-diskon yang diberikan oleh beberapa penerbit menurut Hetifah patut mendapat perhatian serius dari penerbit. “Ini menandakan soal keterjangkauan harga yang dimiliki di masyarakat,” kata Hetifah yang dikenal sebagai anggota parlemen Daerah Pemilihan (Dapil) Kaltim. “Begitu pula ketersediaan koleksi buku dan keterjangkauan koleksi buku patut mendapatkan perhatian serius dari penerbit.” Hetifah juga memberikan apresiasi pada Perpusda Kaltim yang berhasil memberikan tempat untuk penyelenggaraan event ini. Ia berharap, Perpusda bisa terus berperan sebagai mediator dan motivator untuk membangun minat baca di Kaltim. Sehubungan dengan kesuksean Pesta Buku Islam 2010 ini, sebagai anggota DPR RI, Hetifah sedang berjuang untuk mendorong pemerintah menganggarkan perpustakaan desa dan juga perpustakaan keliling. Selain itu, ia juga akan berjuang untuk melakukan berbagai pihak untuk memberikan bantuan pengadaan koleksi buku. “Tempat-tempat tempat-tempat yang menjadi prioritas adalah di taman-taman bacaan di pedesaan, terutama di komunitas-komunitas yang sudah ada, termasuk di majelis-majelis taklim,” kata Hetifah. “Dengan begitu, semua warga bisa menikmati buku bacaan,” ujar Hetifah yang sangat concern dengan pengembangan minat baca di seluruh Indonesia, terutama di Kaltim ini.

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Saya tumbuh di lingkungan yang membuat saya sadar, pendidikan bukan hadiah, tapi jalan. Karena itu saya tidak mau berhenti di tengah. Kalau diberi beasiswa, saya akan pakai waktu dan tenaga untuk belajar sungguh-sungguh. Bukan hanya untuk nilai, tapi supaya nanti saya bisa balik dan ngasih manfaat ke orang-orang yang dulu dukung saya. Saya percaya, ilmu yang baik itu ilmu yang dibagikan. Dan saya ingin jadi salah satu orang yang membuktikannya.

  2. *Aspirasi Saya* Saya ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi agar dapat meningkatkan ilmu dan keterampilan. Dengan beasiswa ini, saya berharap bisa belajar dengan tenang tanpa memikirkan kendala biaya. Setelah lulus, saya ingin menggunakan ilmu yang saya dapat untuk bekerja dan membantu keluarga serta masyarakat di lingkungan saya. Saya akan berusaha belajar sebaik mungkin dan menjaga nama baik penerima beasiswa. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan.

Lihat semua aspirasi