KLIK PENDIDIKAN - Agenda pendidikan nasional pada 2026 diharapkan tidak hanya dipenuhi dengan deretan program dan target administratif.
Komisi X DPR RI menegaskan bahwa fokus utama kebijakan ke depan seharusnya benar-benar berpihak pada guru sebagai garda terdepan pendidikan.
Guru dinilai masih menghadapi tantangan kesejahteraan, beban kerja, hingga kepastian karier yang belum sepenuhnya tuntas.
Karena itu, pemerintah diminta benar-benar hadir dengan kebijakan yang menyentuh realitas di sekolah.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengingatkan agar negara tidak berhenti pada slogan reformasi pendidikan.
Ia menilai keberpihakan nyata diperlukan, terutama untuk memberikan rasa aman dan penghargaan yang layak kepada guru.
“Kalau 2026 disebut sebagai tahun perbaikan pendidikan, maka pastikan guru menjadi pusat perhatian. Negara harus hadir, bukan hanya sekadar mengumumkan program,” tegas Hetifah.
Menurutnya, guru membutuhkan dukungan yang konsisten, baik dari sisi kesejahteraan, kapasitas, maupun perlindungan kerja.
Hetifah menyebut keberhasilan transformasi pendidikan sangat bergantung pada kualitas dan ketenangan guru dalam menjalankan tugas.
Tanpa dukungan yang memadai, berbagai target peningkatan mutu hanya akan menjadi wacana di atas kertas.
Komisi X juga menilai pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar kebijakan tidak berhenti pada level regulasi.
Pelaksanaan di lapangan harus jelas, terukur, dan membawa perubahan yang benar-benar dirasakan para pendidik.
Harapannya, 2026 bukan hanya momentum administrasi, tetapi menjadi tahun nyata keberpihakan kepada para guru.
*) sumber: Klik Pendidikan

Assalamu'alaikum bu sya mw tnya gmna caranya cek pip buat anak sya
Saya sudah kelas 12 mau beasiswa untuk bayar SPP sekolah
Ibu ini Keukeh sekali memperjuangkan beasiswa PIP anak sekolah ???????????? salut ???????? pokoknya pemilu 2029 ibu harus datang ya ke kampung kami, biar orang tua anaknya tau ini Lo yg memperjuangkan beasiswa PIP...