Selasa, 2 November 2010 | 13:41 WITA
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Basir Daud
TENGGARONG, tribunkaltim.co.id - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kukar 2011 diproyeksi akan menurun signifikan. Dari angka Rp 5 triliun di APBD 2010 menjadi Rp 3,098 triliun di 2011.
"Berarti ada penurunan APBD sekitar Rp 1,8 triliun pada 2011," ujar Firnandi Ikhsan, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kukar menanggapi Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kukar 2011, Selasa (2/11/2010).
Karena penurunan itu, PKS meminta kepada Pemkab Kukar untuk mengambil langkah strategis dan menyusun skala prioritas pembangunan. Setidaknya, ada tujuh isu strategis yang wajib menjadi perhatian Pemkab Kukar.
Di antaranya masih lemahnya tingkat layanan publik, rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), belum adanya sentra-sentra unggulan ekonomi dan lembaga pelatihan ketenagakerjaan, belum optimalnya pendapatan daerah yang berasal dari agribisnis, perdagangan dan pariwisata, belum meratanya infrastruktur, tingginya tingkat kerusakan lingkungan hidup dan tingkat kemiskinan serta pengangguran di Kukar.
"Walaupun secara makro terjadi penurunan, tetapi hal ini tetap menjadi ancaman bagi pemerintahan kedepan," katanya. (*)

saya berharap program Beasiswa Ibu Hetifah dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga semakin banyak pelajar yang terbantu untuk melanjutkan pendidikan. Program ini bukan hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus berusaha menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan bermanfaat bagi masyarakat
ini sngat membantu bagi siswa untuk mendapatkan fasilitas atau peralatan sklh
pendapat saya ini bisa menjadi bantuan yg sngat berguna