Hetifah Sjaifudian Apresiasi Konsep Pendidikan Pesantren Sumbawa Besar

Sangat luar biasa sekali. Kemauan untuk belajar dan memadukan antara kecerdasan akademis sehingga kemampuan memahami ajaran agama begitu besar.

JAKARTA,– Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengapresiasi konsep pendidikan yang ada di Pondok Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela, Sumbawa Besar. Di pondok pesantren tersebut, santri diajak untuk memiliki wawasan yang luas dan global agar terjauh dari paham radikal dan sempit.

Kekaguman tersebut diungkapkan Hetifah saat berkesempatan menghadiri acara Pembukaan Tahun Ajaran dan Pelantikan Santri-Santriwati baru di PMI Dea Malela, Pamangong Kabupaten Sumbawa Besar, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (14/7/2019).

“Sangat luar biasa sekali. Kemauan untuk belajar dan memadukan antara kecerdasan akademis sehingga kemampuan memahami ajaran agama begitu besar. Saya kira Pesantren Dea Malela ini adalah salah satu contoh pesantren modern yang mencoba untuk mengajarkan anak-anak berwawasan luas dan global,” sanjung Hetifah.

Politisi Partai Golkar ini makin kagum ketika berdialog langsung dengan santri internasional PMI Dea Malela yang berasal dari Malaysia, Thailand, Kamboja, Filipina, Timor Leste dan Rusia. “Mereka belajar bersama, berbagi pengetahuan dan pengalaman. Menurut saya ini akan menjadi jaringan (network) yang luar biasa dalam membangun suatu peradaban baru atau mereka menyebutnya Lembah Peradaban (The Valley of Civilization),” imbuhnya.

Ia juga mengapresiasi support dari pemerintah daerah, kementerian, BUMN hingga perusahaan swasta yang mendukung pembangunan komplek pendidikan PMI Dea Malela. “Pasal 31 UUD kita mengamanatkan tujuan pendidikan itu bukan hanya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, namun juga untuk membentuk akhlak mulia, membentuk keimanan dan ketaqwaan sejak dini,” tutur Hetifah.

Politisi dapil Kalimantan Timur ini menilai model pendidikan seperti PMI Dea Malela sangat menginspirasi. Kedepan ia ingin model pengajaran agama tidak hanya diberikan untuk membangun pemahaman yang sempit dan tidak toleran yang berpotensi melahirkan paham radikal. “Saya melihat di sini anak-anak begitu luas wawasannya begitupun para tenaga pendidiknya mudah-mudahan konsep pendidikan Islam seperti ini bisa menjadi rujukan kedepan,” tandasnya.

Sementara itu, Din Syamsudin yang merupakan Ketua Dewan Pembina mengungkapkan PMI Dea Malela tidak mendikotomi ilmu-ilmu keislaman dan ilmu-ilmu umum, semuanya dipandang sebagai unity of knowledge. Semua ilmu disajikan dalam semangat integrasi, unifikasi dan sinergi yang diwujudkan dalam konten mata pelajaran. “Formula sedemikian rupa disampaikan kepada peserta didik menggunakan arabic dan english sebagai media of instruction sejak tingkat VIII (Kelas 2 SMP),” paparnya.

Pada pembukaan tahun ajaran baru 2019-2020 PMI Dea Malela menerima sekitar 150 santri baru dari daerah di seluruh Indonesia bahkan berbagai negara lainnya. Dari Jumlah tersebut termasuk di dalamnya ada santri dari luar negeri sebanyak 50 orang yang berasal dari Thailand, Kamboja, Malaysia, Timor Leste dan Rusia. (DB)

*) sumber : indopolitika.com

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Halo Bapak/Ibu, Saya ingin memohon bantuan dan pertimbangan untuk dapat diusulkan melalui jalur Aspirasi KIP Kuliah. Saya berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas dan sangat berharap bisa melanjutkan pendidikan tinggi. Saat ini saya mengalami kendala pada data desil sehingga proses KIP Kuliah reguler menjadi terhambat, padahal saya sudah mengikuti proses seleksi di perguruan tinggi. Apabila masih terdapat kesempatan atau kuota jalur aspirasi, saya sangat berharap Bapak/Ibu berkenan mempertimbangkan dan memberikan arahan mengenai persyaratan maupun prosedurnya. Saya siap melengkapi seluruh dokumen yang dibutuhkan. Atas perhatian dan bantuan Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.

  2. Halo Bapak/Ibu, Perkenalkan, saya Fatania, calon mahasiswa tahun 2026. Saya ingin memohon bantuan dan pertimbangan untuk dapat diusulkan melalui jalur Aspirasi KIP Kuliah. Saya berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas dan sangat berharap bisa melanjutkan pendidikan tinggi. Saat ini saya mengalami kendala pada data desil sehingga proses KIP Kuliah reguler menjadi terhambat, padahal saya sudah mengikuti proses seleksi di perguruan tinggi. Apabila masih terdapat kesempatan atau kuota jalur aspirasi, saya sangat berharap Bapak/Ibu berkenan mempertimbangkan dan memberikan arahan mengenai persyaratan maupun prosedurnya. Saya siap melengkapi seluruh dokumen yang dibutuhkan. Atas perhatian dan bantuan Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.

  3. Menyarankan sebaiknya ada media informasi yang menginfokan progress waktu pencairan beasiswa ini, jadi ada kejelasan meski hanya estimasi tgl.

Lihat semua aspirasi