PARLEMENTARIA, Jakarta – Komisi X DPR RI menyambut baik kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang mengubah sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Salah satu inovasi dalam kebijakan ini adalah penambahan jalur prestasi non-akademik, yang memberikan kesempatan bagi siswa aktif di organisasi seperti OSIS dan Pramuka untuk masuk melalui jalur kepemimpinan.
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengapresiasi kebijakan ini sebagai langkah maju dalam mengakui peran siswa dalam organisasi sekolah. Menurutnya, jalur kepemimpinan ini akan mendorong lebih banyak siswa untuk aktif berorganisasi, mengasah keterampilan kepemimpinan, serta meningkatkan rasa tanggung jawab dan kemandirian sejak dini.
"Peran aktif siswa dalam organisasi seperti OSIS dan Pramuka tidak hanya membentuk karakter mereka, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim yang sangat penting di dunia akademik dan profesional. Dengan adanya jalur kepemimpinan dalam SPMB, kita memberikan apresiasi nyata bagi siswa yang telah berkontribusi dalam organisasi sekolah," ujar Hetifah dalam keterangannya, Senin (3/3/2025).
Lebih lanjut, legislator Fraksi Partai Golkar itu juga mengapresiasi kebijakan 12 perguruan tinggi negeri (PTN) yang membuka jalur penerimaan tanpa tes bagi pengurus OSIS dan Pramuka. Sejumlah universitas seperti IPB University, Universitas Airlangga (Unair), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan lainnya kini menawarkan jalur prestasi khusus bagi siswa dengan pengalaman kepemimpinan di sekolah.
"Kami sangat mendukung inisiatif PTN yang memberikan peluang lebih luas bagi siswa yang aktif dalam organisasi sekolah untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa tes. Ini adalah bentuk pengakuan terhadap kepemimpinan dan kontribusi mereka di lingkungan sekolah. Saya berharap ke depan semakin banyak perguruan tinggi yang mengadopsi kebijakan serupa," jelasnya.
Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan semakin banyak siswa yang termotivasi untuk aktif dalam organisasi sekolah, mengembangkan jiwa kepemimpinan, serta mendapatkan akses lebih luas ke pendidikan tinggi. Komisi X DPR RI akan terus mendukung kebijakan pendidikan yang inklusif dan memberikan kesempatan bagi siswa berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik, untuk meraih masa depan yang lebih baik.
*) sumber : dpr.go.id

Assalamualaikum Salam Sejahtera untuk ibu .... Ibu ......adakah wadah penggiat untuk para wanita2 ataupun ibu2 agar hati rasa mereka bisa terdengarkan?terkadang wanita harus tetap harus stabil menjaga kewarasan mereka demi stabilitas Rumah tangga tanpa mereka harus terdengar pula seperti apa pilu mereka. ...tampak sederhana ibu .....akan tetapi wanita ataupun ibu adalah pondasi kokohnya regenarasi yg maju ..... Ibu......ketika wanita punya wadah untuk bisa hanya didengar maka kelola rasa mereka akan Restart kembali hingga segala perencanaan untuk kestabilan pengelolaan Runah tangga akan lebih Efesiensi lagi Kami berharap Ibu dapat mewujudkan mimpi kami untuk kami ada wadah tsb Wassalamualaikum Salam Sukses Selalu Ibu.....????????
1 . "Saya berharap program beasiswa terus ditingkatkan, informasinya lebih terbuka, dan kuota ditambah agar lebih banyak anak Kaltim bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi." 2."Kehidupan hari ini terasa semakin berat bagi banyak orang: harga kebutuhan naik, kesempatan belum sama bagi semua, dan banyak yang masih berjuang demi masa depan. Saya berharap kehidupan ke depan lebih adil — setiap orang bisa bekerja dengan tenang, kebutuhan terjangkau, dan setiap anak punya kesempatan belajar tanpa terhalang biaya. Semoga kebaikan tumbuh, sesama saling peduli, dan hidup menjadi lebih ringan bagi kita semua. Keluarga saya kurangmampu malah dapa dsil 5 kenapa bisah begini
1 . "Saya berharap program beasiswa terus ditingkatkan, informasinya lebih terbuka, dan kuota ditambah agar lebih banyak anak Kaltim bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi." 2."Kehidupan hari ini terasa semakin berat bagi banyak orang: harga kebutuhan naik, kesempatan belum sama bagi semua, dan banyak yang masih berjuang demi masa depan. Saya berharap kehidupan ke depan lebih adil — setiap orang bisa bekerja dengan tenang, kebutuhan terjangkau, dan setiap anak punya kesempatan belajar tanpa terhalang biaya. Semoga kebaikan tumbuh, sesama saling peduli, dan hidup menjadi lebih ringan bagi kita semua