Suara Bumi Etam
Lagu Indonesia Raya pun mulai Dilupakan
DISKUSI Tribun Kaltim kembali digelar. Kali ini menghadirkan anggota DPR RI Komisi X DR Hetifah MPP. Diskusi rutin yang berlangsung di ruang rapat redaksi dihadiri perwakilan pemerintah, aktivis LSM, ormas kepemudaan, tokoh masyarakat, dan mahasiswa. Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan Sardjono pun hadir. Berikut rangkuman hasil diskusi kemarin:
SESUAI Bidang Komisi X DPR RI, yakni Pendidikan, Pariwisata, Budaya, Perpustakaan, Pemuda, dan Olahraga, diskusi pun diawali dengan pembahasan soal pendidikan di Indonesia, khususnya Balikpapan. Masalah Ujian Nasional (UN), Sekolah RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional), anggaran pendidikan, hingga persoalan etika kebangsaan guru dan anak didik menjadi topik pembahasan yang cukup seru.
Sebagian peserta diskusi mengusulkan perlunya sistem pendidikan yang mengutamakan etika, moral, dan nilai-nilai kebangsaan bagi siswa. "Sekarang ini nilai-nilai etika, moral, dan semangat kebangsaan mulai ditinggalkan. Anak didik hanya dipacu agar pintar ilmu pengetahuan dan teknologi, sementara pelajaran moral sangat minim," ujar Kashariyanto, Ketua Umum PP KPMKT.
Bahkan, begitu diabaikan masalah nilai-nilai kebangsaan sekarang guru dan anak didik pun mulai melupakan lagu kebangsaan Indonesia Raya. "Ada sekolah di Balikpapan ini yang tidak pernah mengajarkan atau mengenalkan lagu Indonesia Raya. Ini kan memprihatinkan sekali," kata Kashariyanto.
Hal senada diungkapkan Hendra Prasetya, Ketua Litbang PIPESDAM. Menurutnya, tujuan pendidikan tidak semata-mata menciptakan anak didik yang pintar ilmu pengetahuan, tanpa dilandasi etika, moral, dan nilai-nilai kebangsaan. Para guru sebagai teladan anak didiknya harus bisa menjadi contoh yang baik. "Saya justru setuju jika pelajaran Pendidikan Moral Pancasila dihidupkan kembali," tuturnya.
Untuk menggugah kembali semangat kebangsaan, Hendra mengusulkan ada lomba cerdas cermat tentang Pancasila dan etika, moral, serta nilai-nilai kebangsaan. Pesertanya bisa guru-guru atau pun para generasi muda.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan Sardjono mengaku kaget jika ada sekolah di Balikpapan yang tidak mengenalkan lagu Indonesia Raya kepada anak didiknya. "Saya akan cek sekolah tersebut. Biasanya setiap upacara hari Senin, lagu Indonesia Raya tetap dinyanyikan," katanya.
Hetifah, anggota DPR RI mendukung usulan dan masukan peserta diskusi terkait pembenahan sistem pendidikan di Indonesia. "Masukan ini sangat baik dan nanti akan kami sampaikan ke Kementerian Pendidikan. Etika, moral dan semangat kebangsaan perlu ditanamkan kepada anak didik sejak dini," ujar wakil rakyat dari Dapil Kaltim ini.
Hetifah juga mendukung program pendidikan yang dicanangkan Pemkot Balikpapan, yakni pendidikan berbasis tenaga kerja. "Setiap daerah punya keunggulan, saya kira sudah tepat jika sistem pendidikan di Balikpapan berbasis kejuruan," tandasnya.

Beasiswa
Saya tumbuh di lingkungan yang membuat saya sadar, pendidikan bukan hadiah, tapi jalan. Karena itu saya tidak mau berhenti di tengah. Kalau diberi beasiswa, saya akan pakai waktu dan tenaga untuk belajar sungguh-sungguh. Bukan hanya untuk nilai, tapi supaya nanti saya bisa balik dan ngasih manfaat ke orang-orang yang dulu dukung saya. Saya percaya, ilmu yang baik itu ilmu yang dibagikan. Dan saya ingin jadi salah satu orang yang membuktikannya.
*Aspirasi Saya* Saya ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi agar dapat meningkatkan ilmu dan keterampilan. Dengan beasiswa ini, saya berharap bisa belajar dengan tenang tanpa memikirkan kendala biaya. Setelah lulus, saya ingin menggunakan ilmu yang saya dapat untuk bekerja dan membantu keluarga serta masyarakat di lingkungan saya. Saya akan berusaha belajar sebaik mungkin dan menjaga nama baik penerima beasiswa. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan.