Mahasiswa Minta Rektor Unmul Beri Sanksi Tegas

Tribun Kaltim, Kamis, 28 Oktober 2010 SAMARINDA - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Mulawarman (BEM Unmul) Samarinda sangat menyesalkan aksi kekerasan yang dilakukan dosen Fakultas Ekonomi Unmul yang menampar mahasiswa hanya karena terlambat lima menit pada mata kuliah Metodologi Penelitian, Senin (25/10/2010). "Kami sangat menyesalkan kejadian ini, kami minta pihak rektor agar memberi sanksi tegas kepada dia (dosen) karena tindakan yang dilakukannya sangat-sangat tidak mendidik," tegas Ketua BEM Unmul, Ismoyo kepada Tribun, Kamis (28/10/2010). Meski kasus ini telah diselesaikan secara kekeluargaan, namun menurut Ismoyo, hukuman terhadap dosen yang melakukan tindakan kekerasan itu tetap diberlakukan."Sanksi yang diberikan harus maksimal, mulai dari skorsing hingga pemecatan,"ujar Ismoyo. Informasi yang dihimpun Tribun, kedua pihak pada Rabu (27/10) telah menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan di akademik. Laporan yang masuk di Polresta Samarinda juga sudah dicabut. "Kami sudah damai dan saya sudah mencabut laporan di Polisi, jadi sekarang tidak ada masalah lagi," ujar Dadang, orangtua mahasiswa korban tindakan kekerasan. Mendapat informasi bahwa kedua pihak telah damai, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Ali Hamdi menilai hal itu sebagai langkah tepat. Hanya saja kata dia, pihak Rektor perlu memberi warning (arahan) kepada seluruh dosen dan mahasiswa, agar kejadian serupa tidak terulang. "Semua dosen perlu diberi arahan agar bisa mengajar lebih arif. Mahasiswa juga demikian, harus dibimbing supaya menjadi mahasiswa yang baik dan sopan,"ujarnya. Apakah rektor perlu memberi sanksi bagi dosen yang melakukan tindakan kekerasan itu? Ali mengatakan, "Ya tentu, sesuai dengan kode etik di akademik. Kode etik itu harus diterapkan," ungkapnya. Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Hj Encjik Widyani menambahkan, kasus ini harus menjadi pelajaran berharga bagi Universitas Mulawarman yang menjadi ujung tombak perguruan tinggi di Kaltim. "Ini pelajaran bagi mereka (Unmul), apalagi kasus ini sudah terekspos secara luas oleh media," ungkapnya. Encjik berharap, sebagai tenaga pendidik, dosen hendaknya bisa berpikir lebih dewasa dan arif. "Jangan lagi kita mengedepankan emosi dalam proses belajar mengajar, tapi kita harus bisa mengendalikan emosi. Posisikan mahasiswa sebagai orang dewasa," ujarnya. Kepada mahasiswa, Encjik,berpesan jadilah mahasiswa yang disiplin dan taat pada aturan. "Jangan lagi menjadi mahasiswa yang suka menentang dan berbuat anarkis, ucapnya. (Hasbi Anwar)

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Saya mengajukan beasiswa aspirasi Ibu Hetifah karena saya memiliki tekad kuat untuk menyelesaikan pendidikan SMA/SMK dengan baik meskipun keluarga saya sedang mengalami kendala finansial. Orang tua saya bekerja sebagai [buruh bangunan], dan bantuan ini akan saya gunakan sepenuhnya untuk keperluan sekolah seperti [biaya praktik/seragam/transportasi], agar saya bisa lebih fokus belajar tanpa membebani orang tua

  2. Saya mengajukan beasiswa aspirasi Ibu Hetifah karena saya memiliki tekad kuat untuk menyelesaikan pendidikan SMA/SMK dengan baik meskipun keluarga saya sedang mengalami kendala finansial. Orang tua saya bekerja sebagai [buruh bangunan], dan bantuan ini akan saya gunakan sepenuhnya untuk keperluan sekolah seperti [ biaya praktik/seragam/transportasi], agar saya bisa lebih fokus belajar tanpa membebani orang tua

  3. Mau melakukan daftar ulang. Perubahan data anak saya , belum 100%. Karna saya tidak mengisi fb dan ig anak. Mau melakukan perubahan data ulang. Tp sudah tidak bisa karna sudah melebihi batas maksimal perubahan data, mohon solusinya

Lihat semua aspirasi