Mempermasalahkan Peran Guru

Menurut data Kementrian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), ternyata saat ini 68% sekolah di kota, kelebihan guru. Ironisnya 37% sekolah di desa dan 66% sekolah di daerah terpencil kekurangan guru. Inilah yang membuat komposisi guru tidak merata di sejumlah daerah. “Jadi sebenarnya yang bermasalah bukan jumlah guru, tetapi distribusi guru yang tak seimbang,” ujar Fasli Djalal dalam Konferensi Penelitian Mengenai Isu-Isu Tentang Anak di Indonesia yang diselenggarakan oleh Bappenas, Unicef, dan lembaga penelitian Semeru di Bidakara, Jakarta hari ini, Senin, 21 November 2010. Ketidakmerataan guru di kota dan di daerah tak lain, karena masalah pendapatan. Bukan rahasia lagi, menjadi guru di kota lebih menjanjikan daripada di desa, apalagi di daerah terpencil. Sebagai perbandingan, guru di kota besar seperti Jakarta mendapatkan gaji dan tunjangan yang jauh lebih besar daripada di kota lain. Dengan kota “tetangganya” saja, Bekasi, pendapatan guru di Jakarta lebih besar. Tak heran banyak guru yang dulu mengajar di Bekasi lebih suka pindah mengajar di kota Jakarta hanya gara-gara ingin mendapatkan pendapatan yang besar. Dalam konfrensi yang dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk anggota DPR RI ini, Fasli memaparkan permasalahan peran guru. Selain komposisi guru tidak merata, persoalan lain adalah soal kualitas guru. Bahwa dari 2.783.321 guru yang ada sekarang, 500 ribu guru pendidikan mereka hanya setara SMA, bahkan sebagian tidak lulus SPG atau SGA. Inilah yang menjadi PR pemerintah di tahun 201o.

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Assalamualaikum bu izin bertanya kira kira kalau atap seng rumah habis bocor sampai habis lantai yang terbuat dari papan jadi rapuh,ingin merenovasi mandiri tapi terkendala biaya,apakah ada pembagian atap seng gratis????????

  2. Assalamualaikum... ibu, perkenalkan sy idman, warga kabupaten paser. Selamat Ulang Tahun ibu, Semoga ibu sll dalam perlindungan dan Rahmat Allah SWT, sehat dan sukses dunia akhirat.. Aamiin.. mohon maaf dan izin ibu menyampaikan via IG dan FB, anak2 kami yg bersekolah di MAN IC Paser, ada 5 orang siswa-siswi yang memperoleh kesempatan dan terpilih sebagai peserta Program Madrasah Goes Abroad (MGA) Tahun 2026 dari Kementrian Agama RI, (pendampingan LoA dan Beas Siswa Luar Negeri). Kami berharap ibu sebagai wakil kami warga kaltim dapat memberikan doa dan dukungan untuk anak2 kami dari Paser untuk bisa melanjutkan kuliah keluar negeri. Terima kasih atas respon, doa dan bantuan Ibu.. ????????????

Lihat semua aspirasi