Berita
Pariwisata Indonesia Stagnan
Harus kita akui, dalam hal promosi dan publikasi pariwisata, Malaysia lebih unggul dibanding dengan Indonesia. Tagline Trully Asia jauh lebih membekas dibanding tagline Visit Indonesia. Meski destinasi Indonesia jauh lebih menarik dan banyak, namun Malaysia lebih unggul. Minimnya dana publikasi masih menjadi kendala utama pariwisata di Indonesia.
Setelah tegline Visit Indonesia, tak akan lama lagi, Kementrian Budaya dan Pariwisata (Kemenbudpar) akan mengeluarkan tagline baru, yakni Wonderfull Indonesia. Terlepas dari tagline baru tersebut, ternyata banyak masalah yang ada dalam pariwisata Indonesia, sehingga menyebabkan pariwisata Indonesia menjadi stagnan. Memang terjadi kenaikkan dalam kunjungan wisatawan, tetapi kenaikan tersebut tidak signifikan.
Masalah pertama tentang destinasi. Bahwa selama ini daerah kunjungan wisata masih itu-itu saja. Tidak berkembang. Ironisnya, daerah yang sebetulnya sudah tidak menjadi fokus utama, tetap digarap oleh pemerintah. Tak heran, wisatawan haya mengenal daerah seperti Bali, Bandung, atau Jakarta. Idealnya, pemerintah harus memetakan potensi pariwisata yang lain.
Selain destinasi, lembaga profesional yang bertugas menangani masalah promosi juga belum berjalan. Badan Promosi dan Pariwisata Indonesia (BPPI), begitu nama lembaga yang sebetulnya sudah direkomendasikan oleh Undang-Undang (UU). Mereka ini nantinya akan terdiri dari organisasi pariwisata, akademisi, maskapai penerbangan, dan profesional lain yang akan in charge menangani masalah promosi pariwisata.
Entah mengapa, lembaga ini belum juga terbentuk, padahal urgensi untuk mempromosikan pariwisata Indonesia di tahun 2011 sudah deadline. Konon kabar, calon-calon anggota BPPI ini lambat untuk memberikan curriculum vitae (CV). Keterlambatan ini menyebabkan jadwal fit and proper test anggota BPPI ini terhambat. Padahal pemerintah sudah menyediakan dana Rp 21 milyar untuk lembaga ini.
Masalah terakhir dalam periwisata Indonesia adalah belum tergarapnya pendidikan kepariwisataan Indonesia. Padahal pendidikan pariwisata itu penting. Hebatnya, lulusan sekolah ini tidak pernah menganggur. Sekadar info, saat ini baru ada 4 sekolah tinggi pariwisata di Indonesia. Sekolah tinggi ini berada di Bandung, Medan, Bali, dan Makassar.
Sekolah tinggi pariwisata ini menurut rencana akan ditingkatkan dari D-4 menjadi Strata 1, dimana nantinya akan dibuka program-program kunjungan ke luar negeri. Untuk sekolah tinggi ini, pemerintah sudah menyiapkan dana sebanyak Rp 165 milyar.

assalamualaikum ibu dewan, saya ingin mendapatkan bantuan pip, jessica lady pringgacela siswi smkn 4 balikpapan, orang tua berpenghasilan 3,5 jt perbulan, dan rumah kontrak
Kepada yth Bunda ,Mohon bantuannya Bunda , sudah lama saya mengamdi ke partai GOLKAR saya belum pernah saya di bantu ,,, kumohon kepala Bunda , bisa memperhatin dan merespon nya kepada saya dan saya punya Kartu GOLKAR bersama istri ku pada zaman tidak enak .
Asalamualaikum Ibu dewan yg terhormat,,,, kenapa program PIP untuk anak SMP di kukar tidak ada ada lagi,, khususnya SMPN O3 loa janan, desa tani bakti