Sindiran Pendidikan Nasional dalam Komik

Seorang bapak menasehati anaknya agar segera bersekolah. Kata sang bapak, dengan sekolah, anak bisa cepat mencari uang. Dengan naif, anak pun mengikuti perintah bapaknya untuk segera mengganti baju dengan seragam sekolah, komplit dengan topi sekolah. Di tengah jalan, ketika sedang menyeberang, ada seorang nenek yang juga hendak menyeberang. Awalnya, rasa kemanusiaan sang anak muncul. Ia menggandeng nenek itu, bermaksud menyeberangkan. Tetapi begitu sang anak melihat uang di jalan, ia lebih memilih uang. Sementara nenek yang tadi tangannya dipegang, ditinggalkan. Nenek itu dibiarkan tertabrak mobil. web10 Sindiran Pendidikan Nasional dalam Komik Sindirian lain yang digambar oleh Eko, dimana pola kekerasan juga kerapkali terjadi dalam prilaku pendidik. Salah satu kisah dari komik strip berjudul Guru Berdiri Murid Berlari hal 17 itu sungguh merupakan sindiran terhadap kondisi murid-murid sekolah di tanah air kita ini. Meski agak sedikit berlebihan, tetapi sang komikus Eko S. Bimantara berusaha memotret fakta pendidikan nasional dengan cara menyindir lewat komik. Bahwa murid-murid saat ini tidak lagi diberikan materi tentang pendidikan moral maupun pendidikan karakter. Di era keterbukaan ini, pendidikan nasional justru malah banyak menghasilkan murid-murid yang bermental kapitalis maupun matrialistik. Lihat lagi sindirian Eko di kisah lain di komik Guru Berdiri Murid Berlari ini hal 89. Nampak seorang kepala sekolah memberikan piala yang cukup besar kepada seorang murid yang mengharumkan sekolah, karena berhasil menjuarai lomba cerdas cermat. Baik sang murid maupun sang kepala sekolah bangga dengan prestasi ini. Namun kepala sekolah itu bingung, karena setelah mendapatkan piala, murid itu tidak beranjak dari tempat. “Kamu nunggu apa lagi?” tanya Kepala Sekolah. “Duit!” jawab sang murid. “Wah, juara hanya dapat trophy.” Begitu tahu juara cerdas cermat hanya mendapatkan trophy, murid itu langsung memberikan lagi piala yang besar itu ke Kepala Sekolah. Ia pergi meninggalkan Kepala Sekolah yang bingung dan berdiri mematung sambil memegang piala. web116 Sindiran Pendidikan Nasional dalam Komik PR seolah menjadi bayang-bayang yang menakutkan bagi murid-murid sekolah. Ironis, tetapi fakta di lapangan memang begitu. Bahwa pendidikan moral maupun karakter saat ini memang tak banyak diajarkan di bangku sekolah. Tidak heran jika murid-murid sekarang ini cenderung matrialistik. Semua diukur lewat uang, sehingga nilai-nilai sosial maupun semangat gotong royong yang dahulu dimiliki oleh bangsa Indonesia lambat laun hilang. Anggota DPR RI Dr. Hetifah Sajifudian, MPP dalam kesempatan terpisah juga menyesali kurikulum yang tidak memasukkan pembangunan karakter. Padahal, kata Hetifah, pendidikan karakter itu sangat penting, mengingat generasi sekarang ini karakter keindonesiaan mereka mulai luntur. Oleh karena itu, di tahun-tahun mendatang, orientasi pembelajaran di sekolah harus seimbang. “Orientasi pembelajaran harus menyeimbangkan pengembangan intelektual dengan pengembangan karakter,” papar Hetifah yang dikenal sebagai anggota DPR RI Komisi X ini. Menurut Hetifah, ia tidak masalah jika metode belajar-mengajar selama ini harus dirombak total guna keseimbangan tersebut. Hal tersebut semata-mata demi pendidikan nasional dan tentu saja mengajarkan kembali karakter keindonesiaan yang belakangan mulai memudar. web216 Sindiran Pendidikan Nasional dalam Komik Lagi-lagi masalah kekerasan fisik yang seringkali dialami murid di sekolah. Sindiran-sindiran dalam komik terbitan Gradien Mediatama (Yogyakarta) ini seharusnya menjadi cermin bagi dunia pendidikan kita. Eko sendiri membuat karya ini berdasarkan pengalama pribadi. Dalam kata pengantarnya, ia sadar sekolah merupakan salah satu lingkungan yang sangat besar pengaruhnya terhadap prilaku mental dan pola pikir seseorang. Tulis Eko, sedikit banyaknya prilaku pendidik, akan mempengaruhi pula tindak tanduk dan hasil belajar peserta didik (output). Itulah yang membuat guru atau tenaga pendidik menjadi sebuah pekerjaan atau profesi yang tidak mudah. Namun komikus kelahiran Jakarta, 30 Mei 1988 ini percaya, bahwa satu hal yang benar-benar sangat perlu dibenahi paling awal di negara kita ini adalah dunia pendidikan.

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Gimana caranya daftar beasiswa hetifak ,sudah daftar tp blm pernah dapat sama sekali.terima kasih bu

  2. Yth. Ibunda Hetifah Assalamualaikum. Mohon mf sbelumnya Ibu. Saya adalah seorang tenaga pendidik (SMKswasta ) di Samarinda. Selama SPMB berlangsung sekolah kami cuma mendapat 5 siswa . Dimana sekolah kami ada 4 jurusan. Jumlah siswa dari kelas X,XI,dan XII hanya 55 orang siswa. Ketika tidak smpai 60 siswa maka insentif kami akan diputus atau tidak dbayarkan lagi. Ibu mohon bantuannya, karena piring nasi kami ada di sekolah Ibu. Semoga ibu bisa membaca dan bisa langsung merespon kami. Terima kasih Ibu pendidikan.

  3. Yang kami hormati Ibu Hetifah Sjaifudin Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Timur. Perkenankan saya, Desmus Erysa, S.P., selaku Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Berau, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta komitmen Ibu dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Kalimantan Timur. Melalui kesempatan ini, kami ingin menyampaikan aspirasi sekaligus memohon dukungan terhadap pelaksanaan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Bulutangkis Kabupaten Berau Tahun 2026. Kegiatan ini merupakan agenda penting PBSI Kabupaten Berau dalam rangka meningkatkan prestasi atlet, memperluas pembinaan usia dini, menjaring bibit-bibit atlet potensial, serta mempersiapkan atlet menghadapi berbagai kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional. Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda melalui nilai-nilai sportivitas, disiplin, kerja keras, dan semangat persatuan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah melalui keterlibatan pelaku UMKM serta meningkatnya aktivitas masyarakat selama pelaksanaan kejuaraan. Sehubungan dengan hal tersebut, kami memohon kiranya Ibu Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Timur dapat memberikan dukungan, baik berupa bantuan pembiayaan maupun fasilitasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga pelaksanaan Kejuaraan Bulutangkis Kabupaten Berau dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Kami berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan secara profesional, transparan, dan akuntabel serta memastikan bahwa setiap bentuk dukungan yang diberikan dimanfaatkan secara optimal demi kemajuan olahraga bulutangkis di Kabupaten Berau. Demikian aspirasi ini kami sampaikan. Besar harapan kami agar usulan ini dapat menjadi perhatian dan memperoleh dukungan dari Bapak/Ibu. Atas perhatian dan kerja sama yang baik, kami mengucapkan terima kasih. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hormat kami, Desmus Erysa, S.P. Ketua PBSI Kabupaten Berau

Lihat semua aspirasi