LPI Tidak Ada Istilah Bayar Wasit

Akhirnya 17 klub melakukan deklarasi berdirinya Liga Primer Indonesia (LPI). Ke-17 klab tersebut adalah Persema Malang, PSM Makassar, PSPS Pekanbaru, Semen Padang, Persibo Bojonegoro, dan Arema Indonesia. Selain klub-klub yang sebelumnya berasal dari Liga Super Indonesia (LSI), LPI juga diikuti empat klub Divisi Utama dan tujuh klub baru. Klub-klub itu adalah PSMS, Medan dan Chiefs, Persebaya, Persis, Semarang, United, dan Bogor Raya FC. Menurut perwakilan konsorsium LPI Widjajanto, tiga klub LSI lain akan menyusul menandatangani LPI ini, yakni Persisam Samarinda, Persiba Balikpapan, dan Deltras Sidoarjo. Penandatanganan ketiga klub tersebut diharpkan sebelum digulirkan kompetisi LPI pada 8 Januari mendatang dan berakhir pada Oktober 2011. Bergulirnya kompetisi LPI ini tak lain untuk memperbaiki persepakbolaan nasional yang semakin terpuruk. Selain itu, LPI merupakan bentuk kreativitas dalam pencarian dana untuk sepakbola. Sekadar info, selama ini salah satu penyebab tidak berkembangnya kompetisi sepakbola di Indonesia, karena klub-klub tergantung pada dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBD). Menurut anggota DPR RI Komisi X Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP, kreativitas dalam pencarian dana itu penting, sehingga tidak semata menggandalkan APBD. Hal tersebut diungkapkan wakil rakyat daerah pemilihan Kalimantan Timur (Kaltim) ini ketika berkunjung ke Kaltim Post beberapa waktu lalu, ketika menangani tentang kemelut pendanaan di Persisam Putra Samarinda. “Kita paham itu tak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Tapi olahraga rakyat tentu bukan sekadar sepak bola, masih ada cabang lain,” ungkap Hetifah. “Apalagi mesti dipahami juga bahwa anggaran itu masih harus dibagi untuk beberapa sektor yang mendesak,” lanjutnya. Legislator perempuan ini melihat potensi besar Samarinda, juga beberapa daerah lain di Kaltim, yang berpeluang menjadi sumber pendanaan klub. “Cukup banyak perusahaan yang beroperasi di sini, itu yang mesti dimaksimalkan,” tegas Hetifah. Menurut General Manager Bidang Liga LPI Arya Abhiseka, pihaknya akan memberi bantuan awal kepada 20 klub peserta LPI agar mencapai kemandirian dan tidak bergantung lagi pada APBD. “LPI akan menjadi kompetisi yang jujur,” tambah pengusaha Arifin Panigoro yang dikenal sebagai pencetus LPI. “Tidak ada istilah bayar wasit. Ini tidak bisa ditawar-tawar.”

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Saya tumbuh di lingkungan yang membuat saya sadar, pendidikan bukan hadiah, tapi jalan. Karena itu saya tidak mau berhenti di tengah. Kalau diberi beasiswa, saya akan pakai waktu dan tenaga untuk belajar sungguh-sungguh. Bukan hanya untuk nilai, tapi supaya nanti saya bisa balik dan ngasih manfaat ke orang-orang yang dulu dukung saya. Saya percaya, ilmu yang baik itu ilmu yang dibagikan. Dan saya ingin jadi salah satu orang yang membuktikannya.

  2. *Aspirasi Saya* Saya ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi agar dapat meningkatkan ilmu dan keterampilan. Dengan beasiswa ini, saya berharap bisa belajar dengan tenang tanpa memikirkan kendala biaya. Setelah lulus, saya ingin menggunakan ilmu yang saya dapat untuk bekerja dan membantu keluarga serta masyarakat di lingkungan saya. Saya akan berusaha belajar sebaik mungkin dan menjaga nama baik penerima beasiswa. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan.

Lihat semua aspirasi