UN Kaltim Harus Lebih Baik

BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id  - Anggota Komisi X DPR RI asal Kaltim, Hetifah Sjaifudian, mengucapkan selamat kepada para siswa yang akan mulai melaksanakan Ujian Nasional (UN) Senin (18/4) besok. Hetifah juga mengingatkan kepada segenap pihak yang terlibat dalam persiapan UN di Kaltim benar-benar berupaya mensukseskan UN. Menurut Hetifah, hasil pengawasan Komisi X DPR RI tahun lalu di berbagai daerah, banyak ditemukan kecurangan. Dari banyak kasus yang ditemui yang paling menonjol adalah kebocoran soal yang terjadi secara sistemik. “Tidak perlu ada kecurangan selama UN. Sekolah dan guru justru harus mendorong siswa untuk dapat lulus dengan kemampuannya sendiri. Jangan memberi contoh tidak baik dengan memberikan atau membantu jawaban siswa hanya demi mencapai kelulusan,” ujar Hetifah yang juga menekankan pembangunan karakter serta budaya kejujuran dan kedisiplinan melalui UN. Untuk mengantisipasi kecurangan, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) akan melakukan uji petik dalam pelaksanaan UN 2011  untuk melihat kredibilitas penyelenggaraan ujian. Mengenai pengawasan,Komisi X DPR juga menyatakan komitmennya untuk membantu dengan terjun langsung ke lapangan selama reses April– Mei nanti.Komisi X DPR juga akan membuka pintu bagi masyarakat yang ingin melaporkan kejadian pelanggaran selama UN berlangsung. Hasil pengawasan dan laporan masyarakat ini akan dijadikan bahan evaluasi Komisi X untuk UN mendatang. Menurut data Kemendiknas,  UN 2010 lalu, Kaltim menempati rangking pertama jumlah sekolah yang siswanya tidak ada yang lulus. Sebanyak 39 sekolah seluruh siswanya tak lulus. Diperingkat kedua propinsi Sulawesi Utara sebanyak 26 sekolah. “Tentu catatan ini harus bisa diperbaiki. Kaltim harus lebih baik lagi dari tahun sebelumnya,” kata Hetifah. Tidak lagi Veto Kelulusan Penentuan kelulusan ujian nasional 2011 akan menggunakan sistem penilaian terpadu. Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) telah menetapkan sebuah formula baru untuk menentukan lulus tidaknya seorang anak didik. Peraturan Mendiknas No 45 Tahun 2010 tentang kriteria kelulusan peserta didik pada SMP, SMA, dan yang sederajat menetapkan, nilai akhir yang menentukan kelulusan siswa dihitung dari 60% nilai UN ditambah dengan 40% nilai sekolah. Ada unsur baru dalam formula itu, yakni nilai sekolah yang dihitung berdasar rata-rata nilai rapor semester dan ujian sekolah. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendiknas, Mansyur Ramly mengungkapkan formula baru itu ditetapkan dengan mempertimbangkan masukan-masukan dari masyarakat. Intinya UN tidak lagi dapat memveto kelulusan siswa, yakni dengan ikut mempertimbangkan komponen proses dan hasil penilaian guru. Kemendiknas menjadwalkan UN utama SMA tahun ini pada 18–21 April, sedangkan ujian susulannya dilakukan pada 25–28 April dan pengumuman hasil ujian pada 16 Mei. Sementara untuk tingkat SMP dilakukan pada 25–28 April dengan ujian susulannya pada 3-6 Mei dan pengumuman pada 4 Juni. (*)
sumber: http://kaltim.tribunnews.com/2011/04/17/hetifah-un-kaltim-harus-lebih-baik
Penulis : Sumarsono
Editor : Sumarsono

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Assalamu'alaikum wr wb Yth, Ibu Hetifah. Program Beasiswa PIP' ibu sangat-sangat membantu sekali untuk meringankan sedikit beban para wali murid(orang tua) di dalam kebutuhan pendidikan sekolah anak. Kami bersyukur teryata masih ada orang baik perwakilan masyarakat seperti ibu Hetifah yang peduli pada masyarakat. "Semoga Ibu Sekeluarga Senantiasa diberikan Kesehatan serta Selalu Dilindungi ALLAH SWT. aaaminnn ya Robb" Disini' saya hanya ingin sedikit berbagi bercerita mengenai anak saya yang masih duduk di bangku SD yang sudah pernah mendapatkan bantuan beasiswa dari ibu. Sungguh senang dia sehingga bisa beli sepatu walau sederhana dan uangnya cukup. Karena selama ini sepatu yang digunakannya setiap hari sekolah selalu bergantian dengan adeknya. Berhubung dia sang kaka masuk siang jadi bergantian dengan adeknya yang sekolahnya masuk pagi. Kami selaku orang tua menyadari hal ini bukan berarti kami tidak bisa membelikan nya sepatu, namun kami lebih mengutamakan biaya buat makan sekeluarga itu aja sudah cukup. Karna kami bertahun-tahun tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap, saya hanyalah buruh bangunan yang terkadang ada kerjaan yang tak menentu. Yang menjadi beban kami" Kami masih memiliki sangkutan kepada pihak sekolah karna belum bisa melunasi uang makan anak saya yang pertama Lulusan SMA, sehingga ijazah nya pun masih tertahan disekolah. Padahal putra kami sangat ingin sekali melanjutkan sekolahx dengan kuliah di universitas...sehingga kini terpaksa harus terhenti sejenak oleh hambatan itu. Terima Kasih dan Hormat Kami Sekeluarga Buat Ibu Hetifah. Yang sekiranya sudah mau membaca hingga akhir tulisan pesan ini sebagai sedikit cerita pengalaman keluarga kami ini kepada Ibu.

  2. Assalamualaikum,,bisa bantu kami para pekerja potograper buk..kami para pekerja seni di bidang jasa saat ini sangat kesulitan untuk mencari biaya buat membeli alat untuk pekerjaan kami di karnakan semakin mahalnya alat elektronik sekarang..

  3. Assalamu'alaikum bunda saya punya anak sdh 2 th ini lulus SMK tadinya mau melanjutkan kuliah tp blm ada biaya kira2 kalo mendaftar beasiswa kuliah bisa gk bunda, trs bagaimana caranya, mhn bantuan nya biar anak saya bisa masuk kuliah ????

Lihat semua aspirasi