Berita Suara Bumi Etam
JPIP Kaltim Gelar Malam Anugerah Otonomi Award 2011 (www.kaltimpost.com, 2 Mei 2011)
SAMARINDA - Semangat untuk mempercepat reformasi dalam segala hal, khususnya di bidang birokrasi pemerintahan merupakan sesuatu yang juga patut mendapat perhatian, dan telah didorong oleh manajemen The Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP) Area Kaltim melalui program Monitoring dan Evaluasi Otonomi Daerah (Monev Otoda) yang diikuti pemberian penghargaan Anugerah Otonom Award setiap tahun.
Monev Otoda memberikan umpan balik bahwa sejauhmana penyerahan kewenangan kepada daerah sudah sesuai hakikatnya guna memperbaiki tata kelola pemerintahan, peningkatan kesejahteraan dan partisipasi masyarakat secara lebih bermakna.
“Kegiatan JPIP Kaltim ini sesuatu yang layak dihargai, karena ada dampak positif dalam mendorong kemajuan,” kata anggota DPR RI asal Kaltim Ny Hetifah Saifudian kepada media ini, kemarin, terkait rencana JPIP Area Kaltim menggelar Seminar dan Malam Anugerah Otonomi Award 2011, di Samarinda, akhir Mei nanti.
Menurut Hetifah, adalah tepat pula jika daerah yang telah terbukti dengan sungguh-sungguh melakukan pembenahan dan perbaikan, maka layak mendapat penghargaan, sekaligus menjadi rujukan bagi pembuatan kebijakan di level provinsi maupun pusat sehingga replikasi inovasi akan semakin meluas.
Menurut Hetifah, JPIP Kaltim harus lebih aktif memberikan masukan bagi perubahan kebijakan dan memberikan asistensi pada daerah yang serus ingin menerapkan inovasi dan pembenahan.
“Jika diperlukan, JPIP Kaltim dapat memperluas dan mempererat kerjasama dengan perguruan tinggi dan organisasi kemasyarakatan,” kata Hetifah memberikan pandangan.
Salah satu contoh, menurut Hetifah, menyangkut perubahan kebijakan, atau adanya rencana revisi UU Pemerintahan Daerah atau Undang-undang Perimbangan Keuangan. Kajian yang digarap JPIP Kaltim melalui Monev Otoda dapat disumbangkan kepada pemerintah, atau misalnya, hal-hal apa yang diperlukan daerah untuk meningkatkan kemandirian dan kapasitasnya.
Anggota DPD RI Kaltim Bambang Susilo mengatakan, kegiatan JPIP Kaltim dengan program Monev Otoda dan pemberian anugerah Otonomi Award setiap tahun merupakan langkah cemerlang dan konkret. Yang paling penting adalah bagaimana makna penghargaan ini benar-benar menjadi pendorong semangat menuju tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, menuju upaya meningkatan kesejahteraan, keadilan, dan kemakmuran rakyat Kaltim secara keseluruhan.
Dalam konteks peran ini, lanjut Bambang Susilo, JPIP Kaltim hendaknya tetap transparan dan aktif melakukan koreksi dalam menjalankan kegiatannya tanpa pandang bulu.
Mengenai tingkat keberhasilan otonomi daerah di Kaltim selama ini, menurut Bambang Susilo, dari sisi fisik lumayan berhasil, tapi di lain hal belum berhasil, salah satu contohnya, angka kemiskinan relatif masih cukup tinggi.
Direktur JPIP Area Kaltim Sofyan Masykur mengatakan, persiapan kegiatan Seminar Sehari dan Malam Anugerah Otonomi Award 2011, akhir Mei ini di Samarinda terus dimatangkan, salah satunya melengkapi dan melakukan verifikasi data dari kota dan kabupaten, termasuk data-data terkait dengan kinerja DPRD kota dan kabupaten se-Kaltim yang masih kurang.
Malam Anugerah Otonomi Award, merupakan apresiasi tertinggi terhadap kepala daerah di 14 kota dan kabupaten di Kaltim dalam mendorong kemajuan bagi daerah dan warganya berdasarkan parameter dan indikator pencapaian yang sudah ditentukan. Sejumlah undangan dari pejabat pusat setingkat menteri, ketua DPR RI dan Ketua DPD RI, para kepala daerah di Kaltim, wakil rakyat, tokoh masyarakat, termasuk dari kalangan kampus, dunia usaha, instansi pemerintah perorangan, dan umum.
Selain Malam Anugerah, JPIP kaltim juga menggelar Seminar Sehari dengan mengangkat tema yang masih aktual sekarang, yakni, Pemberantasan Korupsi versus Upaya Mendorong Inovasi. Pembicara yang diundang seperti Jaksa Agung, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepala BPK RI, Kepala BPKP RI, Kapolda Kaltim, Gubernur Kaltim, dan ICW.
Manajemen JPIP Area Kaltim dalam melaksanakan Monev Otoda di Kaltim membagi dalam dua kelompok parameter, yaitu parameter utama dan paramater khusus. Peramater utama terdiri dari; 1) kemajuan kehidupan ekonomi, 2) peningkatan pelayanan publik, dan 3) perbaikan performa politik. Sedangkan parameter khusus dapat berubah disesuaikan dengan kondisi terkini saat monev dilaksanakan. Tahun 2005 dan 2009/2010 parameter khusus mencakup; 1) pengelolaan lingkungan hidup, dan 2) pengentasan kemiskinan. Sedangkan untuk Tahun 2011 ini parameter khusus, mencakup: 1) pengelolaan lingkungan hidup, dan 2) kinerja legislatif atau DPRD kota dan kabupaten. (as)

saya berharap program Beasiswa Ibu Hetifah dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga semakin banyak pelajar yang terbantu untuk melanjutkan pendidikan. Program ini bukan hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus berusaha menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan bermanfaat bagi masyarakat
ini sngat membantu bagi siswa untuk mendapatkan fasilitas atau peralatan sklh
pendapat saya ini bisa menjadi bantuan yg sngat berguna