“Tamu Tak Diundang” di Resepsi Pernikahan Tak Mungkin Batal walau Dilanda Banjir

 Tamu Tak Diundang di Resepsi Pernikahan Tak Mungkin Batal walau Dilanda Banjir Cinta sudah sampai ke pelaminan. Walau banjir mengadang, resepsi tetap harus jalan. Inilah secuil kisah dari Samarinda, saat genangan air menjadi "tamu tak diundang" dalam pernikahan dua sejoli, Ferry Fadly-Nurhabiatul ASlamiah. Sabtu (11/1). Dwi Farisa Putra Wibowo Hujan hanya menyapa Kota Tepian sebentar, kemarin. Tepatnya pada Sabtu (11/1) dini hari. Lepas itu, pagi hingga sore Samarinda diguyur sinar mentari. WAlau begitu, banjir tetap saja menggenangi Jalan dr. Sutomo, Gang 4 B, Nomor 34 RT 33, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu. Banjir inilah yang jadi "tamu tak diundang" saat resepsi Fery dan Nurhabiatul. Acara sudah disusun. Undangan sudah disebar. Jadi, tak mungkin batal hanya karena genangan air. Mau tak mau, tamu yang datang harus menyingsingkan sebagian celana atau rok mereka. "Baru pertama kali ini banjirnya sampai siang, biasanya cepat surut disini", ujar Arbani ayah pengantin perempuan. Arbani tak sedikit pun kecewa, meski acara berlangsung di atas genangan air itu. Antusias tamu juga tak berkurang.  Seperti tak ada apa-apa. Sanak saudara, kerabat di luar daerah seperti dari Tenggarong dan Balikpapan tetap hadir dan buat suasana tetap meriah. "Keramaiannya enggak berkurang walau banjir" ucapnya. Hanya saja, paginya pengantin perempuan harus digendong naik motor saat akad nikah. Ini untuk gaunnya yang panjang basah.  Tamu Tak Diundang di Resepsi Pernikahan Tak Mungkin Batal walau Dilanda Banjir Pasangan pengantin kemarin juga kedatangan Anggota DPR RI Dapil Kaltim Hetifah. Cukup beralasan Hetifah, hadir sebab Ferry adalah adik dari staf Hetifah. Saat datang Hetifah harus dibonceng motor untuk menghindari genangan air di gang. Di lokasi acara dia melepas alas kaki, seperti tamu lain, berjalan di genanagan air menuju pelaminan. "Ibu-ibu banyak enggak mau lama-lama pas banjir tapi biasa saja" ujar anggota Komisi V DPR RI itu. Fery sendiri merasa tak sedikit pun mereka terganggu dengan kondisi itu. "Ya ini kan anugerah, toh bukan sepi acara kami. Tetap saja ramai" ujar Fery. Hanya, dia tak mengira saat resepsi terjadi banjir. Sebab, beberapa hari lalu, kondisi Samarinda sempat panas, walau dua hari lalu hujan sempat mengguyur dengan lebat. (far/k10) dimuat di harian Kaltim Post Minggu 12 Januari 2014

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

Lihat semua aspirasi