DPR Minta Pemerintah Segera Sahkan DOB Kabudaya

  VIVA.co.id – Anggota Komisi II DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan, 21 desa yang berada dalam sengketa batas negara Indonesia dengan Malaysia bagian Sabah berstatus outstanding boundary problem (OBP) atau belum disepakati batas demarkasinya (bermasalah). Oleh karenanya, mayoritas masyarakat yang terdampak masih mengeluhkan soal akses jalan yang buruk, pendidikan, kesehatan, keamanan, dan kebutuhan bahan pokok yang masih dipasok oleh pihak Malaysia. Untuk itu, DPR meminta pemerintah pusat segera mengesahkan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Bumi Dayak Perbatasan (Kabudaya). Tentu saja, kata Hetifah, hal itu akan dikoordinasikan dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dan Badan Pengelola Daerah (BPP). "Kita juga terus mengawal pembentukan DOB Kabudaya. Kita juga akan terus mengingatkan Kementerian dan berbagai lembaga yang untuk saat ini sudah menyatakan komitmennya," kata Hetifah, Jumat 25 November 2016. Lebih jauh, Anggota Tim Pengawas Pembangunan Daerah Perbatasan ini mengungkapkan, kalau pihaknya akan memperjuangkan masyarakat Kalimantan Utara untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS) setelah terjadi pemekaran yang sebelumnya Kalimantan Timur. Sebab, Kalimantan Utara sendiri sudah bisa mengangkat PNS setelah mendapat keistimewaan. Meski, lanjut Hetifah, bukan berarti Kalimantan Utara anti terhadap orang luar daerah. "Kita tetap mau PNS itu anak-anak Kaltara yang berpotensi," kata Politisi Golkar ini. *) sumber : Viva news

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Assalamualaikum bu izin bertanya kira kira kalau atap seng rumah habis bocor sampai habis lantai yang terbuat dari papan jadi rapuh,ingin merenovasi mandiri tapi terkendala biaya,apakah ada pembagian atap seng gratis????????

  2. Assalamualaikum... ibu, perkenalkan sy idman, warga kabupaten paser. Selamat Ulang Tahun ibu, Semoga ibu sll dalam perlindungan dan Rahmat Allah SWT, sehat dan sukses dunia akhirat.. Aamiin.. mohon maaf dan izin ibu menyampaikan via IG dan FB, anak2 kami yg bersekolah di MAN IC Paser, ada 5 orang siswa-siswi yang memperoleh kesempatan dan terpilih sebagai peserta Program Madrasah Goes Abroad (MGA) Tahun 2026 dari Kementrian Agama RI, (pendampingan LoA dan Beas Siswa Luar Negeri). Kami berharap ibu sebagai wakil kami warga kaltim dapat memberikan doa dan dukungan untuk anak2 kami dari Paser untuk bisa melanjutkan kuliah keluar negeri. Terima kasih atas respon, doa dan bantuan Ibu.. ????????????

Lihat semua aspirasi