DPR Tolak KPU Gunakan Dana CSR

  Jakarta- Anggota Komisi II DPR Hetifah Sjaifudian menyebut sejumlah keputusan yang disepakati dalam rapat antara DPR, KPU, Bawaslu dan Depdagri Selasa (22/8) malam. Hal yang disepakati di antaranya PKPU tentang pilkada di daerah istimewa dan khusus. “Pasal 27 PKPU tersebut mengatur ketentuan syarat pencalonan orang asli Papua di Papua. DPR dan pemerintah menyepakati agar syarat tersebut diserahkan ke Majelis Rakyat Papua (MRP) dengan merujuk UU 21/2001 tentang Otonomi Papua,” jelas Hetifah. Politisi Golkar itu menambahkan, masih berkenaan dengan PKPU tentang Pilkada di daerah istimewa dan khusus, Pasal 10 yang mengatur syarat Pilkada di Aceh harus memerhatikan UU 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh. Terkait dengan PKPU tentang sosialisasi dan partisipasi masyarakat. Pada pasal 16 mengatur bahwa pendidikan pemilih yang dilakukan KPU dapat menggunakan dana CSR seperti BUMN, BUMD, BUM swasta dan lainnya. “Tapi ketentuan ditolak anggota DPR karena ditakutkan dapat mengurangi kemandirian KPU sebagai penyelenggara Pemilu. Salah satu yang dicontohkan adalah pendidikan pemilih dengan fasilitas Rumah Pintar Pemilu yang dibuat KPU. Jika ini didanai CSR, dikhawatirkan mengurangi kemandirian KPU,” katanya. *) sumber : beritasatu

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Assalamualaikum Salam Sejahtera untuk ibu .... Ibu ......adakah wadah penggiat untuk para wanita2 ataupun ibu2 agar hati rasa mereka bisa terdengarkan?terkadang wanita harus tetap harus stabil menjaga kewarasan mereka demi stabilitas Rumah tangga tanpa mereka harus terdengar pula seperti apa pilu mereka. ...tampak sederhana ibu .....akan tetapi wanita ataupun ibu adalah pondasi kokohnya regenarasi yg maju ..... Ibu......ketika wanita punya wadah untuk bisa hanya didengar maka kelola rasa mereka akan Restart kembali hingga segala perencanaan untuk kestabilan pengelolaan Runah tangga akan lebih Efesiensi lagi Kami berharap Ibu dapat mewujudkan mimpi kami untuk kami ada wadah tsb Wassalamualaikum Salam Sukses Selalu Ibu.....????????

  2. 1 . "Saya berharap program beasiswa terus ditingkatkan, informasinya lebih terbuka, dan kuota ditambah agar lebih banyak anak Kaltim bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi." 2."Kehidupan hari ini terasa semakin berat bagi banyak orang: harga kebutuhan naik, kesempatan belum sama bagi semua, dan banyak yang masih berjuang demi masa depan. Saya berharap kehidupan ke depan lebih adil — setiap orang bisa bekerja dengan tenang, kebutuhan terjangkau, dan setiap anak punya kesempatan belajar tanpa terhalang biaya. Semoga kebaikan tumbuh, sesama saling peduli, dan hidup menjadi lebih ringan bagi kita semua. Keluarga saya kurangmampu malah dapa dsil 5 kenapa bisah begini

  3. 1 . "Saya berharap program beasiswa terus ditingkatkan, informasinya lebih terbuka, dan kuota ditambah agar lebih banyak anak Kaltim bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi." 2."Kehidupan hari ini terasa semakin berat bagi banyak orang: harga kebutuhan naik, kesempatan belum sama bagi semua, dan banyak yang masih berjuang demi masa depan. Saya berharap kehidupan ke depan lebih adil — setiap orang bisa bekerja dengan tenang, kebutuhan terjangkau, dan setiap anak punya kesempatan belajar tanpa terhalang biaya. Semoga kebaikan tumbuh, sesama saling peduli, dan hidup menjadi lebih ringan bagi kita semua

Lihat semua aspirasi