Kisah Ombilin di Sawahlunto Diharap Dicontoh Daerah Lain

JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyambut baik penetapan tambang batu bara masa kolonial Ombilin di Sawahlunto, Sumatra Barat sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Hetifah berharap dengan penetapan tersebut dapat menjadi edukasi bagi daerah lain dalam mengelola lokasi tambang.

"Kita ingin ini jadi pembelajaran di wilayah lain di di Indonesia dan dunia. Bagaimana mengelola lingkungan dan area tambang itu agar tidak seperti daerah yang dieksploitasi. Jadi bukan peninggalan yang positif tapi peninggalan yang negatif," kata Hetifah pada Republika.co.id, Sabtu (6/7).

Ia mencontohkan di wilayah Kalimantan Timur, banyak tempat yang menjadi tambang batu bara. Namun, ia menilai pengelolaannya tidak baik sehingga tidak menarik dan justru berbahaya bagi masyarakat sekitar.

"Tambang itu mungkin banyak juga yang menjadi pelajaran bagi daerah lain misalnya daerah di Kaltim, kan banyak tambamg batu bara yang mungkin dibiarkan terbengkalai," kata dia.

Ia mengatakan, di Sawahlunto tambang batu bara zaman kolonial bisa dimanfaatkan sebagai tempat wisata bahkan menjadi warisan budaya dunia. Ia berharap, wilayah pertambangan lain bisa menirunya sehingga daerah tambang yang berpotensi menjadi kota mati bisa dikembangkan sebagai lokasi wisata dan pusat sejarah serta budaya.

Menurut dia, daerah-daerah pertambangan seharusnya bisa dikelola sebagai tempat yang berwawasan lingkungan. Sehingga, bukan hanya manfaat ekonomi yang didapat namun masyarakat juga mendapatkan manfaat dalam bentuk budaya.

"Nah efek sejarahnya itu harus jadi pembelajaran. Daerah tambang di daerah lain harus dikelola dengan cara yg berkelanjutan dan berwawasan lingkungan," kata dia lagi.

*) sumber : republika.co.id

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Halo Bapak/Ibu, Saya ingin memohon bantuan dan pertimbangan untuk dapat diusulkan melalui jalur Aspirasi KIP Kuliah. Saya berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas dan sangat berharap bisa melanjutkan pendidikan tinggi. Saat ini saya mengalami kendala pada data desil sehingga proses KIP Kuliah reguler menjadi terhambat, padahal saya sudah mengikuti proses seleksi di perguruan tinggi. Apabila masih terdapat kesempatan atau kuota jalur aspirasi, saya sangat berharap Bapak/Ibu berkenan mempertimbangkan dan memberikan arahan mengenai persyaratan maupun prosedurnya. Saya siap melengkapi seluruh dokumen yang dibutuhkan. Atas perhatian dan bantuan Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.

  2. Halo Bapak/Ibu, Perkenalkan, saya Fatania, calon mahasiswa tahun 2026. Saya ingin memohon bantuan dan pertimbangan untuk dapat diusulkan melalui jalur Aspirasi KIP Kuliah. Saya berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas dan sangat berharap bisa melanjutkan pendidikan tinggi. Saat ini saya mengalami kendala pada data desil sehingga proses KIP Kuliah reguler menjadi terhambat, padahal saya sudah mengikuti proses seleksi di perguruan tinggi. Apabila masih terdapat kesempatan atau kuota jalur aspirasi, saya sangat berharap Bapak/Ibu berkenan mempertimbangkan dan memberikan arahan mengenai persyaratan maupun prosedurnya. Saya siap melengkapi seluruh dokumen yang dibutuhkan. Atas perhatian dan bantuan Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.

  3. Menyarankan sebaiknya ada media informasi yang menginfokan progress waktu pencairan beasiswa ini, jadi ada kejelasan meski hanya estimasi tgl.

Lihat semua aspirasi