Menularkan Semangat di Daerah Lain

“Bu, bisa nggak saya jadi anggota DPR?” Pertanyaan itu dilontarkan oleh Umar, siswa SMP Asah Pena, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Pertanyaan tersebut langsung disambut tawa dan tepuk tangan mereka yang hadir pada Jumat (6/8) lalu di Balai Belajar di Rumah Dinas Wakil Walikota Balikpapan, jalan Ruhui Rahayu. Umar adalah satu dari 322 anak yang dididik secara homeschooling di Asah Pena. Sekolah alternatif yang diperuntukan untuk anak-anak kurang beruntung ini didirikan pada 2007. Adalah Yohana Palupi Arita yang menggagas sekaligus menjadi pimpinan Asah Pena ini. Beliau saat ini dikenal sebagai istri Wakil Walikota Balikpapan H. Rizal Effendi. web110 Menularkan Semangat di Daerah Lain Peserta didik di Asah Pena terdiri dari anak-anak yang tidak punya waktu untuk belajar di sekolah formal. Biasanya anak-anak ini membantu orangtua mereka saat mencari nafkah, entah itu di pasar maupun di jalan raya. Selain anak-anak pekerja, juga anak-anak tak mampu dan putus sekolah. Di awal pendirian, Arita mengaku sempat ragu-ragu. Ia bimbang apakah sekolah aternatif ini bisa eksis, mengingat iklan di Balikpapan dianggap kondusif. Sekolah-sekolah banyak dan dekat dari perumahan penduduk. Alasan itulah yang membuat Arita menolak usulan pembuatan sekolah alternatif. web213 Menularkan Semangat di Daerah Lain “Saya katakan saat itu homeschooling tidak bermanfaat,” ucap Arita mencoba mengingat. “Namun ketika saya berkunjung ke pasar dan melihat anak-anak banyak yang tidak sekolah, padahal saat itu waktunya sekolah, hati saya miris.” Tidak hanya di pasar. Begitu didata, anak-anak yang tidak beruntung di Balikpapan ternyata mencapai 600-an anak. Meski begitu, Arita masih ragu-ragu. Sebab, berbicara mengenai pendidikan anak, tidak cukup sampai tingkat dasar, tetapi harus terus dilanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal tersebut butuh pendidik sekaligus pendanaan yang tidak sedikit. “Akhirnya saya setuju mendirikan sekolah alternatif. Mereka toh anak-anak kita, anak-anak Balikpapan, anak-anak Indonesia juga,” kata Arita. web6 Menularkan Semangat di Daerah Lain Beruntunglah, Arita juga disokong penuh oleh Dinas Pendidikan Daerah (Dispenda). Dua wakil dari Dispenda, yakni Hendrik dan Asgem, menyokong penuh rintisan sekolah alternatif Asah Pena. Pendidik dan psikolog Seto Mulayadi pun turut membantu, khususnya dalam menyusun kurikulum homeschooling. Dalam rangka kunjungan perorangan reses masa persidangan IV tahun 2009-2010, anggota DPR RI Komisi X Dr. Ir. Hetifah Sjaifudin, MPP menyempatkan diri berkunjung ke Asah Pena. Kebetulan pada Jumat (6/8) itu, di rumah dinas Wakil Walikota Balikpapan diselenggarakan acara dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) dan HUT Kemerdekaan RI ke-65. Acara tersebut diberi judul “Kami Anak Indonesia Ingin Mandiri”. web42 Menularkan Semangat di Daerah Lain “Pendidikan alternatif seperti ini luar biasa dan perlu diselenggarakan, mengingat pendidikan belum merata dan dirasakan oleh semua anak,” komentar Hetifah. “Namun kita berharap, pemerintah sesuai janji Presiden RI di Hari Anak Nasional kemarin, bahwa akan memprioritaskan anak-anak marjinal dan penyandang cacat dalam perolehan pendidikan.” Hetifah bangga, Asah Pena bisa menampung cukup banyak anak-anak yang tidak beruntung ini untuk merasakan pendidikan. Ia pun salut, anak-anak yang memiliki kemampuan ekstra bisa disalurkan ke beberapa lembaga, dimana selama ini siswa-siswi yang memenuhi persyaratan akan diberikan pelatihan di Samarinda. Terakhir, beberapa siswa dilatih untuk ketrampilan menjahit, elektrik, mekanik, dan tata rias. Mereka masuk ke boarding school selama 4 bulan. “Semoga usaha yang dilakukan bu Arita dan teman-teman di Asah Pena bisa menularkan semangat di daerah-daerah lain, khususnya di Kaltim,” pesan Hetifah yang dikenal sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kaltim.

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. saya berharap program Beasiswa Ibu Hetifah dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga semakin banyak pelajar yang terbantu untuk melanjutkan pendidikan. Program ini bukan hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus berusaha menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan bermanfaat bagi masyarakat

  2. ini sngat membantu bagi siswa untuk mendapatkan fasilitas atau peralatan sklh

Lihat semua aspirasi