Bocah 11 Tahun Gantung Diri Gara-Gara Tidak Bisa Sekolah: Bukti Kurang Perhatian Pemerintah

Peristiwa tragis tersebut membuat geram anggota DPR RI Komisi X Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian MPP. Betapa tidak, bisa-bisanya bocah yang baru berusia 11 tahun nekad mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri, gara-gara malu tidak bisa sekolah. “Kejadian itu bukti kurangnya atensi pihak berwenang,” ujar Hetifah yang membawahi bidang pendidikan dan generasi muda di Komisi X ini. “Kurangnya atensi pemerintah pada masalah ini membuat banyak anak dari keluarga miskin tidak mendapatkan jaminan memperoleh pendidikan.” Seperti diberitakan di beberapa media, Mohamad Basyir (11) tewas gantung diri di pasar penampungan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (14/7). Jasad Basyir ditemukan ibunya Sri Sariah di sebuah warung tidak jauh dari rumahnya. Diduga, Basyir nekad bunuh diri karena malu setelah keinginan sekolah tidak bisa dipenuhi lagi oleh orangtuanya. Selama ini orangtua Basyir hanya pedagang kecil di pasar. Mereka tidak sanggup membiayai anaknya sekolah. Orangtua Basyir tidak mengangka jika ia nekad mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri. “Sudah saatnya pemerintah bener-bener peduli, bahwa orang-orang miskin di Indonesia harus mendapatkan affirmative action (perlakuan khusus-pen) dalam pendidikan,” tegas Hetifah. “Biaya sekolah bukan sekadar biaya masuk, tapi juga termasuk buku, seragam, ongkos transport.” Tambah Hetifah, kalau pun ada program untuk orang-orang miskin seperti beasiswa, tetapi terkadang tidak tepat sasaran. Beasiswa seringkali diberikan kalau anak sudah masuk, itupun melalui proses yang tidak sepenuhnya terbuka dan terinformasikan bagi yang membutuhkan.

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. assalamualaikum ibu dewan, saya ingin mendapatkan bantuan pip, jessica lady pringgacela siswi smkn 4 balikpapan, orang tua berpenghasilan 3,5 jt perbulan, dan rumah kontrak

  2. Kepada yth Bunda ,Mohon bantuannya Bunda , sudah lama saya mengamdi ke partai GOLKAR saya belum pernah saya di bantu ,,, kumohon kepala Bunda , bisa memperhatin dan merespon nya kepada saya dan saya punya Kartu GOLKAR bersama istri ku pada zaman tidak enak .

  3. Asalamualaikum Ibu dewan yg terhormat,,,, kenapa program PIP untuk anak SMP di kukar tidak ada ada lagi,, khususnya SMPN O3 loa janan, desa tani bakti

Lihat semua aspirasi