Wakil Ketua Komisi X DPR RI: Fesma 2019 Bukti Potensi Wisata Kaltim

Jakarta,- Gong tanda dibukanya Festival Mahakam (Fesma) XIX resmi digaungkan Jumat malam, 1 November 2019 lalu di Amphiteater Tepian Samarinda, oleh perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Tim Pelaksana Calender of Events 2019, Raseno Arya. 

Gelaran yang turut dihadiri tamu dari Latvia dan Sri Lanka ini menampilkan budaya mereka disambut langsung Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang, serta Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. 

Sejumlah 37 kegiatan bakal mengisi gelaran tiga hari, 1-3 November 2019 itu. Dengan mengangkat tema "Semarak Festival Rakyat" tersebut kembali masuk dalam agenda 100 Calendar of Event (CoE) 2020. 

Festival di Samarinda berhasil masuk CoE bersama dengan Balikpapan dan Kutai Kartanegara (Kukar). "Selain menjadi tantangan, perlu juga diingat even seni dan budaya tiap daerah di Kaltim juga tidak cuma tiga itu saja," sebut Hetifah. 

Ia menuturkan, masuknya event Fesma tahun 2020 kedalam CoE Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif merupakan sebuah presentasi yang patut dibanggakan. 

Hal itu, menurutnya, selaras dengan tantangan dalam menunjukan bahwa belakangan Kaltim sangat berkomitmen untuk meningkatkan kualitas kepariwisataan. 

"Pariwisata itu konsepnya harus berkelanjutan. Tahun depan perlu inovasi lagi. Promosinya bukan hanya untuk orang Samarinda saja, tetapi dari seluruh Kaltim kalau bisa di nasional," kata Hetifah. 

Dalam hal tersebut, Politisi Partai Golkar ini menyebutkan meliputi hal  penampilan, kekompakan, pemasaran sampai kesiapan dari UMKM serta sektor perhotelan dan transportasi. 

Belum lagi soal ditunjuknya Kaltim sebagai Ibu Kota Negara (IKN). Selain menjadi dorongan, isu tersebut juga bisa menjadi modal besar menyedot jumlah pengunjung untuk datang. 

"Kan pasti penasaran seperti apa sih Kaltim, calon ibu kota negara. Manfaatin aja buat modal menarik wisatawan," kata dia. 

"IKN baru juga bisa menjadi perhatian untuk Kaltim," imbuh Hetifah. 

Adanya bandara juga sangat baik. Kemudahan berkunjung juga menjadi manfaat dalam hal promosi. 

"Tinggal harga saja yang perlu stabil. Tiap maskapai harus bisa memastikan harga tiket," tandas wanita berjilbab itu. 

Lebih lanjut, sebagai Komisi X itu mengungkapkana akan memperjuangkan banyak hal kedepannya.

Semisal meningkatkan kualitas tiap detinasi dan Sumber Daya Manusia (SDM) di dalam sektor kepariwisataan "Pelayanan di hotel bagaimana, pelayanan Tour Guide dan banyak lagi," ucapnya. 

Selain itu, ia juga bakal mengusahakan Menteri Wisnutama untuk melihat langsung Kaltim dari dekat. 

"Biar dia bisa melihat langsung setiap potensi yang kita punya," tukasnya. 

Yang terpenting, hubungan tiap-tiap stakeholder terus terjalin. 

"Yang penting harus semangat membangun harus ada tiap kepala daerahnya. Saya optimis," tutup dia.

*) sumber : klikkaltim

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Apakah wajar pemungutan uang iuran untuk bangku meja belajar untuk ank skolah negri. Dengan dalih TDK cukup kursi n meja nya

  2. Assalamu'alaikum wr wb Yth, Ibu Hetifah. Program Beasiswa PIP' ibu sangat-sangat membantu sekali untuk meringankan sedikit beban para wali murid(orang tua) di dalam kebutuhan pendidikan sekolah anak. Kami bersyukur teryata masih ada orang baik perwakilan masyarakat seperti ibu Hetifah yang peduli pada masyarakat. "Semoga Ibu Sekeluarga Senantiasa diberikan Kesehatan serta Selalu Dilindungi ALLAH SWT. aaaminnn ya Robb" Disini' saya hanya ingin sedikit berbagi bercerita mengenai anak saya yang masih duduk di bangku SD yang sudah pernah mendapatkan bantuan beasiswa dari ibu. Sungguh senang dia sehingga bisa beli sepatu walau sederhana dan uangnya cukup. Karena selama ini sepatu yang digunakannya setiap hari sekolah selalu bergantian dengan adeknya. Berhubung dia sang kaka masuk siang jadi bergantian dengan adeknya yang sekolahnya masuk pagi. Kami selaku orang tua menyadari hal ini bukan berarti kami tidak bisa membelikan nya sepatu, namun kami lebih mengutamakan biaya buat makan sekeluarga itu aja sudah cukup. Karna kami bertahun-tahun tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap, saya hanyalah buruh bangunan yang terkadang ada kerjaan yang tak menentu. Yang menjadi beban kami" Kami masih memiliki sangkutan kepada pihak sekolah karna belum bisa melunasi uang makan anak saya yang pertama Lulusan SMA, sehingga ijazah nya pun masih tertahan disekolah. Padahal putra kami sangat ingin sekali melanjutkan sekolahx dengan kuliah di universitas...sehingga kini terpaksa harus terhenti sejenak oleh hambatan itu. Terima Kasih dan Hormat Kami Sekeluarga Buat Ibu Hetifah. Yang sekiranya sudah mau membaca hingga akhir tulisan pesan ini sebagai sedikit cerita pengalaman keluarga kami ini kepada Ibu.

Lihat semua aspirasi