Suara Bumi Etam
Potensi Wisata di Balikpapan Masih Bisa Dikembangkan
TRIBUN KALTIM/SUMARSONO
Anggota Komisi X DPR RI DR Hetifah MPP mengunjungi Kebun Raya Balikpapan.
Selasa, 30 Maret 2010 | 21:30 WITA
BALIKPAPAN - Banyak potensi objek wisata di Balikpapan masih bisa dikembangkan untuk meningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Demikian dikemukakan anggota DPR RI DR Hetifah MPP saat ditemui di sela-sela melakukan kunjungan ke sejumlah objek wisata di Balikpapan.
Wakil rakyat dari Partai Golkar Daerah Pemilihan Kaltim ini, kemarin mengunjungi Waduk Manggar, Kebun Raya Balikpapan, Agro Salak Km 20, Kawasan Wisata dan Pendidikan Lingkung Hidup (KWPLH) Km 23, serta perkampungan nelayan di Manggar Baru, Balikpapan Timur.
"Ternyata banyak objek wisata di Balikpapan ini yang masih bisa dikembangkan. Saya yakin kalau potensi wisata ini dikelola dengan baik dan terencana, banyak wisatawan yang datang," ujar anggota Komisi X yang membidangi pendidikan, pariwisata, budaya, pemuda, dan perpustakaan.
Hetifah tampak begitu terpesona begitu memasuki kawasan Kabun Raya Balikpapan dan KWPLH yang di dalamnya terdapat satwa langka Beruang Madu. Di Kebun Raya Balikpapan, Hetifah menyempatkan menanam bibit pohon Meranti Merah. "Lokasinya tidak jauh dari kota. Apalagi dekat juga dengan Hutan Lindung Sungai Wain yang merupakan hutan primer. Objek wisata alam biasanya banyak diminati turis asing," tuturnya.
Sebagai anggota DPR RI Komisi X, Hetifah akan mendorong pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata untuk membantu pengembangan wisata di Balikpapan. Dia juga menyarankan Pemkot Balikpapan mengembangkan potensi wisata berbasis masyarakat. "Kebun salak ini kan bisa dikelola menjadi wisata agro, sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi petani salak sekaligus PAD," kata Hetifah.
Dikemukakan, lokasi Kebun Raya Balikpapan, Agro Salak, dan KWPLH yang berdekatan bisa dijadikan kawasan wisata terpadu. Para wisatawan yang datang bisa melihat keindahan alam dan satwa langka di Kaltim, sekaligus menikmati buah salak hasil petani setempat. "Site plan yang dibuat Pemkot sudah bagus, tinggal bagaimana perencanaan pelaksanaan ke depan, sehingga bisa terealisasi," tandasnya.
Saat berkunjung ke Kampung Nelayan, Manggar Baru, Hetifah pun langsung tertarik akan kebersihan dan keindahan kampung yang berada di pesisir pantai tersebut. "Tempat ini bisa dikembangkan jadi "Kampung Wisata"," ujarnya. Menurutnya, kampung yang bersih dan hijau dengan view pantai nan indah bisa jadi unggulan menarik wisatawan.
Dia menyarankan dibangun fasilitas memancing atau rumah makan khusus menjajakan hasil nelayan. Hetifah khawatir, jika kawasan pantai tersebut tidak dikelola masyarakat, maka tidak menutup kemungkinan akan dikuasai investor asing. (son)

Beasiswa
Saya tumbuh di lingkungan yang membuat saya sadar, pendidikan bukan hadiah, tapi jalan. Karena itu saya tidak mau berhenti di tengah. Kalau diberi beasiswa, saya akan pakai waktu dan tenaga untuk belajar sungguh-sungguh. Bukan hanya untuk nilai, tapi supaya nanti saya bisa balik dan ngasih manfaat ke orang-orang yang dulu dukung saya. Saya percaya, ilmu yang baik itu ilmu yang dibagikan. Dan saya ingin jadi salah satu orang yang membuktikannya.
*Aspirasi Saya* Saya ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi agar dapat meningkatkan ilmu dan keterampilan. Dengan beasiswa ini, saya berharap bisa belajar dengan tenang tanpa memikirkan kendala biaya. Setelah lulus, saya ingin menggunakan ilmu yang saya dapat untuk bekerja dan membantu keluarga serta masyarakat di lingkungan saya. Saya akan berusaha belajar sebaik mungkin dan menjaga nama baik penerima beasiswa. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan.