Hetifah Siap Datangkan Komisi X ke Balikpapan

DISKUSI Tribun Kaltim kembali digelar. Kali ini menghadirkan anggota DPR RI Komisi X DR Hetifah MPP. Diskusi rutin yang berlangsung di ruang rapat redaksi, Jumat (26/3) dihadiri perwakilan pemerintah, aktivis LSM, ormas kepemudaan, tokoh masyarakat, dan mahasiswa. Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan Sardjono pun hadir. Berikut rangkuman hasil diskusi: PROGRAM pendidikan di Balikpapan yang berbasis tenaga kerja menarik perhatian anggota Komisi X DPR RI DR Hetifah MPP. Menurutnya, program pendidikan berbasis tenaga kerja ini layak diadopsi (dicontoh) daerah lain. Apalagi, salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Balikpapan, yakni SMKN 1 menjadi sekolah model industri di Indonesia. "Kalau perlu, nanti dalam program kunjungan kerja Komisi, saya akan mengajak seluruh anggota Komisi X datang ke Balikpapan. Banyak hal yang bisa dipelajari, bahkan dicontoh dari Balikpapan, terutama untuk program pendidikannya," ujar wakil rakyat dari Partai Golkar Dapil Kaltim ini. Hetifah sangat setuju program pendidikan yang sejalan dengan kebutuhan kerja dan disesuaikan keunggulan masing-masing daerah. "Balikpapan sebagai kota perdagangan, jasa, dan industri tentu membutuhkan banyak lulusan siap kerja. Di Solo atau Yogya memiliki keunggulan kerajinan, maka dibentuk SMK model keterampilan," tutur Hetifah. Selain pendidikan, anggota Komisi X yang membidangi pendidikan, pariwisata, budaya, pemuda, dan perpustakaan ini juga tertarik dengan sektor wisata di Balikpapan. Hetifah pun menyempatkan diri mengunjungi sejumlah objek wisata, seperti Kebun Raya Balikpapan, Waduk Manggar, Agro Wisata "Salak" dan perkampungan wisata di Manggar Baru, Balikpapan Timur. "Masih banyak objek wisata di Balikpapan yang dibisa dikembangkan. Kami akan mencoba berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata agar ikut membantu pengembangan sektor wisata di Kaltim, khususnya Balikpapan," katanya. Hendra Prasetya, Direktur Taksi Kalung Mas menyambut baik komitmen Hetifah sebagai wakil rakyat Kaltim. "Tidak hanya Balikpapan. Sebenarnya banyak objek wisata di Kaltim yang memiliki nilai jual bagi wisatawan. Sayangnya promosi wisata masih kurang," kata pemerhati wisata ini. Dikemukakan, Bandara Sepinggan Balikpapan sebenarnya bisa menjadi media promosi wisata yang efektif. "Ribuan penumpang lewat Bandara Sepinggan. Kita tidak perlu jauh-jauh promosi wisata ke luar negeri, cukup di Balikpapan," tambahnya. Hendra pun berharap anggota Komisi X bisa ke Balikpapan. Sementara, M Asdar AS, Direktur TV Beruang mengatakan perlu keseriusan Pemerintah dalam menangani masalah pendidikan. "Sasaran pendidikan harus jelas mau dibawa ke mana. Tidak sekadar berbasis tenaga kerja, kalau perlu spesifikasi IT, sehingga akan menghasilkan lulusan yang ahli IT," kata Asdar. Balikpapan bisa menjadi penghasil ahli-ahli IT andal di Indonesia. Diskusi yang berlangsung satu setengah jam itu juga membahas persoalan kepemudaan, perpustakaan desa, pendidikan berbasis masyarakat, serta pembangunan di daerah perbatasan.

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Saya tumbuh di lingkungan yang membuat saya sadar, pendidikan bukan hadiah, tapi jalan. Karena itu saya tidak mau berhenti di tengah. Kalau diberi beasiswa, saya akan pakai waktu dan tenaga untuk belajar sungguh-sungguh. Bukan hanya untuk nilai, tapi supaya nanti saya bisa balik dan ngasih manfaat ke orang-orang yang dulu dukung saya. Saya percaya, ilmu yang baik itu ilmu yang dibagikan. Dan saya ingin jadi salah satu orang yang membuktikannya.

  2. *Aspirasi Saya* Saya ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi agar dapat meningkatkan ilmu dan keterampilan. Dengan beasiswa ini, saya berharap bisa belajar dengan tenang tanpa memikirkan kendala biaya. Setelah lulus, saya ingin menggunakan ilmu yang saya dapat untuk bekerja dan membantu keluarga serta masyarakat di lingkungan saya. Saya akan berusaha belajar sebaik mungkin dan menjaga nama baik penerima beasiswa. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan.

Lihat semua aspirasi