Kemendikbud Timbang Usulan Pengadaan Gawai untuk Siswa Tak Mampu

Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal mengkaji pengadaan gawai untuk siswa yang selama ini kesulitan pembelajaran daring. Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Hamid Muhammad mengatakan, memang banyak siswa yang terkendala pendidikannya karena tidak memiliki gawai.

"Untuk pengadaan gawai harus kita diskusikan lebih lanjut. Kalau semua anak yang tidak mampu disiapkan gawai itu artinya ada 18 jutaan (unit gawai) kita siapkan," kata Hamid dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RPDP) Kemendikbud dengan Komisi X DPR, Kamis, 9 Juli 2020.

Hamid menyebut, Kemendikbud harus terlebih dahulu melihat postur anggaran yang ada. Sebab, pengadaan gawai tersebut sudah barang tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit.

"Ini memang memerlukan anggaran cukup besar, oleh karena itu akan kami siapkan exercise dana yang dibutuhkan," ujarnya.

Baca:Pasal Guru dan Dosen Asing Tak Wajib Sertifikasi Dikritisi

Usulah pengadaan gawai ini datang dari Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian. Hetifah memandang pengadaan gawai bagi siswa yang kesulitan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sangat dimungkinkan.

"Kami juga berharap gawai ini diproduksi dalam negeri. Begitu juga selanjutnya bisa melanjutkan kerja sama dengan provider untuk akses internetnya," kata Hetifah.

*)sumber : Medcom

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Assalamualaikum bu izin bertanya kira kira kalau atap seng rumah habis bocor sampai habis lantai yang terbuat dari papan jadi rapuh,ingin merenovasi mandiri tapi terkendala biaya,apakah ada pembagian atap seng gratis????????

  2. Assalamualaikum... ibu, perkenalkan sy idman, warga kabupaten paser. Selamat Ulang Tahun ibu, Semoga ibu sll dalam perlindungan dan Rahmat Allah SWT, sehat dan sukses dunia akhirat.. Aamiin.. mohon maaf dan izin ibu menyampaikan via IG dan FB, anak2 kami yg bersekolah di MAN IC Paser, ada 5 orang siswa-siswi yang memperoleh kesempatan dan terpilih sebagai peserta Program Madrasah Goes Abroad (MGA) Tahun 2026 dari Kementrian Agama RI, (pendampingan LoA dan Beas Siswa Luar Negeri). Kami berharap ibu sebagai wakil kami warga kaltim dapat memberikan doa dan dukungan untuk anak2 kami dari Paser untuk bisa melanjutkan kuliah keluar negeri. Terima kasih atas respon, doa dan bantuan Ibu.. ????????????

Lihat semua aspirasi