Realitarakyat.com – Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menegaskan jika bahwa pendidikan karakter tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Ia menyampaikan bahwa peran keluarga, terutama ibu, sangat krusial sebagai pendidik pertama dan utama dalam kehidupan anak.
“Perempuan Indonesia bukan hanya penyangga keluarga, tapi juga pilar peradaban. Pendidikan karakter tidak dimulai di ruang kelas, tapi dari ruang makan, ruang doa, dan ruang hati keluarga Indonesia,” ujar Hetifah dalam keterangannya, Selasa (27/5).
Ia juga menegaskan pentingnya menanamkan tujuh kebiasaan dasar yang telah dicanangkan pemerintah melalui Kemendikdasmen: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur tepat waktu.
Kebiasaan-kebiasaan sederhana ini, menurut Hetifah, bila diterapkan secara konsisten di rumah dan sekolah, dapat menjadi fondasi kuat bagi masa depan anak-anak Indonesia.
“Kita tidak perlu menunggu program besar untuk membuat perubahan besar. Cukup mulai dari rumah sendiri—bangun pagi, siapkan sarapan bergizi, sempatkan doa, dan saling menyemangati,” tambahnya.
Dari sisi psikologi anak, Ratih Ibrahim, yang juga Ketua II Ikatan Psikolog Klinis Indonesia, menyampaikan bahwa rutinitas sehari-hari sangat menentukan kesehatan mental anak.
Ia menjelaskan bahwa kebiasaan positif seperti tidur cukup dan olahraga teratur dapat membantu anak membangun suasana hati yang stabil dan kemampuan mengelola stres sejak dini.
Ratih juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam menjaga konsistensi kebiasaan agar anak merasa aman dan tumbuh dengan percaya diri.
Senada dengan itu, Nisa Felicia, Direktur Eksekutif Pusat Pendidikan dan Kebijakan (PSKP), menyebut bahwa tujuh kebiasaan tersebut bukan sekadar pesan moral, tetapi merupakan bentuk intervensi nyata yang terbukti efektif dalam berbagai studi global.
Ia menekankan perlunya kebijakan pendidikan yang berpihak pada anak dan berbasis pada data. Menurutnya, jika keluarga dan komunitas bergerak bersama, Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara signifikan.
Hetifah Kembali menegaskan arah kebijakan pendidikan nasional yang lebih holistik—tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesehatan anak.
“Melalui keterlibatan aktif para orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan, menggarisbawahi satu pesan utama: masa depan bangsa ditentukan oleh kebiasaan harian yang dibangun dengan cinta, kesadaran, dan kebersamaan,” demikian Hetifah.
*) sumber: realitarakyat.com

can u help me
ok
Yth. Ibu Hetifah Sjaifudian, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dengan hormat, Semoga Ibu senantiasa berada dalam kesehatan yang baik dan penuh keberkahan dalam menjalankan tugas kedewanan. Kami, Putri Apriyanda Rahmadani dan Adlina Dania, siswi dari SMA Negeri 1 Bontang, tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti agenda *Jambore Generasi Hijau 2026*. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah kolaborasi pemuda Indonesia dalam merumuskan solusi nyata bagi isu-isu lingkungan kontemporer. Guna merealisasikan program dan keikutsertaan tersebut, kami memerlukan dukungan dari berbagai pihak yang memiliki visi selaras. Oleh karena itu, dengan penuh rasa hormat, kami bermaksud mengajukan permohonan bantuan anggaran kepada Ibu selaku tokoh masyarakat yang senantiasa konsisten mengawal aspirasi pemuda serta dunia pendidikan di Kalimantan Timur. Detail mengenai estimasi biaya dan linimasa kegiatan telah kami lampirkan dalam proposal diatas pesan ini.