Selasa, 22 Juli 2008
BANDUNG, (PRLM) - Untuk menggaet anak muda berpartisipasi aktif dalam pilwalkot Bandung, planolog Ir. Hetifah Sj. Siswanda, MPP, PhD menyarankan agar KPU melakukan sosialisasi yang kreatif, inovatif, dengan ditempatkan di tempat-tempat populer.
“Sementara itu, kebijakan yang telah dilakukan KPU kota Bandung saat ini lebih banyak mengarah ke iklan politik saja,” ujar Hetifah saat menghadiri Pilwalkot Bandung yang bertemakan “Pilih dengan Hati Nurani Jauhi Politik Uang” di Aula Redaksi Pikiran Rakyat, Jln. Soekarno-Hatta, Bandung, Selasa (22/7).
Menurut Hetifah, perlu diperbanyak diskusi ataupun debat substantif mengenai isu-isu seperti penangan pedagang kaki lima (PKL), Factory Outlet (FO), maupun perkembangan transportasi ataupun hal-hal yang menyebabkan pro dan kontra di Bandung.
Hetifah menyarankan agar KPU kota Bandung memberikan ruang besar untuk membuat debat-debat yang tidak dangkal, karena untuk pembacaan visi dan misi di DPRD bentuknya hanya untuk diperdengarkan dan tidak ada bantahan.
Selain itu, Hetifah menyarankan agar penempatan tempat pemungutan suara (TPS) di tempat-tempat populer, seperti mall agar membuat kesan pilwalkot lebih fun (menyenangkan-red.).
Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Kota Bandung, Benny Mustofa mengatakan bahwa upaya efektif dan optimal telah dilakukan KPU. Sosialisasi media komunikasi seperti Baligo, spanduk dan sebagainya sudah ditempatkan dibeberapa titik keramaian.
Selain itu, KPU sudah menyiapkan semacam iklan yang akan disampaikan lewat media massa mengenai identitas para calon pasangan Wali kota dan Wakil Wali kota sebagai dasar bagi masyarakat untuk memilih. (CA-169/CA-174/A-50)***

Anak saya kenapa ya bu gak pernah dapat, cuman sekali aja dapat nya
Mau lihat akun
Assalamu'alaikum wr wb semoga ibu Hetifah Sjaifudin selalu sehat & lancar dlm tugasnya.... Perjuangkan Bebas Biaya pendidikan dri TK sampai S,3...utk anak anak Kaltim