KALTIMPOST.ID-Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian menghadiri acara pisah sambut gubernur Kaltim di Pendopo Odah Etam, Samarinda, Jumat (07/03).
Acara itu menandai peralihan kepemimpinan dari Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik kepada Gubernur Kaltim yang baru, Rudy Mas’ud.
Dalam kesempatan itu, Hetifah menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi Akmal Malik selama menjabat sebagai Pj gubernur Kaltim.
“Pak Akmal telah menjalankan tugasnya dengan baik. Menjaga stabilitas daerah dan mendorong berbagai inisiatif pembangunan, termasuk dalam sektor pendidikan dan ekonomi. Atas nama masyarakat Kaltim, saya mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan kerja keras beliau,” ujar wakil rakyat asal Kaltim itu.
Politikus Partai Golkar itu juga menyambut baik kepemimpinan Rudy Mas’ud sebagai gubernur Kaltim baru
“Kaltim memiliki peran strategis sebagai masa depan Indonesia dengan keberadaan IKN. Saya berharap di bawah kepemimpinan Pak Rudy, pembangunan infrastruktur, peningkatan akses dan kualitas pendidikan, penciptaan lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat bisa dipercepat,” kata Hetifah.
Sebagai ketua Komisi X DPR yang membidangi pendidikan dan kebudayaan, Hetifah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) di Kaltim.
“Dengan adanya IKN, keperluan tenaga kerja berkualitas semakin meningkat. Saya berharap Pemprov Kaltim semakin memperkuat sektor pendidikan dan pelatihan vokasi. Agar masyarakat lokal benar-benar siap mengambil peran dalam pembangunan,” tambahnya.
Acara pisah sambut itu dihadiri berbagai tokoh daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kaltim, serta komponen masyarakat lainnya.
Selain serah terima jabatan gubernur, kegiatan juga mencakup peralihan kepemimpinan ketua TP PKK dan organisasi terkait. Acara diakhiri dengan buka puasa dan salat Tarawih bersama. Itu mencerminkan pentingnya kebersamaan dalam membangun Kaltim ke depan. (rd)
*) sumber : Kaltim Post

Beasiswa
Saya tumbuh di lingkungan yang membuat saya sadar, pendidikan bukan hadiah, tapi jalan. Karena itu saya tidak mau berhenti di tengah. Kalau diberi beasiswa, saya akan pakai waktu dan tenaga untuk belajar sungguh-sungguh. Bukan hanya untuk nilai, tapi supaya nanti saya bisa balik dan ngasih manfaat ke orang-orang yang dulu dukung saya. Saya percaya, ilmu yang baik itu ilmu yang dibagikan. Dan saya ingin jadi salah satu orang yang membuktikannya.
*Aspirasi Saya* Saya ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi agar dapat meningkatkan ilmu dan keterampilan. Dengan beasiswa ini, saya berharap bisa belajar dengan tenang tanpa memikirkan kendala biaya. Setelah lulus, saya ingin menggunakan ilmu yang saya dapat untuk bekerja dan membantu keluarga serta masyarakat di lingkungan saya. Saya akan berusaha belajar sebaik mungkin dan menjaga nama baik penerima beasiswa. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan.