Perkumpulan Politeknik Swasta rayakan Dies Natalis ke-3, bahas penguatan kampus berdampak dan siapkan lulusan untuk pasar kerja Eropa di hadapan Ketua Komisi X DPR RI dan dua Wakil Menteri.
Masa depan pendidikan vokasi Indonesia, khususnya dalam kerangka legislasi nasional, menjadi sorotan utama dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Perkumpulan Politeknik Swasta (PELITA) Indonesia. Kehadiran Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Hetifah Sjaifudian, menjadi magnet yang menegaskan betapa strategisnya posisi politeknik swasta dalam perumusan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas). Dalam acara yang juga merayakan Dies Natalis ke-3 PELITA Indonesia di Politeknik Industri ATMI Cikarang pada 20-21 Mei 2025, Hetifah mengupas tuntas peran vital politeknik sebagai pilar utama penyiapan talenta siap kerja.
Acara bergengsi ini tidak hanya dihadiri oleh Hetifah. Panggung Rakornas juga dimeriahkan oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Fauzan, serta Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani. Kehadiran para pemangku kebijakan tingkat tinggi ini menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah terhadap penguatan politeknik swasta sebagai kampus yang mampu menciptakan dampak nyata bagi industri dan perekonomian bangsa.
Merajut Kolaborasi untuk Dampak Nyata
Mengusung tema besar “Penguatan Politeknik Swasta sebagai Kampus Berdampak”, Rakornas ini sukses mengumpulkan 79 pimpinan dari 58 politeknik swasta se-Nusantara. Momen ini bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah peneguhan komitmen untuk berkolaborasi lebih erat.
"Agenda tahunan ini adalah bentuk syukur atas berbagai capaian dan kemajuan politeknik swasta di Indonesia," ujar Akhwanul Akmal, Ketua Umum PELITA Indonesia. "Kami ingin kolaborasi antar politeknik semakin kuat, sehingga mampu berkontribusi lebih signifikan bagi dunia usaha dan industri, serta bagi peningkatan perekonomian bangsa."
Semangat ini sejalan dengan pidato Prof. Fauzan, Wamen Diktisaintek, yang juga membahas tema serupa, menekankan pentingnya politeknik sebagai institusi yang lincah dan responsif terhadap kebutuhan industri.
Peta Jalan Pendidikan Vokasi dan Peluang Global
Diskusi dalam Rakornas menjadi semakin tajam dengan paparan dari para narasumber kunci. Sesi yang paling dinanti adalah pemaparan dari Hetifah Sjaifudian mengenai “Posisi Politeknik (Vokasi) dalam Rancangan Undang-undang Sisdiknas”. Topik ini sangat relevan karena RUU Sisdiknas akan menjadi payung hukum yang menentukan arah dan gerak pendidikan vokasi di masa depan. Keterlibatan langsung Ketua Komisi X memberikan harapan dan masukan strategis bagi para pimpinan politeknik.
Selain sorotan legislasi, Rakornas juga membuka wawasan global melalui beberapa sesi penting:
Peluang Kerja Luar Negeri: Dibawakan oleh Wamen P2MI, Christina Aryani, sesi ini membuka mata para peserta mengenai tantangan dan peluang besar bagi lulusan politeknik untuk bersaing di pasar kerja internasional.
Praktik Terbaik TEFA & PBL: T. Agus Sriyono, S.J, Direktur Politeknik Industri ATMI Cikarang, berbagi resep sukses implementasi Teaching Factory (Tefa) dan Project Based Learning (PBL) dalam menghasilkan lulusan berkualitas.
Sebagai langkah konkret, Direktur Eksekutif PELITA Indonesia, Ginanjar Wiro Sasmito, mengumumkan penandatanganan kerja sama strategis antara PELITA Indonesia dengan PT. Tenhal Bekerja Bersama (Tenhal). "Kerja sama ini bertujuan memfasilitasi lulusan politeknik anggota PELITA untuk dapat bekerja di wilayah Eropa, sebuah langkah besar untuk meningkatkan daya saing global mereka," jelas Ginanjar.
Langkah Strategis Menuju Masa Depan
Rakornas ini tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi juga merumuskan beberapa agenda strategis ke depan, antara lain:
Persiapan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Politeknik Internasional Bali pada Oktober 2025.
Pelantikan Pimpinan Wilayah PELITA Indonesia.
Penguatan sistem Seleksi Bersama Masuk Politeknik Swasta (SBMPS).
Penyelenggaraan kompetisi mahasiswa tahunan, Vo-Creation.
"Kami berterima kasih kepada Politeknik Industri ATMI Cikarang selaku tuan rumah yang sukses, dan seluruh peserta yang hadir," tutup Ginanjar. "Semoga hasil Rakornas ini dapat segera ditindaklanjuti, membawa dampak positif optimal bagi pendidikan vokasi Indonesia, khususnya politeknik swasta." Perayaan Dies Natalis ke-3 ini menjadi penanda kematangan PELITA Indonesia, bergerak dari deklarasi di Tegal tiga tahun lalu, menjadi sebuah kekuatan kolektif yang siap mencetak talenta unggul dan berdampak bagi kemajuan Indonesia.
*) sumber: kumparan.com

Assalamu'alaikum bu sya mw tnya gmna caranya cek pip buat anak sya
Saya sudah kelas 12 mau beasiswa untuk bayar SPP sekolah
Ibu ini Keukeh sekali memperjuangkan beasiswa PIP anak sekolah ???????????? salut ???????? pokoknya pemilu 2029 ibu harus datang ya ke kampung kami, biar orang tua anaknya tau ini Lo yg memperjuangkan beasiswa PIP...