Samarinda – Kabar mengejutkan datang dari Samarinda. Seorang mahasiswa berinisial BH (25), ditemukan tewas bunuh diri pada Sabtu (11/7/2020) sore. Berdasarkan keterangan dari kakak angkat korban, diduga BH depresi karena dirinya tak kunjung lulus setelah berkuliah selama 7 tahun.
Menanggapi hal tersebut, wakil rakyat asal Kalimantan Timur, Hetifah Sjaifudian mengaku sangat prihatin.
“Sangat terkejut dan sedih mendengarnya. Turut berduka cita untuk keluarga almarhum,” ujarnya.

Dia menambahkan, di era pandemi ini kita harus lebih sering memperhatikan satu sama lain.
“Di masa-masa ini, sangat rentan stres akibat masalah ekonomi, kesehatan, dan yang lainnya. Apalagi, interaksi sosial kita berkurang. Sebaiknya kita sesama teman, anggota keluarga, juga antar dosen dan mahasiswa saling menjaga dan mengecek keadaan satu sama lain apakah baik-baik saja,” jelasnya.
Hetifah yang juga merupakan Wakil Ketua Komisi X DPR RI ini berharap, hal tersebut jangan sampai terulang kembali.
“Pihak kampus mohon untuk selalu memonitor keadaan mahasiswanya, apalagi yang tinggal jauh dari keluarga. Jangan tambahkan beban-beban akademik lain yang terlalu berat, dan sebaiknya ada kelonggaran yang diberikan di masa pandemi,” paparnya.
Terakhir, Hetifah mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk memberikan layanan konsultasi psikologis untuk mahasiswanya.
“Di negara-negara maju, kesehatan mental sangat menjadi perhatian. Kampus-kampus biasanya menyediakan jasa konsultasi gratis dengan psikolog untuk para mahasiswa, dan itu sangat ditekankan dari awal masuk. Sayang sekali di kita ini belum lumrah, padahal sudah ada undang-undangnya mengenai kesehatan jiwa. Saya harap ini mulai menjadi perhatian untuk perguruan tinggi-perguruan tinggi di Indonesia.” pungkasnya.
*) sumber : kaltimtoday

assalamualaikum ibu dewan, saya ingin mendapatkan bantuan pip, jessica lady pringgacela siswi smkn 4 balikpapan, orang tua berpenghasilan 3,5 jt perbulan, dan rumah kontrak
Kepada yth Bunda ,Mohon bantuannya Bunda , sudah lama saya mengamdi ke partai GOLKAR saya belum pernah saya di bantu ,,, kumohon kepala Bunda , bisa memperhatin dan merespon nya kepada saya dan saya punya Kartu GOLKAR bersama istri ku pada zaman tidak enak .
Asalamualaikum Ibu dewan yg terhormat,,,, kenapa program PIP untuk anak SMP di kukar tidak ada ada lagi,, khususnya SMPN O3 loa janan, desa tani bakti