Impor Sapi Siap Potong Terus Bertambah

JAKARTA, TRIBUN - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan, kapal yang mengangkut sapi potong impor tahap pertama akan bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, hari Selasa (30/7). "Pelayaran sudah dilakukan dari Darwin (Australia) pada 25 Juli lalu dan diperkirakan akan sampai pada 30 Juli ini," ujar Kepala Badan Karantina Kementan, Banun Harpini, Senin (29/7). Banun bilang, rencana awal pengiriman tahap pertama berjumlah 1600 ekor. Namun, akhirnya yang terkirim hanya sekitar 1478 ekor sapi. Pengurangan jumlah impor sapi itu lantaran pengiriman yang dilakukan hanya sapi yang telah memenuhi syarat berdasrkan bobot berat, yakni 400-600 kilogram per ekornya. Guna pengamanan dari sisi kesehatannya, Kemtan mengklaim sudah mengirimkan dokter hewan ke Darwin. Di sana, Kementan juga melakukan tindakan karantina. Banun juga memastikan, pengawalan kedatangan impor itu akan terus dilakukan. Bahkan, pengawalan itu hingga sapi masuk ke dalam kapal untuk kemudian diikuti hingga ke pelabuhan Tanjung Priok. "Kami juga mengonfirmasi, bahwa sapi yang akan diangkut tidak disuntikkan hormon pemacu pertumbuhan. Kami juga melakukan inspeksi fisik untuk menentukan sapi itu sehat atau tidak," kata Banun. Harga daging sapi yang tak kunjung turun mendorong pemerintah untuk terus menambah impor sapi siap potong. Alasannya, bila pasokan cukup, tentunya harga otomatis turun. Sampai Jumat (26/7), Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menerbitkan izin impor sapi siap potong untuk 15 perusahaan dengan jumlah sapi siap potong 13000 ekor. Sbelumnya, Kemendag telah mengeluarkan Surat Persetujuan Impor (SPI) ke 7 perusahaan untuk 12500 ekor. Ini berarti, sampai akhir pekan lalu, jumlah sapi siap potong yang akan diimpor mencapai 25500 ekor. Sayang, Kemendag tidak melansir nama perusahaan yang sudah mengantongi SPI dan masing-masing volume impornya. Jumlah perusahaan yang kana mendapat izin impor akan terus bertambah dalam beberapa hari ke depan," kata Dirjen Perdagangan Luar Negeri Bachrul Chairi. Bahkan, hingga akhir Agustus nanti, diperkirakan izin impor sapi siap potong akan mencapai 40000 ekor. Sementara itu, Joel Fitzgibbon, Menteri Pertanian Negara Bagian Australia, mengatakan pemerintah Indonesia akan menambah impor sapi dari Australia sebanyak 25000 ekor dalam waktu tiga bulan. Tambahan impor sapi tersebut akan dipergunakan untuk menstabilkan harga daging sapi di Indonesia. "Tidak ada batasan bobot sapi yang akan diekspor, sapi yang diekspor harus siap potong," kata Joel seperti dikutip The Guardian. . Sumber: Tribun Kaltim edisi cetak, 30 Juli 2013, hlm. 2

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Assalamualaikum wr wb. Salamat pagi. Kpd Yth, IBU Dr.Ir.HetifahMPP. Saya selalu orang tua wali murid.(kelas 4B, SDN 007 jalan Dami kelurahan Sidodamai,) Ingin mengusulkan bantuan beasiswa untuk ke2 anak saya yang Bernama (1 Panaca Arianto ad'ha,) Dan ( Fajar al'amin).yang tidak pernah lagi mendapatkan beasiswa sampai sekarang, dengan hormat, saya bpa SUYANTO dan ibu HAYANI mohon di berikan bantuan beasiswa demi kelanjutan pendidikan ke2 anak kami, Ke2 anak kami anak yang cerdas dan mendapatkan nilai baik dan ke2nya sudah mendapatkan sertifikat Rengking 2 dan 3 di sekolah.

  2. Maaf bu sebelum nya, saya sebagai kakak dari Siswi atas nama Syahrini Juliana Nur dari SDN 006 Loa Janan Kemarin setelah saya cek dibuku tabungan adik saya , dan adek saya dapat sebagai penerima PIP dari Ibu Hj Hetifah. Tapi sayang nya pihak BANK tidak mau memberikan uangnya dengan alasan harus org tua nya atau ibunya langsung. Sedangkan posisi nya sekarang adik saya tinggal dgn saya, karna ibu saya sekarang berada di Kab. mahakam Ulu. Tapi pihak BANK tetap tidak mau tau. Jujur saya sangat sedih karena posisinya adik saya sangat membutuhkan uang PIP ini bu. Karena org tua nya tidak pernah mengirimkan adik saya ini uang untuk kebutuhan sekolahnya. Apakah ada solusi? agar saya bisa mewakili adik saya selain ibu saya ?

Lihat semua aspirasi