Berita
Kemdiknas Keluarkan Hasil RBI
Jakarta, 8/8 -- Awal pekan lalu, Kemdiknas merilis hasil Reformasi Birokrasi Internal (RBI) yang meliputi sejumlah bidang yang ada. Diantaranya Manajemen Alur Kerja e-Layanan untuk Kemdiknas, Sistem Pengelolaan SDM Berbasis Kinerja, Sistem Akreditasi Program Studi, Sistem Akreditasi Sekolah dan Madrasah, Sistem Sertifikasi Guru, Sistem Sertifikasi Dosen, Spesifikasi Kebutuhan Sistem Penyaluran Hibah, dan Rancangan Awal Sistem Penyaluran Hibah serta bidang internal lainnya.
RBI ini dilaksanakan berdasar kepada sejumlah persoalan umum yang ada di lingkungan Kemdiknas. Seperti kondisi kelembagaan Kemdiknas masih belum proporsional dan belum menggambarkan organisasi yang efisien; kondisi ketatalaksanaan Kemdiknas belum mencerminkan sistem dan mekanisme pengelolaan sumber daya organisasi yang efektif dan efisien; serta kondisi SDM Kemdiknas secara kuantitas berlebih namun secara kualitas kurang memadai, masih terjadi kesenjangan antara kualifikasi dan kompetensi dengan kebutuhan organisasi.
Secara spesifik, permasalahan tersebut dapat dilihat pada: Perijinan, Pengakreditasian dan Penyaluran Hibah; Mutasi dan Sertifikasi PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan); Standardisasi Layanan Pendidikan; Kepastian Memperoleh Layanan Pendidikan; Pemerataan Distribusi PTK; Berbagi Pengetahuan antar PTK; Keselarasan Pendidikan dan Dunia Kerja; Penataan Sistem dan Organisasi; dan Penataan Beban Kerja dan Pengukuran Kinerja.
Tujuan yang ingin dicapai dengan RBI ini membangun suatu sistem birokrasi yang berintegritas, efisien, terbuka dan berorientasi pada kebutuhan publik dalam memberikan layanan prima pendidikan kepada semua pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan strategis pendidikan nasional. Kemdiknas ingin secara khusus menghasilkan Sistem Layanan Prima Pendidikan kepada semua pemangku kepentingan yang lebih efisien, efektif dan terbuka melalui pembenahan proses, penguatan organisasi dan budaya kerja, penguatan Sumber Daya Manusia, pengembangan sistem dan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Kita dapat turut melihat dan mengawasi kseungguhan Kemdiknas dalam membenahi sistem di lingkungan internalnya. Catatan penyaluran dana BOS yang tersendat di banyak daerah yang terjadi hingga hari ini (triwulan ke-3), kasus contek massal yang terjadi di sekolah-sekolah kita, opini BPK yang menyatakan disclaimer atas laporan keuangan tahun ini, serta belum optimalnya layanan yang diberikan oleh Kemdiknas kepada masyarakat maupun para guru dan pendidik lainnya adalah beberapa persoalan serius yang perlu segera dibenahi oleh Mendiknas. Jangan sampai, RBI berhenti pada slogan atau berakhir menjadi sekedar dokumen belaka.
Dokumen hasil RBI Kemdiknas dapat dilihat dan diunduh melalui tautan berikut: Hasil RBI Kemdiknas 2011. Urun pemikiran anda dapat disampaikan melalui website ini dengan mengisi laman Info Anda.

saya berharap program Beasiswa Ibu Hetifah dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga semakin banyak pelajar yang terbantu untuk melanjutkan pendidikan. Program ini bukan hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus berusaha menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan bermanfaat bagi masyarakat
ini sngat membantu bagi siswa untuk mendapatkan fasilitas atau peralatan sklh
pendapat saya ini bisa menjadi bantuan yg sngat berguna