Komisi X Tinjau Pelaksanaan UN 2011

Hetifah Kunjungan Spesifik Komisi X DPR RI di Banjarmasin 300x247 Komisi X Tinjau Pelaksanaan UN 2011
Hetifah meninjau UN dan berdiskusi dengan stakeholder pendidikan Banjarmasin
Tim kunjungan kerja spesifik Komisi X DPR RI meninjau beberapa sekolah yang melaksanakan ujian nasional (UN) di area jalan Mulawarman, Kota Banjarmasin Kalsel, Selasa, 19 April. Tim kunjungan lapangan dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Rully Chairul Azwar, didampingi oleh Hetifah Sjaifudian (FPG), Theresia Pardede (FPD), Maimaro Tando (FPD), Ferdiansyah (FPG), Dedi Suwandi Gumelar (FPDIP), Asdy Narang (FPDIP), Akbar Zulfakar (FPKS), Nasrullah (FPAN), Reni Marlinawati (FPPP). Dalam dialog antara Komisi X DPR RI dengan para pendidik, siswa, pengawas dan dinas pendidikan, terungkap adanya harapan agar kebijakan UN terus disempurnakan dengan mengevaluasi penyelenggaraannya saat ini. Kepala dinas pendidikan kota Banjarmasin Moh. Amin melaporkan secara umum kegiatan UN dua hari ini berjalan lancar dan tidak ada hal-hal luar biasa yang menjadi masalah. "Koordinasi berjalan baik walau ditemui ada beberapa kekurangan seperti kaburnya cetakan di beberapa soal," ujar Amin. Menurut Hetifah Sjaifudian, Anggota Komisi X DPR RI yang menjadi anggota tim peninjau kali ini, beberapa hal yang juga patut menjadi catatan adalah BSNP tidak mengatur bagaimana teknis membagikan soal. "Keputusan diserahkan pada sekolah masing-masing. Padahal saat ini ada 5 paket soal berbeda sehingga lebih rumit pendistribusiannya," tutur Hetifah. Meskipun anggaran subsidi dari pusat untuk penyelenggaraan UN sampai saat ini belum juga diterima, sosialisasi UN tahun ini sudah dijalankan kepada para kepala sekolah dan stakeholder pendidikan. Diharapkan ke depan bantuan pembiayaan bisa diterima sebelum pelaksanaan sehingga sekolah tidak direpotkan mencari talangan dana. Hetifah menceritakan, tim juga menerima usulan agar waktu penyelenggaraan UN diundur ke pertengahan bulan Mei sehingga target kurikulum bisa dicapai sebelum UN. Hal ini terutama dirasakan oleh SMK yang harus pula menjalani ujian praktik kejuruan dan madrasah yang menjalani ujian mata pelajaran agama. Secara umum, meski terjadi dilaporkan terjadi beberapa kasus di beberapa daerah, pelaksanaan UN dapat dikatakan masih berjalan lancar. Berdasarkan laporan dari Posko UN 2011 yang berada di Gedung C Kemdiknas, jumlah pengaduan masyarakat mengenai dugaan pelanggaran pelaksanaan UN menurun jika dibandingkan dengan tahun 2010.  Tahun lalu, jumlah pengaduan pada hari pertama UN mencapai sekitar 50 pengaduan. Sedangkan tahun ini, jumlah pengaduan berada di bawah angka 20.
Peserta Pertemuan Kunjungan Spesifik Komisi X DPR RI di Banjarmasin 19 April 2011 300x146 Komisi X Tinjau Pelaksanaan UN 2011
Dinas Pendidikan, Guru, dan Siswa berdiskusi dengan Komisi X DPR RI
"Yang penting kecurangan dalam UN kali ini bisa ditekan. Hasil UN yang lebih jujur kali ini bisa dimanfaatkan sebagai masukan bagi pembenahan kebijakan pendidikan yang berkeadilan," pungkas Hetifah. Bagi masyarakat yang ingin memperoleh Informasi Pelaksanaan UN 2011, Kementrian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) merilis Buku Tanya Jawab Pelaksanaan UN 2011 (dapat diunduh di sini). Kemdiknas juga menyediakan saluran informasi dan pengaduan melalui: Saluran informasi dan pengaduan UN 2011
  • Call centre :  177

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Mohon maaf ibu, apakah penerima PIP ini untuk seluruh siswa atau siswa yang terpilih saja? Karena anak saya pernah 2x mendapatkan, tapi sudah 2 tahun terakhir ini tidak mendapat lagi, apa alasannya ya Bu?

  2. Assalamu'alaikum Saya izin ingin bertanya bu ???? apakah pip nunggu 3 bukan bu soalnya saya sudah nunggu sebulan lebih bu ????

  3. Assalamualaikum Ibu Hetifah, Bismillah, semoga Allah mudahkan rejeki anak-anak saya melalui Ibu Hetifah yang mana profesi saya hanya sebagai guru mengaji. Mohon bantuannya Ibu, semoga Allah mudahkan aamiin Allahumma aamiin.

Lihat semua aspirasi