Lagi, Peneliti Indonesia Raih Penghargaan Internasional

Bukan baru kali ini saja Dr Irwandi Jaswir (39) meraih penghargaan kelas internasional. Alumnus Institut Pertanian Bogor (ITB) tahun 1993 ini sudah pernah meraih medali emas dalam kompetisi inovasi di Geneva pada 2006 untuk riset tentang metode cepat analisis lemak babi. Tahun lalu, 2009, ia pun meraih posisi kedua Asia Pacific Scientiest Award 2009. Tahun ini, World Halal Research Summit (WHRS) 2010 menganugerahkan Dr. Irwandi sebagai Best Innovation Award, sebuah anugerah tertinggi kompetisi penelitian internasional. Kordinator riset di Halal Industry Research Center, International Islamic University Malaysia (IIUM) ini membawa hasil penelitian berjudul Nano-structural properties of alternative collagen for halal industry. “Salut untuk Dr. Irwandi. Ini bukti peneliti Indonesia tidak kalah dengan peneliti-peneliti asing,” komentar anggota DPR RI Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP. WHRS adalah ajang tahunan yang diikuti oleh ratusan peneliti dari seluruh dunia dalam bidang penelitian terkait industri halal. Ajang tahun 2010 ini diadakan di Malaysian International Halal Showcase (MIHAS), yakni pameran perdagangan halal terbesar di dunia. “Penelitian saya untuk merangkai permasalahan kenapa kebanyakan gelatin alternatif kalah kualitias ketimbang gelatin babi. Kami melihatnya dari struktur nano,” ungkap Irwandi seperti dikutip harian Kompas (Sabtu, 17 Juli 2010). Penerima anugerah tahun ini selain Irwandi adalah peneliti dari India dan Malaysia. Anugerah pada ketiga peneliti diberikan oleh Menteri Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia Datuk Seri Mustapha Mohamed. Menurut Hetifah yang juga dikenal sebagai peneliti senior, bahwa penelitian merupakan bagian penting untuk mencari solusi kreatif atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Oleh karena itu, peneliti-peneliti seharusnya dihargai oleh instansi terkait, termasuk pemerintah pusat. “Namun sayang, potensi para peneliti di Indonesia kurang didukung, karena tidak ada intensif yang cukup dan rendahnya pemanfaatan hasil penelitian tersebut,” papar Hetifah, dimana hasil penelitiannya sudah dibukukan, antara lain buku berjudul Inovasi, Partisipasi, dan Good Governance: 20 Prakarsa Inovatif dan Partisipatif di Indonesia. Buku yang diterbitkan oleh Penerbit Obor ini telah dicetak ulang dan menjadi bahan referensi mahasiswa, pengajar, pejabat maupun pengamat. Lanjut Hetifah, idealnya, minat penelitian dan inovasi ditumbuhkan sejak usia dini, yakni melalui metode dan lingkungan belajar mengajar yang baik. Salah satu metodenya adalah menanamkan dan mendukung munculnya sikap curiousity (rasa ingin tahu-pen) pada diri anak dan generasi muda. “Di masa depan pengambilan keputusan dan kebijakan publik harus berbasis bukti dan hasil kajian,” ucap Hetifah lagi. Bersamaan dengan kemenangan Dr. Irwandi Jaswir meraih Best Innovation Award, Hetifah juga gembira atas keberhasilan Tim Olimpiade SD Indonesia meraih emas di PO Leung 13th Primary Mathematics World Contest. Kontes ini diikuti oleh 14 negara yang terdiri dari 44 tim atau sekitar 176 siswa.

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Saya sangat berterima kasih kepada ibu hetifah semoga bermanfaat dan bisa digunakan dan semoga ibu hetifah sehat selalu dan lancar rejeki nya aminnn

  2. Saya sangat berterima kasih kepada ibu hetifah semoga bermanfaat dan bisa digunakan dan semoga ibu hetifah sehat selalu dan lancar rejeki nya aminnn

Lihat semua aspirasi