Pemilik Hotel Yayang Kaltim H. Warso: “Saya Bangga Membantu Ibu!”

Rumah yang berlokasi di jalan Mulawarman, Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) itu masih belum berubah. Strukturnya masih seperti beberapa tahun lalu. Bagi yang melihat, mereka pasti tak kan menyangka kalau rumah tersebut adalah sebuah penginapan. Bahkan penginapan ini sudah mendapatkan izin menggunakan lebel “Hotel” di depan nama “Yayang”. Jadilah penginapan ini Hotel Yayang. Menurut sang pemilik, H. OO Warso Satori, penduduk setempat tidak protes dengan penginapan ini. Maklumlah, pria ini sudah lama menetap di Sepinggan, Balikpapan, Kaltim. Tepatnya sebelum ia menikah dan memiliki tiga orang anak. Ia pun sempat menjadi Ketua RT beberapa periode. Jadi jangan heran kalau warga di sekitar situ merestui pendirian Hotel di tengah-tengah pemukiman. “Alhamdulillah saya tidak punya masalah dengan warga sekitar. Semua baik dengan mereka, saya pun juga dekat dengan mereka,” papar Warso. web8 Pemilik Hotel Yayang Kaltim H. Warso: Saya Bangga Membantu Ibu! Hotel Yayang merupakan salah satu hotel melati di Balikpapan yang menerapkan asas islami dalam manajemennya. Bagi mereka yang butuh penginapan dengan harga terjangkau, hotel yang lokasinya di samping SMKN 01 Balikpapan ini memang jadi pilihan. Selain harga terjangkau, untuk mencapai lokasi hotel dari bandara Sepinggan Balikpapan, Anda bisa menggunakan jasa taksi atau angkutan kota (angkot). Jika menggunakan taksi, tarifnya berkisar Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu. Jika menggunakan angkot, Anda hanya mengeluarkan dana Rp 3.000. Kapasitas hotel ini ada 30 kamar dan dilengkapi dengan standar fasilitas hotel melati, antara lain AC maupun televisi. Tarif Room rates hotel ini mulai dari harga Rp 125 ribu untuk ruangan Economy Room B sampai harga Rp 275 ribu untuk ruangan Superior Room A. Selain kisah keberhasilannya berbisnis penginapan, ada kisah lain yang tak kalah membanggakan dalam hidupnya. Bahwa Hotel Yayang ini kerap kali menjadi markas beberapa politikus menginap. Bahkan 2009 lalu, penginapan ini berhasil mengantarkan salah seorang perempuan ke parlemen di pusat. Perempuan yang dimaksud adalah Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP. “Perkenalan saya dengan ibu (Hetifah-pen) sebenarnya tidak sengaja, tapi barangkali memang karena kehendak Allah saya jadi dipertemukan dengan ibu,” ujar Warso. Kebetulan Warso adalah salah satu pengurus arisan paguyuban Parahiyangan yang ada di Balikpapan (saat ini ia menjadi Ketua). Saat itu, hanya ada salah seorang calon anggota legislatif yang dikenalkan dalam paguyuban, yakni seorang dari Partai Keadilan Sejahtera. Namun ia adalah calon legislatif dari tingkat Kabupaten Kota. Beruntung sekali, Hetifah yang merupakan calon legislatif dari pusat muncul. Ia langsung saja dikenalkan malam itu sebagai orang Bandung yang akan mewakili Kaltim di pusat. “Kemudian saya tawarkan pada beliau agar memakai tempat ini (maksudnya Hotel Yayang) sebagai base camp. Sebab, tempat ini sangat strategis. Bisa menjangkau wilayah mana pun juga, baik Kalimantan Utara, Selatan, maupun Tengah.” Niat tulus Warso disambut Hetifah. Apalagi pria ini masih memiliki darah Sunda yang kental sebagaimana Hetifah. Klop lah mereka. Lebih dari itu, Warso juga aktif dalam organisasi masa. Jangan tanya pula padanya daerah-daerah di Kaltim, karena Warso tahu dengan detail 13 Kabupaten Kota di Kaltim. “Saya tidak lagi bicara peta, tetapi semua daerah sudah saya datangi, termasuk semua sungai maupun hulu-hulunya,” klaim Warso. “Bahkan saya tahu harga naik perahu atau kendaraan umum dari satu tempat ke tempat lain. Itu kalau harganya belum berubah, lho.” Jaringan Warso cukup luas. Pertemanannya bukan sekadar warga sekitar Sepinggan, tetapi dari Utara ke Selatan. Itulah yang membuat Hetifah cukup beruntung berjumpa dengan suami Hj. Eni Nurhayati ini. Ia kemudian mengenalkan Hetifah ke beberapa warga di sekitar penginapannya. “Saya mempromosikan ibu sebagai wakil yang membawa aspirasi ke pusat. Kalau sebelumnya sudah ada wakil dari propinsi dan kabupaten, maka ibu adalah wakil untuk pusat.” Sebagai orang lama, tidaklah sulit untuk Warso mengambil hati warga sekitar dan mereka yang dikenalnya. Apalagi selama ini hubungan Warso dengan orang-orang tidak punya masalah. Semua ia rangkul, dari satu paguyuban ke paguyuban lain, salah satunya paguyuban sopir taksi. Warso masih ingat di hadapan para sopir taksi bandara mempromosikan Hetifah. Padahal saat itu sudah ada nama calon legislatif lain, yakni Emir Moeis dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang kini dikenal sebagai Ketua Komisi IX DPR RI. Tak heran kalau di bandara beredar dua kartu nama. Satu kartu nama Emir Moeis, satu lagi kartu nama Hetifah. Pada saat promosi di depan para sopir, Warso pun tak sendirian, tetapi berdampingan dengan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kaltim, yakni Tohari Azis. “Insya Allah kalo Tuhan mengizinkan, ibu akan menjadi wakil kita di pusat dan akan membawa aspirasi yang selama ini belum terwujud,” promosi Warso waktu itu. Selama ini, lanjut Warso di depan para sopir, wakil rakyat memang berasal dari putra daerah. Namun selama ini begitu sudah terpilih, sudah enak tinggal di Jakarta, mereka tidak mau turun lagi ke bawah. Warso bahkan menjamin dirinya, bahwa Hetifah berbeda dari wakil rakyat sebelumnya. Hetifah memang bukan putra daerah, tetapi Warso yakin ibu pasti akan selalu menjalin komunikasi dengan rakyat setelah terpilih nanti. “Itulah kenapa saya bangga ibu akhirnya terpilih dan benar-benar memenuhi janjinya untuk selalu dekat dengan rakyat,” ujar Wraso. web43 Pemilik Hotel Yayang Kaltim H. Warso: Saya Bangga Membantu Ibu! Oleh teman-temannya, Warso tidak membual saat kampanye. Promosinya terhadap Hetifah benar nyata. Itu membuat kreditnya semakin baik. Namanya tetap dikenal positif di antara para teman, termasuk di paguyuban sopir taksi. Oleh karena sudah berhasil mempromosikan wakil pusat dan mengantarkan jadi anggota DPR RI, sejumlah politisi maupun pengusaha di Kaltim semakin respek dengan Warso. Berkat kesuksesan itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar merekrutnya sebagai Kepala Biro Hukum Tingkat II. “Apa yang saya bisa lakukan ya saya bantulah,” ujarnya pada Ketua DPP saat diminta mengisi posisi Kepala Biro Hukum. Sebenarnya kehidupan politik bukan baru tahun-tahun ini saja dijalankan Warso. Jauh sebelum membantu Hetifah kampanye, Warso sudah berpolitik praktis. Ia ingat, saat masa transisi Orde Baru (Orba) ke Orde Reformasi tahun 1999, ia sempat membantu Amin Rais untuk mendeklarasikan Partai Amanat Nasional (PAN) di Kaltim ini. Bahkan pada saat Orba, pada masa kampanye tahun 1987, Warso turut membantu Golkar. Ia mengaku “darah”-nya memang ke partai Golkar. Sebab, ia sudah melanglang buana ke berbagai organisasi fusi Partai Golkar, yakni Kosgoro maupun Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI). “Pak Mukmin itu senior saya,” ujar Warso ketika ditanya politikus seangkatannya. Pak Mukmin yang dimaksud tak lain sekarang menjabat sebagai Ketua DPRD Kaltim. “Saya kenal beliau merangkak dari bawah saat menjadi Lurah. Tapi begitulah manusia. Kalau memang sudah ada guratan nasib baik di tangan dan Allah mengizinkan, Kun Fa Yakun, pasti orang itu sukses.” Saat ini, ia sangat menikmati apa yang sudah diraih Hetifah. Menikmati dalam konteks ini bukan berarti Warso melakukan KKN atau diberikan fasilitas berlimpah oleh Hetifah. Bukan, bukan itu. Menikmati yang dimaksud Warso adalah perjuangannya tidak salah pada saat masa kampanye, tahap pemilihan, sampai akhirnya Hetifah berhasil duduk sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014. “Meski masih ada angin sumbang yang mendeskriditkan ibu, tetapi saya bangga dan menikmati jerih payah dan kerja keras saya saat membantu ibu,” tukas Warso. “Lagi pula di mata mayoritas warga di beberapa daerah di Kaltim, pencitraan ibu cukup baik.” Soal pencitraan Hetifah yang cukup baik dibenarkan beberapa pihak, salah satunya Ketua DPRD RI Luther Kombong. Menurut pria yang juga tercatat sebagai Koordinator Forum Kerjasama DPR RI dan DPRD RI Daerah Pemilihan (dapil) Kaltim ini, Hetifah adalah wakil rakyat yang paling aktif menjalin komunikasi dengan konstituen di Kaltim. “Beliau bukan orang Kaltim tetapi lebih daripada wakil rakyat dari Kaltim sendiri,” komentar Kombong. “Bahkan beliau sempat punya keinginan punya rumah di Kaltim gara-gara sering pulang pergi Kaltim-Jakarta.” Sekadar info, selain Hetifah, nama-nama wakil rakyat lain untuk dapil Kaltim adalah Desmon Junaidi Mahesa, Awang Ferdian Hidayat, SE., Mahyudin, ST, MM., Aus Hidayat Nur, KH. Muslihuddin Abdurrasid, Lc.M.Pdi., Ir. H. Bambang Susilo, MM., Nanang Sulaeman, SE., Drs. H. Yusran Aspar, MSi., Ir.H.I. Emir Moeis, Msc., dan Hj. Adji Farida Padmo Ardan. “Hetifah itu termasuk orang di luar Kaltim yang pro aktif datang ke Kaltim,” tambah Warso. “Padahal saya tahu persis pada saat masa kampanye banyak yang meragukan kemampuan dan komitmen beliau pada Kaltim. Ada yang mengatakan orang pendatang, ujug-ujug datang ke Kaltim, dan banyak lagi kritikan yang ditujukan pada ibu.” Namun, lanjut Warso, Hetifah berhasil membuktikan ketulusannya serta komitmennya membangun Kaltim. Pada saat ada event, bukan saja pada saat reses masa sidang, tetapi event-event seperti yang baru saja terjadi Pesta Budaya Erau, Hetifah selalu menyempatkan hadir. Hebatnya lagi, di antara waktunya yang sedikit, ia pun tak segang berkunjung ke konstituennya, meski konstituennya itu “bukan siapa-siapa”. “Beliau tidak pernah lupa pada konstituen-konstituennya. Ini jelas memberikan inspirasi pada para wakil dapil Kaltim lain, yang saya pikir mereka kurang begitu tertarik menjalin komunikasi dengan konstituen paska pemilu. Bahkan saat reses mereka pun jarang muncul ke dapilnya.” Padahal masa-masa reses adalah masa dimana kesempatan mereka mendekatkan diri pada konstituen. Anehnya, sudah disiapkan waktu dan anggaran, toh banyak wakil rakyat emoh “pulang kampung”. Istilahnya, sudah duduk di pusat, lupa berdiri.

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. saya berharap program Beasiswa Ibu Hetifah dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga semakin banyak pelajar yang terbantu untuk melanjutkan pendidikan. Program ini bukan hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus berusaha menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan bermanfaat bagi masyarakat

  2. ini sngat membantu bagi siswa untuk mendapatkan fasilitas atau peralatan sklh

Lihat semua aspirasi