PSSI Harus Direformasi Total

Infrastruktur modern adalah salah satu prasyarat berdirinya bangunan industri sepakbola. Semodern apapun organisasi, seprofesional apapun manajemen, dan secerdas apapun program, tanpa infrastruktur memadai, semua itu hanya akan indah dipandang dan menarik didengar. Menyadari arti penting infrastruktur, PSSI menjadikan infrastruktur sebagai salah satu strategi handal untuk mewujudkan industri sepakbola di tanah air. Lapangan latihan dan stasion pertandingan berkualitas tinggi, sangat menentukan kualitas permainan sebuah tim.” 60291 timnas indonesia saat berlatih di senayan jakarta  thumb 300 225 PSSI Harus Direformasi Total Itulah kata pengantar proposal yang diajukan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang diberikan ke Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan seluruh anggota DPR RI Komisi X dalam acara Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Senin (4/10) lalu Di akhir propsal tersebut, PSSI menulis: “Besar harapan kami agar Komisi X DPR RI mendukung program ini dalam meningkatkan prestasi sepakbola di Indonesia.” Propasal tersebut tentu saja menimbulkan perdebatan antara anggota DPR dan PSSI. Betapa tidak, sungguh amat berani PSSI mengajukan proposal bernilai Rp 1,5 triliun kepada pemerintah di tengah prestasi persepakbolaan nasional yang carut marut. Terakhir, timnas Indonesia U-16 kalah dengan negara tetangga Timor Leste 0-2 di akhir laga Piala AFF U-16, di Stadion Manahan, Solo, Minggu, (26/9) lalu. Belum lagi bicara tentang kompetisi Liga Super Indonesia (LSI). Irvan Sihombing dari Media Indonesia menulis (Sabtu/2/10), dagelan paling tidak lucu dipertontonkan PSSI menjelang berakhirnya LSI 2009/2010 ketika Persebaya berulang kali dipaksa menghadapi Persik Kediri. Padahal, laga tersebut sudah dinyatakan batal oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Ada lagi keanehan dalam persepakbolaan Indonesia tulis Irvan. Persoalan Hinca Panjaitan misalnya. Ketua Komdis tersebut diduga meminta uang kepada Ketua Panpel Arema Abdul Haris. Kasus itu merebak setelah Arema menyandang status juara paruh musim. sepakbola 070304 PSSI Harus Direformasi Total Kritik PSSI lewat kartun. “Liga Super Indonesia itu tidak sehat karena yang sesungguhnya bertarung adalah para manajer. Kompetisi ini juga tidak bagus, karena seperti mengisap ‘darah’, Klub yang jatuh-bangun keluar uang banyak untuk operasional, namun pengurus PSSI yang menikmati hasilnya,” kata Ketua Umum Persebaya Saleh Mukamdar (Media Indonesia, 2/10). Itulah yang kemudian melahirkan Liga Primer Indonesia (LPI) yang digagas oleh penguaha Arifin Panigoro. Banyak orang menilai LPI akan menjadi darah segar untuk memajukan persepakbolaan nasional yang sudah carut marut. Selain itu, LPI juga akan menghemat uang APBN sebesar Rp 650 miliar per tahun yang tersedot oleh seluruh klub LSI dan Divisi Utama. Proposal berjudul “Peningkatan Prestasi Sepakbola Indonesia” tersebut memang jauh dari substansi masalah yang terjadi di PSSI. Aneh memang, pengurus PSSI mencoba mengubungkan antara infrastruktur dengan prestasi. Padahal kalau melihat contoh di atas –tentang pemaksaan Komdis untuk mempertandingkan Persebaya dengan Persik Kediri serta kasus Hinca Panjaitan- tidak ada hubungan sedikit pun dengan infrastruktur. Substansi yang sebenarnya dibutuhkan PSSI adalah mereformasi total kepengurusannya. Jika tidak, sasaran yang hendak dicapai, sebagaimana tertuang dalam proposal tersebut, yakni masuk 40 FIFA World Ranking, juara SEA Games 2011, 4 (empat) besar AFC Asian Cup 2015, lolos FIFA World Cup 2014, maupun lolos Olimpiade 2020, akan menjadi bahan guyonan. Sebab, banyak orang tahu prestasi-prestasi tersebut tidak akan mungkin dicapai selama pengurusnya sama. 83046 indonesia   oman   pendukung masuk lapangan 300 225 PSSI Harus Direformasi Total Hendri Mulyadi yang kecewa terhadap penampilan PSSI. Ia masuk ke stadion dan memasukkan bola ke gawang Oman. Saking kecewa terhadap PSSI, pada saat berlangsung pertandingan antara timnas bertemu Oman pada 6 Januari 2010 di Pra Piala Asia (PPA) 2011 grup B, Hendri Mulyadi, pemuda asal Cikarang, Bekasi, nekad masuk ke lapangan. Ia 'mencuri' bola dan berusaha menjebol gawang Ali Al Habsi, karena PSSI kalah 1-2 atas Oman. Sejumlah anggota DPR mengatakan angka Rp 1,5 triliun jelas fantastis. Sekadar info, ada anggaran yang nampaknya bisa menjadi pertanyaan besar, yakni jasa konsultan. Di proposal yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes, SE, infrastruktur memakan biaya Rp 5.663 milyar, sementara untuk jasa konsultan mencapai angka Rp 4.047.067.000. Luar biasa bukan? Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai PSSI seharusnya lebih terbuka dalam laporan keuangannya. Sikap ini akan membuktikan kredibilitas induk organisasi sepakbola itu di mata publik. Sistem keuangan PSSI selama ini menjadi ranah yang tak pernah diketahui publik. Meski diaudit oleh lembaga independen, laporannya hanya menjadi konsumsi anggotanya dalam kongres PSSI. Wakil Koordinator ICW, Emerson Yuntho menambahkan, PSSI selalu mengaku kalau laporan keuangannya selalu diaudit oleh lembaga independen. Namun hasilnya hanya disampaikan kepada anggotanya saat kongres saja. Sementara itu, wartawan senior Sumohadi Marsis mengatakan PSSI mendapat kucuran dana dari pemerintah sebesar Rp100 juta setiap tahunnya. Namun karena jumlahnya kecil, PSSI tidak pernah memberian laporan terkait anggaran tersebut. 144943p PSSI Harus Direformasi Total Spanduk bertuliskan "PSSI Goblok" dalam sebuah pertandingan sepakbola. "Dulu dana ini dikucurkan melalui KONI. Namun sekarang diberikan langsung oleh Menegpora," ujar pria yang sempat menjabat sebagai pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) tersebut, sebagaimana dikutip dari VivaNews. Akhir dari RDP antara pengurus PSSI dan sejumlah anggota DPR RI Komisi X adalah, Kongres Sepakbola Nasional (KSN) tetap harus dilangsungkan. Sebab, dengan KSN, dimungkinkan pengurus PSSI lama akan direformasi total. Menurut para anggota, seharusnya prestasi organisasi sepakbola yang sudah berusia 80 tahun ini meningkat, bukan malah terpuruk seperti lima tahun ini. Sedang untuk permohonan dana 1,5 triliun pada pemerintah, Komisi X belum sepakat mengizinkan, baru akan mempertimbangkan perlu atau tidak. all photos dok.

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. saya berharap program Beasiswa Ibu Hetifah dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga semakin banyak pelajar yang terbantu untuk melanjutkan pendidikan. Program ini bukan hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus berusaha menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan bermanfaat bagi masyarakat

  2. ini sngat membantu bagi siswa untuk mendapatkan fasilitas atau peralatan sklh

Lihat semua aspirasi