Siapkan Rp 176,5 M untuk Bangun Ruang Kelas Baru (radartarakan.co.id)

JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) kembali mengunjungi perbatasan di utara Kaltim. Kali ini, Komisi X yang akan mengadakan kunjungan kerja spesifik ke Kabupaten Nunukan. Kunjungan yang dijadwalkan hari ini (20/10), para wakil rakyat akan meninjau sekolah Indonesia-Malaysia di Sebatik, dan peninjauan pendidikan nonformal-informal bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Anggota Komisi X asal Kaltim, Hetifah mengatakan, seperti halnya kabupaten di daerah perbatasan, Nunukan juga menyimpan berbagai persoalan seperti ketersediaan, keterjangkauan, kesetaraan, kualitas, dan kepastian dari berbagai pelayanan publik. “Selain itu, Nunukan merupakan daerah transit TKI menuju Malaysia. Berbagai program telah dicanangkan untuk mendukung percepatan di daerah perbatasan, termasuk di bidang pendidikan,” kata Hetifah kepada Radar Tarakan kemarin (19/10). Kunjungan selama dua hari dipimpin Rully Chairul Azwar diikuti 10 anggota Komisi X DPR RI juga dimaksudkan untuk mendapatkan masukan dari stakeholder yang ada di Nunukan. “Kunjungan kerja spesifik komisi X DPR RI ke Nunukan dan Pulau Sebatik ini sangat penting karena anggaran pendidikan nasional tahun 2012 akan diarahkan untuk membangun 980 ruang kelas baru (RKB) dengan anggaran sebesar Rp 176,5 miliar, khususnya di daerah tertinggal, terpencil, dan miskin, serta perbatasan. Untuk itu kami membutuhkan masukan dari segenap stakeholder yang ada di Nunukan,” kata wanita yang pada 30 Oktober nanti genap berusia ke-47 tahun. Dikatakan, Kabupaten Nunukan, terutama pulau sebatik berbatasan langsung dengan Malaysia. Ada jenjang sosial dan ekonomi antara wilayah Indonesia dan Malaysia yang menyebabkan timbulnya kekhawatiran akan eksodus penduduk. Termasuk dalam fasilitas serta sarana dan prasarana pendidikan. Padahal pemerintah bertekad menjadikan daerah perbatasan sebagai beranda depan. Sebagai beranda, tentu perbatasan mencerminkan perhatian pemerintah terhadap masyarakatnya, termasuk dalam hal sarana dan prasarana serta mutu pendidikan. Untuk meningkatkan akses dan daya tampung, pemerintah membuat rencana pembangunan sekolah berasrama di daerah perbatasan/terpencil di tingkat desa dan kecamatan. Hetifah menyebutkan, data Kementerian Pendidikan Nasional 2010/2011,  jumlah ruang kelas rusak berat SD di Kaltim adalah 193 unit (3,9 persen) dan untuk SMP sebanyak 627 (14,22 persen). Nunukan menjadi salah satu kabupaten yang tertinggal di Kaltim. Nunukan memiliki persoalan berkaitan dengan kondisi geografisnya. Jarak antarwilayah berpenduduk yang berjauhan, sarana transportasi, serta fasilitas komunikasi yang belum memadai membuat kehidupan sosial-ekonomi di Nunukan menjadi serba lebih mahal. Terutama jika mengandalkan pasokan komoditas dari wilayah Indonesia. Pada gilirannya, penduduk Nunukan lebih suka membeli komoditas dari wilayah Malaysia (menggunakan mata uang Malaysia) yang secara jarak lebih dekat dan karenanya lebih murah. Pemerintah membuat rencana pembangunan sekolah berasrama di daerah perbatasan atau terpencil di tingkat desa dan kecamatan. “Hal ini bertujuan untuk mengatasi kendala-kendala di atas yang membuat tingkat partisipasi pendidikan tidak optimal,” terangnya. Hetifah juga menyampaikan, kunjungan komisi X ini menunjukan adanya keberpihakan terhadap pembangunan di wilayah perbatasan, khususnya di Kabupaten Nunukan. Selain itu, kunjungan ini merupakan upaya DPR RI untuk mendukung percepatan pembangunan pendidikan di daerah tertinggal dan pedalaman di Indonesia. Persoalan tenaga kerja juga menjadi perhatian di Nunukan. Saat ini pemerintah sedang membuat kebijakan moratorium TKI. Dengan kunjungan ini komisi X mendukung penuh program tersebut. Bahkan, Kementerian Pendidikan Nasional telah meluncurkan beberapa program yang khusus ditujukan terhadap dampak moratorium tersebut. “Jadi, kami perlu memantau program-program tersebut,” tandas Hetifah. Dia juga menambahkan, terpilihnya pasangan kepala daerah yang baru menerbitkan harapan akan adanya momentum perubahan di Nunukan. Demikianlah komitmen bupati dan wakilnya dalam membangun Nunukan sebagai beranda depan RI. Selain mengunjungi Kabupaten Nunukan, kunjungan kerja spesifik Komisi X ini diakhiri dengan mengunjungi Kota Tarakan. Rombongan akan meninjau Universitas Borneo, sebagai salah satu universitas terbesar di Kalimantan Utara.(ris/iza) sumber: http://www.radartarakan.co.id/index.php/kategori/detail/Utama/18920

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Ibu ini Keukeh sekali memperjuangkan beasiswa PIP anak sekolah ???????????? salut ???????? pokoknya pemilu 2029 ibu harus datang ya ke kampung kami, biar orang tua anaknya tau ini Lo yg memperjuangkan beasiswa PIP...

Lihat semua aspirasi