Samarinda,- Masalah SDM kerap menjadi perbincangan hangat. Pasalnya, Kaltim yang ditunjuk sebagai ibu kota negara (IKN) baru dituntut bisa mengejar kemajuan teknologi, bersamaan dengan SDM yang mumpuni.
Ditemui dalam kuliah umum mengenai Literasi Digital 4.0 di Hotel Bumi Senyiur Jumat (8/11), anggota DPR RI asal Kaltim Hetifah Sjaifudian mengakui di Benua Etam masih banyak tempat terpencil.
"Padahal, yang paling penting menyambut IKN di Kaltim ini dimulai dengan pemerataan pendidikan. Sebab, kita nantinya tidak hanya bersaing dengan tenaga kerja dari luar, tapi juga perkembangan teknologi yang semakin pesat," tuturnya.
Ia mengungkapkan, Nadiem Makarim sebagai mendikbud baru juga mewanti-wanti pemerataan pendidikan melalui teknologi yang akan berkembang. Hal tersebut ditekankan untuk para milenial dari segala macam lulusan.
Kini permasalahannya datang dari lulusan tenaga kerja pendidik yang memiliki mindset untuk mengajar di sekolah ternama.
"Jika membahas soal masalah pengajar di Kalimantan ini memang luas dan kompleks. Sistem zonasi guru menjadi hal yang penting untuk mendukung pemerataan tersebut, karena lulusan guru selalu bertambah setiap tahun," ujarnya.
Namun, semua ilmu pengetahuan itu akan menjadi tak berarti bila tidak diimbangi pendidikan karakter.
"Menjadi IKN memiliki tantangan yang besar, rasa disiplin kita itu masih kurang. Jika sedari dini fokus pembentukan karakter itu diutamakan, terciptalah SDM yang unggul," sambungnya.
Apalagi zaman era digital ini, masyarakat terlihat menggampangkan segala macam hal. "Teknologi ada untuk membantu dan mempermudah segala pekerjaan kita. Bila bergantung, bukanlah hal yang baik pula," kata Hetifah.
Hal senada diungkapkan General Manager PT Telkom Indonesia Slamet Riyanto Pardi. "Kini manusia berbondong-bondong menciptakan teknologi yang canggih. Namun, kita juga harus evaluasi diri, bagaimana teknologi tersebut tetap dalam jangkauan kita. Jangan sampai dikendalikan mereka," tuturnya.
Slamet menjelaskan, pengembangan SDM Indonesia menghadapi era digital adalah dengan pemahaman bahasa Inggris. Melihat contoh suku Betawi yang mengalami culture shock saat menjadi ibu kota dulunya. Sudah seharusnya menjadi contoh acuan memilih langkah bertindak yang tepat untuk masyarakat Kaltim.
*) sumber : prokal.co

assalamualaikum ibu dewan, saya ingin mendapatkan bantuan pip, jessica lady pringgacela siswi smkn 4 balikpapan, orang tua berpenghasilan 3,5 jt perbulan, dan rumah kontrak
Kepada yth Bunda ,Mohon bantuannya Bunda , sudah lama saya mengamdi ke partai GOLKAR saya belum pernah saya di bantu ,,, kumohon kepala Bunda , bisa memperhatin dan merespon nya kepada saya dan saya punya Kartu GOLKAR bersama istri ku pada zaman tidak enak .
Asalamualaikum Ibu dewan yg terhormat,,,, kenapa program PIP untuk anak SMP di kukar tidak ada ada lagi,, khususnya SMPN O3 loa janan, desa tani bakti