Andai 10 Persen dari 16,3 Juta Anggota Pramuka Indonesia Aktif…

Sejak Kamis kemarin (30/9), rombongan Komisi X berkunjung ke kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Bersama Ketua Komisi X, Prof. DR.H. Mahyuddin NS., Sp.Og.(K), mereka melakukan sosialisasi Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepramukaan. Di Balikpapan, rombongan akan menjumpai beberapa pejabat maupun tokoh masyarakat, di kantor Dinas Pemuda dan Olahraga serta Kwartir Cabang Pramuka, Kaltim. “Peran pemerintah daerah sangat supportif dalam membantu sosialiasasi RUU Pramuka ini. Selain pemerintah, DPRD juga sangat mendukung,” komentar salah seorang anggota Komisi X Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP yang kebetulan wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) Kaltim. Seperti kita ketahui, sebelum disahkan menjadi UU, DPR RI harus mensosialisaikan RUU Pramuka terlebih dahulu. Jika dalam RUU ini ternyata masih terdapat kekurangan, maka akan direvisi kembali. Namun jika tidak, maka Pramuka Indonesia tahun 2010 akan memiliki UU. Selama ini, Pramuka di Indonesia tidak memiliki UU. Sebenarnya hal yang sama terjadi di Pramuka Jepang. Saat sebagian anggota Komisi X melakukan kunjungan kerja dalam rangka studi banding ke dua negara (Jepang dan Korea Selatan), diketahui Jepang tidak memiliki UU Pramuka secara khusus. Di Jepang, kepramukaan tidak diatur dalam perundang-undangan maupun di dalam UU lain. Berbeda dengan Korea Selatan (Korsel). Di Korsel, pemerintah menyediakan UU khusus untuk mendukung Pramuka. Di Korsel, Pramuka berada di bawah Kementrian Kesetaraan dan Keluarga. Sekadar info, saat ini ada 16 Kementrian. Dalam UU tersebut terdapat pasal yang mengatur agar pemerintah maupun pemerintah daerah (Pemda) turut mendukung gerakan kepramukaan. Meski ada UU dan didukung oleh pemerintah serta Pemda, Pramuka di Korsel tidak mendapat anggaran khusus untuk Pramuka. sosialisasi pramuka2 Andai 10 Persen dari 16,3 Juta Anggota Pramuka Indonesia Aktif... Dari hasil studi banding itulah, DPR mengharapkan Pramuka Indonesia bisa seaktif Pramuka Korsel. Apalagi saat ini infrastruktur organisasi Pramuka Indonesia sudah tersedia. Anggota Pramuka yang tercatat pun cukup banyak. Saat ini jumlah anggota Pramuka 16,3 juta. Data 2009 ini menunjukan bahwa anggota Pandega tercatat 134.000; Penegak 1,65 juta; Penggalang 7,2 juta; dan Siaga 7,35 juta. Namun sejak reformasi 1998, menurut Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), ada 250 ribu Gugus Depan yang tidak aktif lagi. “Kalau 10% saja anggota Pramuka aktif, itu sangat bagus,” ujar Menpora Andi Mallaranggeng yang penulis kutip dari majalah Formula-Volume IV-Juni 2010. “Barangkali karena gerakan Pramuka saat ini kurang dinamis, kurang menarik, sudah tidak sesuai minat anak dan remaja, serta kekurangan pembina di tingkat Gugus Depan,” tambah Menpora menjelaskan permasalahan Gerakan Pramuka. Seperti yang dikatakan Menpora, Hetifah juga berpendapat, bahwa Pramuka sekaran ini memiliki tantangan yang jauh lebih berat di masa depan. Ketika berkunjung ke Kaltim, ia mendengar dari Kwartir Cabang Pramuka terjadi penurunan minat generasi muda untuk bergabung. “Oleh karena itulah diperlukan berbagai upaya merevitalisasi dan membuat gerakan pramuka agar lebih diminati generasi muda,” papar perempuan yang sejak SD sampai SMP sangat aktif di dalam organisasi Pramuka ini. photo by Handri (Tribun Kaltim)

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. saya berharap program Beasiswa Ibu Hetifah dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga semakin banyak pelajar yang terbantu untuk melanjutkan pendidikan. Program ini bukan hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus berusaha menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan bermanfaat bagi masyarakat

  2. ini sngat membantu bagi siswa untuk mendapatkan fasilitas atau peralatan sklh

Lihat semua aspirasi