Hetifah meninjau UN dan berdiskusi dengan stakeholder pendidikan Banjarmasin
Tim kunjungan kerja spesifik Komisi X DPR RI meninjau beberapa sekolah yang melaksanakan ujian nasional (UN) di area jalan Mulawarman, Kota Banjarmasin Kalsel, Selasa, 19 April.
Tim kunjungan lapangan dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Rully Chairul Azwar, didampingi oleh Hetifah Sjaifudian (FPG), Theresia Pardede (FPD), Maimaro Tando (FPD), Ferdiansyah (FPG), Dedi Suwandi Gumelar (FPDIP), Asdy Narang (FPDIP), Akbar Zulfakar (FPKS), Nasrullah (FPAN), Reni Marlinawati (FPPP).
Dalam dialog antara Komisi X DPR RI dengan para pendidik, siswa, pengawas dan dinas pendidikan, terungkap adanya harapan agar kebijakan UN terus disempurnakan dengan mengevaluasi penyelenggaraannya saat ini.
Kepala dinas pendidikan kota Banjarmasin Moh. Amin melaporkan secara umum kegiatan UN dua hari ini berjalan lancar dan tidak ada hal-hal luar biasa yang menjadi masalah. "Koordinasi berjalan baik walau ditemui ada beberapa kekurangan seperti kaburnya cetakan di beberapa soal," ujar Amin.
Menurut Hetifah Sjaifudian, Anggota Komisi X DPR RI yang menjadi anggota tim peninjau kali ini, beberapa hal yang juga patut menjadi catatan adalah BSNP tidak mengatur bagaimana teknis membagikan soal. "Keputusan diserahkan pada sekolah masing-masing. Padahal saat ini ada 5 paket soal berbeda sehingga lebih rumit pendistribusiannya," tutur Hetifah.
Meskipun anggaran subsidi dari pusat untuk penyelenggaraan UN sampai saat ini belum juga diterima, sosialisasi UN tahun ini sudah dijalankan kepada para kepala sekolah dan stakeholder pendidikan. Diharapkan ke depan bantuan pembiayaan bisa diterima sebelum pelaksanaan sehingga sekolah tidak direpotkan mencari talangan dana.
Hetifah menceritakan, tim juga menerima usulan agar waktu penyelenggaraan UN diundur ke pertengahan bulan Mei sehingga target kurikulum bisa dicapai sebelum UN. Hal ini terutama dirasakan oleh SMK yang harus pula menjalani ujian praktik kejuruan dan madrasah yang menjalani ujian mata pelajaran agama.
Secara umum, meski terjadi dilaporkan terjadi beberapa kasus di beberapa daerah, pelaksanaan UN dapat dikatakan masih berjalan lancar. Berdasarkan laporan dari Posko UN 2011 yang berada di Gedung C Kemdiknas, jumlah pengaduan masyarakat mengenai dugaan pelanggaran pelaksanaan UN menurun jika dibandingkan dengan tahun 2010. Tahun lalu, jumlah pengaduan pada hari pertama UN mencapai sekitar 50 pengaduan. Sedangkan tahun ini, jumlah pengaduan berada di bawah angka 20.
Dinas Pendidikan, Guru, dan Siswa berdiskusi dengan Komisi X DPR RI
"Yang penting kecurangan dalam UN kali ini bisa ditekan. Hasil UN yang lebih jujur kali ini bisa dimanfaatkan sebagai masukan bagi pembenahan kebijakan pendidikan yang berkeadilan," pungkas Hetifah.
Bagi masyarakat yang ingin memperoleh Informasi Pelaksanaan UN 2011, Kementrian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) merilis Buku Tanya Jawab Pelaksanaan UN 2011 (dapat diunduh di sini).
Kemdiknas juga menyediakan saluran informasi dan pengaduan melalui:
Saluran informasi dan pengaduan UN 2011
Saya tumbuh di lingkungan yang membuat saya sadar, pendidikan bukan hadiah, tapi jalan. Karena itu saya tidak mau berhenti di tengah.
Kalau diberi beasiswa, saya akan pakai waktu dan tenaga untuk belajar sungguh-sungguh. Bukan hanya untuk nilai, tapi supaya nanti saya bisa balik dan ngasih manfaat ke orang-orang yang dulu dukung saya.
Saya percaya, ilmu yang baik itu ilmu yang dibagikan. Dan saya ingin jadi salah satu orang yang membuktikannya.
*Aspirasi Saya*
Saya ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi agar dapat meningkatkan ilmu dan keterampilan. Dengan beasiswa ini, saya berharap bisa belajar dengan tenang tanpa memikirkan kendala biaya.
Setelah lulus, saya ingin menggunakan ilmu yang saya dapat untuk bekerja dan membantu keluarga serta masyarakat di lingkungan saya. Saya akan berusaha belajar sebaik mungkin dan menjaga nama baik penerima beasiswa.
Terima kasih atas kesempatan yang diberikan.
Beasiswa
Saya tumbuh di lingkungan yang membuat saya sadar, pendidikan bukan hadiah, tapi jalan. Karena itu saya tidak mau berhenti di tengah. Kalau diberi beasiswa, saya akan pakai waktu dan tenaga untuk belajar sungguh-sungguh. Bukan hanya untuk nilai, tapi supaya nanti saya bisa balik dan ngasih manfaat ke orang-orang yang dulu dukung saya. Saya percaya, ilmu yang baik itu ilmu yang dibagikan. Dan saya ingin jadi salah satu orang yang membuktikannya.
*Aspirasi Saya* Saya ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi agar dapat meningkatkan ilmu dan keterampilan. Dengan beasiswa ini, saya berharap bisa belajar dengan tenang tanpa memikirkan kendala biaya. Setelah lulus, saya ingin menggunakan ilmu yang saya dapat untuk bekerja dan membantu keluarga serta masyarakat di lingkungan saya. Saya akan berusaha belajar sebaik mungkin dan menjaga nama baik penerima beasiswa. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan.