Pembahasan Hasil Keputusan Kongres III Palangkaraya dengan BEM se-Kalimantan

JAKARTA (02/10) – Wakil rakyat seharusnya memperhatikan daerah pemilihannya. Kewajiban ini diingatkan lagi oleh 20 orang perwakilan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) se-Kalimantan, yang diwakili oleh BEM asal Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara, dalam kunjungannya hari ini di gedung Parlemen RI Senayan Jakarta. Kunjungan ini diterima langsung oleh anggota Komisi V DPR RI Dapil Kalimantan Timur, Hetifah Sjaifudian. Dalam pembukaannya, Hetifah menyampaikan terima kasih atas kunjungan mahasiswa karena selain dapat melakukan sharing gagasan secara langsung dengan para mahasiswa, upaya ini juga menjadi bagian kongkrit terutama terkait dengan pembangunan Kalimantan secara umum. Juga Hetifah berharap agar kedepannya lebih banyak lagi perwakilan dari Kalimantan yang dapat berpengaruh secara strategis. Rombongan dipimpin oleh Muhammad Iqbal, selaku ketua BEM Universitas Mulawarman. Secara pribadi, mereka merasa bahagia dan bangga dapat diterima langsung di gedung DPR RI. Lebih jauh dia mengapresiasi berbagai aksi yang dilakukan oleh Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Kaltim, Hetifah Sjaifudian. Dia melihat bahwa selama 4 tahun menjadi anggota dewan banyak aktivitas nyata yang telah dilakukan untuk pembangunan Kalimantan, terutama Kalimantan Timur. BEM se-Kalimantan berdiri dengan visi untuk mengakomodir aspirasi masyarakat Kalimantan, meliputi 5 regional yaitu: Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan tengah dan Kalimantan Barat. Masing-masing regional mempunyai Koordinator wilayah, yang secara periodik melakukan pertemuan-pertemuan rutin untuk konsolidasi. Diantara pertemuan adalah Kongres III yang dilaksanakan pada bulan April 2013 di Palangkaraya. Kongres tersebut menghasilkan rekomendasi dari kesepakatan-kesepakatan yang dihasilkan untuk pembangunan Kalimantan. Rekomendasi secara umum berisi langkah-langkah nyata sebagai upaya untuk perbaikan pembangunan Kalimantan secara menyeluruh. Harapan dari perwakilan BEM bahwa rekomendasi ini dapat menjadi bahan pemikiran dan dapat diakomodir oleh legislatif dan eksekutif. Dan harapannya agar rekomendasi itu dapat terlaksana. Di antara 20 poin rekomendasi yang diusulkan diantaranya tentang: Desakan kepada pemerintah pusat untuk mengkaji wacana pemindahan ibukota ke Palangkaraya Kalteng, mencabut izin Kalimantan Surya Kencana (KSK), menjadikan taman nasional Tanjung Puting sebagai salah satu pengembangan dan pelestarian pariwisata serta penyelamatan flora dan fauna di Kalimantan, menghentikan perizinan pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit dan pertambangan, mengusut tuntas kasus korupsi yang terjadi di Kalimantan, mendesak presiden RI untuk melaksanakan nasionalisasi aset Indonesia khususnya Blok Mahakam, mencabut Undang-undang Perguruan Tinggi, memperhatikan infrastruktur bandara, memperhatikan infrastruktur jalan trans Kalimantan, dan lain sebagainya. Hetifah menyambut baik atas upaya para mahasiswa dalam upaya untuk kemajuan dan pembangunan Kalimantan. Dalam penutupnya Hetifah berharap agar semangat mahasiswa terus dipertahankan, dan mengusulkan agar rekomendasi tersebut diserahkan kepada anggota DPR dan DPD RI asal Kalimantan. “Sebagai wakil rakyat kami selalu berupaya untuk mengakomodir dan memperjuangkan segala aspirasi yang tertuang dalam rekomendasi ini. Hal ini merupakan salah satu upaya kongkrit kita untuk menuju pembangunan Kalimantan yang lebih baik” pungkas Hetifah.

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. saya berharap program Beasiswa Ibu Hetifah dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga semakin banyak pelajar yang terbantu untuk melanjutkan pendidikan. Program ini bukan hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus berusaha menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan bermanfaat bagi masyarakat

  2. ini sngat membantu bagi siswa untuk mendapatkan fasilitas atau peralatan sklh

Lihat semua aspirasi