Penandatangan MoU dengan Universitas Borneo

Kementerian PDT MoU dengan UB Tarakan

TARAKAN, TRIBUN - Demi membantu pembangunan di daerah tertinggal, khususnya di daerah Kalimantan Utara (Kaltara), Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) melakukan kerjasama dengan Universitas Borneo (UB) Tarakan. Kerjasama ini ditandai dengan melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama (Memorandum of Understanding/MoU) yang dilakukan Menteri PDT Helmi Faisal Zaini dan Rektor UB Tarakan Abdul Jabarsyah Ibrahim, Rabu (20/2) malam pukul 21.00 di Ballroom Swissbel Hotel Tarakan. Di dalam kerjasama ini, Kementerian PDT mengajak UB Tarakan untuk melakukan pengembangan di bidang pendidikan teknologi inovatif pertanian. Di sini UB Tarakan ikut memberikan pendampingan dan pelatihan-pelatihan pengembangan kapasitas dan kualitas masyarakat dalam pengembangan ekonomi lokal di beberapa daerah tertinggal di Kaltara. "Kerjasama ini kita kembangkan dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik, yang disesuaikan dengan jurusan dan kejuruannya. Misalnya saja di daerah KKN belum memiliki bidan, berarti nantinya akan ditempatkan mahasiswa dari kebidanan," ucap Menteri PDT Helmi Faisal Zaini, usai melakukan penandatangan kerjasama tersebut. Helmi mengatakan, tak hanya itu, pada saat KKN, mahasiswa jurusan Pertanian dapat membantu masyarakat untuk mengembangkan usaha pertanian masyarakat setempat. "Misalnya saja di Krayan saya melihat kualitas berasnya sangat bagus. Untuk itu mahasiswa dapat mengembangkan dengan membantu pengembangan beras Krayan," ujarnya. Menurut Helmi, untuk daerah tertinggal di Kaltara ini ada dua, yakni Malinau dan Nunukan. "Tapi kedua daerah ini merupakan daerah tertinggal kategori sedang. Sebab ada tiga kategori daerah tertinggal, yakni sangat tertinggal, sedang tertinggal, dan agak tertinggal," ucapnya. Sementara Rektor UB Tarakan yang akrab disapa Jabarsyah mengatakan, kerjasama ini akan dilakukan tahun ini juga. "Apalagi di Malinau sudah meminta untuk ditempatkan mahasiswa kebidanan. Permintaan ini akan kami penuhi," katanya. Tak hanya itu, ada pula program khusus dalam bidang pertanian, yakni, mengembangkan singkong gajah. "Singkong gajah ini sangat cocok dikembangkan masyarakat. Karena singkong gajah ini kualitasnya sangat bagus," ucapnya. Selain itu pula, UB Tarakan memiliki program pengembangan bina desa. Dalam program ini mahasiswa diturunkan di desa-desa untuk membantu masyarakat, baik di sektor pendidikan dan pertanian. "Misalnya saja di sektor pertanian dengan mengembangkan budidaya rumput laut," ujarnya. Sumber: Tribun Kaltim

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. saya berharap program Beasiswa Ibu Hetifah dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga semakin banyak pelajar yang terbantu untuk melanjutkan pendidikan. Program ini bukan hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus berusaha menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan bermanfaat bagi masyarakat

  2. ini sngat membantu bagi siswa untuk mendapatkan fasilitas atau peralatan sklh

Lihat semua aspirasi