Kini kondisi pusat kota Tarakan, Kalimantan Timur (Kaltim) dan sekitarnya sudah berjalan normal. Setelah terjadi kesepakatan damai yang dibidani oleh Gubernur Kaltim Awang Farouk, aktivitas terlihat normal kembali.
"Kita tidak ingin lagi bertikai, karena hanya mendatangkan kerugian bagi masyarakat," ujar Rifki, warga Karang Redjo, Tarakan, seperti dikutip Media Indonesia.
Menurut Rifki, yang masih keturunan Bugis ini, mengakui, kedua belah -keturunan Bugis maupun keturunan Dayak Tidung- pihak bersaudara. "Mudah-mudahan tidak ada lagi kerusuhan," tambah Inan, warga keturunan Dayak Tidung.
Seperti juga Rifki dan Inan, anggota DPR RI Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP yang merupakan wakil rakyat dari daerah pemilihan Kaltim ini juga berharap kerusuhan itu adalah yang pertama dan terakhir.
Secara historis sebenarnya suku Bugis telah lama mendiami pulau Kalimantan, khususnya ibukota Tarakan. Mereka hidup berdampingan satu sama lain tanpa memunculkan perselisihan. Oleh karena lama berdampingan, maka baik suku Bugis maupun Dayak sudah berbaur (baca: terjadi alkulturasi budaya) dan menjadi satu komunitas yang baru.
Banyak warga Bugis yang telah menikah dengan suku Dayak, khususnya Dayak Tidung. Begitu pula sebaliknya, banyak suku Dayak yang menikah dengan suku Bugis. Mereka mendiami daerah pesisir pantai. Meski hidup berdampingan, kebudayaan mereka tetap dijaga hingga turun temurun. Mereka menghargai satu sama lain.

assalamualaikum ibu dewan, saya ingin mendapatkan bantuan pip, jessica lady pringgacela siswi smkn 4 balikpapan, orang tua berpenghasilan 3,5 jt perbulan, dan rumah kontrak
Kepada yth Bunda ,Mohon bantuannya Bunda , sudah lama saya mengamdi ke partai GOLKAR saya belum pernah saya di bantu ,,, kumohon kepala Bunda , bisa memperhatin dan merespon nya kepada saya dan saya punya Kartu GOLKAR bersama istri ku pada zaman tidak enak .
Asalamualaikum Ibu dewan yg terhormat,,,, kenapa program PIP untuk anak SMP di kukar tidak ada ada lagi,, khususnya SMPN O3 loa janan, desa tani bakti