Kaltim
Pembangunan Jalur Kereta Api Kaltim-Kalteng Segera Dimulai
Menteri Perhubungan E.E Mangindaan mengatakan pembangunan jalur kereta api Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur kini telah dalam perencanaan Kementerian Perhubungan untuk memenuhi angkutan darat di daerah Kalimantan. Semenjak diisukan dari setahun lalu, pembangunan rel kereta api ini akhirnya menunjukkan tanda kemajuan.
Investor Rusia yang menangani pembangunan ini, Russian Railways, melalui PT Kereta Api Borneo (KAB) menyatakan keseriusannya membangun rel kereta api di Kaltim. Presiden Direktur PT KAB, Andrey Shigaev mengungkapkan, pihaknya siap menginvestasikan modal 17 triliun dalam pembangunan jalur kereta api sepanjang 191 km yang menghubungkan Kutai Barat hingga Balikpapan.
Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, berjanji akan membantu proses perizinan yang diperlukan PT Kereta Api Borneo (KAB) untuk membangun jalur kereta api yang menghubungkan Kutai Barat ke Balikpapan. Awang tampak optimis dengan pembangunan ini.
Menurut Awang, rencana pembangunan ini telah disampaikan langsung oleh Presiden Rusia Vladimir Putin kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada pertemuan APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) di Bali beberapa waktu lalu.
“Total investasinya sekitar USD 5 milyar, tapi sudah terintegrasi antara kereta api, coal terminal, power plant dan smelter,” ungkapnya.
Rencananya jalur kereta api tersebut dibangun mulai dari Kutai Barat hingga Balikpapan melewati Kabupaten Paser dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Dari data sementara Dinas Perhubungan, jalur Kutai Barat sepanjang 120 Km, jalur Penajam Paser Utara (PPU) 23 Km, dan jalur Balikpapan sekitar 17 km. Panjang rel ini awalnya direncanakan akan dibangun sepanjang 281 km, tetapi dalam perencanaannya dipangkas sebanyak 90 km. “Desain awal terlalu banyak belokan, sehingga biaya yang ditimbulkan juga besar,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Zairin Zain.
Meski telah terjadi pemangkasan, Awang mengingatkan pihak KAB agar membuat jalur kereta api yang tidak bersinggungan dengan kawasan hutan, terlebih hutan konservasi. “Selama tidak melewati hutan, apalagi hutan konservasi, prosesnya pasti bisa cepat.”
Menhub Mangindaan mengatakan prioritas pembangunan rel kereta api akan diutamakan untuk keperluan pengangkutan hasil tambang dan perkebunan. Industri batubara dan minyak kelapa sawit (crude palm oil) menjadi prioritas. “Kalau itu sudah, baru kita berpikir bagaimana penumpang,” jelasnya. Prioritas terhadap pengangkutan hasil tambang dan perkebunan ini dilakukan terkait dengan pembangunan Kalimantan dalam program MP3EI.
Selanjutnya, bila jalur kereta api di dalam negeri telah terbangun, untuk konektivitas ke luar negeri seperti Malaysia akan dibicarakan lebih lanjut. Rencana konektivitas ini disampaikan Menhub Mangindaan seusai pertemuan dengan empat menteri perhubungan empat negara yang tergabung “BIMP-EAGA”, yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Filipina.
Dalam pertemuan delapan tahun BIMP-EAGA Transport, para pejabat kementrian empat negara berkomitmen memberikan berbagai fasilitas dan kemudahan untuk bisa meningkatkan konektivitas transportasi udara, laut, dan darat.
Pemerintah Perlu Berhati-hati
Beberapa elemen masyarakat mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati dalam pembangunan rel kereta api ini. Salah satunya adalah WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia). Isal Wardana selaku Direktur Utama WALHI Kaltim mengingatkan bahwa pembangunan ini beresiko menimbulkan dampak yang tidak diinginkan. “Dari sisi ekonomi maupun lingkungan yang hancur akibat eksploitasi batu bara,” tutur Isal.
WALHI, melalui Isal, mengingatkan agar pemerintah berhati-hati dalam menjalankan pembangunan ini. Pembangunan rel kereta api bisa jadi kurang meningkatkan ekonomi mikro masyarakat lokal dan justru hanya menguatkan ekonomi makro. Masyarakat lokal justru mendapatkan kerugian berupa kerusakan alam. Terbukanya rel kereta, menurut WALHI, juga memungkinkan pihak-pihak tertentu untuk melakukan pembalakan liar ke daerah-daerah hutan.
Selain WALHI, Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) juga mengawasi pembangunan rel ini. Selain mengkhawatirkan faktor kerusakan alam, Jatam juga menekankan pada kemungkinan terjadinya konflik sosial saat rel kereta api sudah dibangun. Menurut Dinamisator Jatam, Kahar Al-Bahri, pihak Jatam berpendapat bahwa pemerintah Kaltim jangan sampai meninggalkan fokusnya pada perbaikan infrastruktur jalan apabila ingin memperbaiki kehidupan masyarakat.
.
Disadur dari:
Bappeda Batubara, Kemenhub Bangun Jalur KA
Kemenhub, Sudah Waktunya Kalimantan Bangun Logistik
Republika, Kemenhub Akan Bangun Jalur KA Kaltim-Kalteng
TribunKaltim, Ditandatangani, Deklarasi Komitmen Kereta Api di Kalteng
TribunKaltim, Rusia Investasi Rp. 17 Triliun untuk Rel Kereta Api
TribunKaltim, Kaltim Segera Punya Rel Kereta Api

saya berharap program Beasiswa Ibu Hetifah dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga semakin banyak pelajar yang terbantu untuk melanjutkan pendidikan. Program ini bukan hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus berusaha menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan bermanfaat bagi masyarakat
ini sngat membantu bagi siswa untuk mendapatkan fasilitas atau peralatan sklh
pendapat saya ini bisa menjadi bantuan yg sngat berguna